UEUUEU
Lex JurnalicaLex JurnalicaPP 25 Tahun 2024 merupakan babak baru dari aturan pelaksana izin pertambangan di Indonesia, khususnya terkait dengan pemberian peluang secara prioritas kepada organisasi masyarakat (ormas) keagamaan untuk terlibat pada bisnis pengelolaan tambang. Munculnya Peraturan Pemerintah ini menimbulkan adanya pertanyaan mendasar tentang rasionalitas dibaliknya jika melihat adanya potensi isu lingkungan yang signifikan dari sektor pertambangan serta adanya potensi disharmonisasi antar aturan hukum yang lebih tinggi statusnya. Dengan pendekatan yuridis normatif penelitian ini mengkaji konflik norma yang timbul melalui pendekatan perundang‑undangan terkait. Hasil penelitian menunjukan bahwa penawaran area WIUPK prioritas kepada Ormas agama tidak sejalan dengan Peraturan terkait Mineral dan Batubara sehingga substansi pengaturan pada PP 25 Tahun 2024 telah bertentangan dengan UU di atasnya dan peluang pemberian tambang secara prioritas kepada ormas memunculkan potensi tantangan yang dihadapi ormas, seperti biaya produksi dari pengelolaan tambang yang tinggi, dampak potensi kerusakan lingkungan akibat pengelolaan tambang, manfaat ekonomis yang diperoleh belum tentu sebanding dengan sumberdaya operasional yang dikeluarkan karena melibatkan kontraktor, potensi konflik dengan masyarakat adat, cadangan yang tersisa dari bekas tambang yang diberikan pemerintah dan jangka waktu penawaran WIUPK yang hanya lima tahun kemungkinan besar belum cukup untuk memperoleh hasil yang signifikan dalam pertambangan.
PP 25 Tahun 2024 memberikan prioritas penawaran WIUPK kepada ormas keagamaan, namun hal itu bertentangan dengan UU Minerba yang menetapkan prioritas kepada BUMN dan BUMD, sehingga menimbulkan konflik norma dan ketidakpastian hukum.Tantangan bagi ormas meliputi kesiapan operasional, biaya tinggi, potensi kerusakan lingkungan, konflik dengan masyarakat adat, serta keterbatasan jangka waktu penawaran WIUPK.Oleh karena itu, kebijakan ini perlu dievaluasi ulang dengan ketat memperhatikan persyaratan teknis, lingkungan, dan sosial agar manfaatnya dapat dirasakan secara positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Pertumbuhan penelitian dapat diarahkan pada perbandingan efektivitas pengelolaan tambang antara ormas keagamaan dan entitas swasta, menilai dampak lingkungan dan sosial serta potensi konflik dengan masyarakat adat, serta mengkaji mekanisme pengawasan dan regulasi yang memastikan kepatuhan terhadap standar lingkungan dan hak asasi manusia. Penelitian selanjutnya dapat mengkaji model pembiayaan dan kemitraan publik‑swasta yang melibatkan ormas keagamaan, menilai keberlanjutan ekonomi dan sosial dari kegiatan tersebut serta dampaknya terhadap kesejahteraan komunitas lokal. Selain itu, studi empiris dapat mengembangkan kerangka kerja evaluasi risiko hukum dan kebijakan, memonitor potensi ketidaksesuaian regulasi, dan menawarkan rekomendasi teknis bagi pembaruan regulasi agar lebih sejalan dengan UU Minerba serta memperkuat mekanisme pengawasan dan transparansi.
| File size | 196.18 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UEUUEU Untuk itu, peneliti menegaskan perlunya reformasi hukum yang mendesak, berupa pembentukan kerangka kerja regulasi AI holistik yang menanamkan nilai‑nilaiUntuk itu, peneliti menegaskan perlunya reformasi hukum yang mendesak, berupa pembentukan kerangka kerja regulasi AI holistik yang menanamkan nilai‑nilai
UNIRAYAUNIRAYA Pengumpulan informasi dilakukan dengan memanfaatkan informasi tambahan yang diperoleh melalui bahan pustaka yang terdiri dari bahan hukum esensial danPengumpulan informasi dilakukan dengan memanfaatkan informasi tambahan yang diperoleh melalui bahan pustaka yang terdiri dari bahan hukum esensial dan
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Berdasarkan analisis kebutuhan dan potensi pasar, Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini mengusulkan solusi strategis bagi UKM Mie Mahkota di Pasuruan.Berdasarkan analisis kebutuhan dan potensi pasar, Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini mengusulkan solusi strategis bagi UKM Mie Mahkota di Pasuruan.
IPBIPB Peningkatan produksi ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan gambaran peningkatan konsumsi ikan di masyarakat. Peningkatan produksi perlu diikuti denganPeningkatan produksi ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan gambaran peningkatan konsumsi ikan di masyarakat. Peningkatan produksi perlu diikuti dengan
UEUUEU Melihat kekhususan perempuan tersebut, negara hadir untuk memberikan perlindungan khusus bagi pekerja perempuan. Perlindungan ini bertujuan agar pekerjaMelihat kekhususan perempuan tersebut, negara hadir untuk memberikan perlindungan khusus bagi pekerja perempuan. Perlindungan ini bertujuan agar pekerja
LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan bertujuan menyediakan perlindungan jaminan sosial kesehatan merata bagi seluruh wargaProgram Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan bertujuan menyediakan perlindungan jaminan sosial kesehatan merata bagi seluruh warga
UMPRUMPR Kelompok transpuan adalah kelompok gender minoritas yang terpinggirkan di berbagai aspek: politik, ekonomi, sosial dan budaya. Peminggiran kepada transpuanKelompok transpuan adalah kelompok gender minoritas yang terpinggirkan di berbagai aspek: politik, ekonomi, sosial dan budaya. Peminggiran kepada transpuan
UNARSUNARS Berdasarkan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa prinsip hukum pembebasan narapidana pada masa pandemi Covid-19 di Indonesia adalah merujuk pada perintahBerdasarkan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa prinsip hukum pembebasan narapidana pada masa pandemi Covid-19 di Indonesia adalah merujuk pada perintah
Useful /
IPBIPB Studi ini bertujuan menilai pewarisan marka genetik SNP2-Lys-C dari induk sangkuriang generasi pertama (G1) dan mengevaluasi ketahanan benih G2 terhadapStudi ini bertujuan menilai pewarisan marka genetik SNP2-Lys-C dari induk sangkuriang generasi pertama (G1) dan mengevaluasi ketahanan benih G2 terhadap
IPBIPB This finding highlights the potential of curcumin-enriched fermented feed as a viable alternative to silkworms for larval nutrition. Further research isThis finding highlights the potential of curcumin-enriched fermented feed as a viable alternative to silkworms for larval nutrition. Further research is
UEUUEU Model deteksi penyakit pada daun cabai dengan menggunakan MobileNetV2 sebagai base model dan dilatih dengan pendekatan fine‑tuning mampu menghasilkanModel deteksi penyakit pada daun cabai dengan menggunakan MobileNetV2 sebagai base model dan dilatih dengan pendekatan fine‑tuning mampu menghasilkan
UEUUEU Proses perancangan meliputi pengumpulan data, pembuatan desain interaktif serta perancangan system dan pengujian blackbox untuk memastikan kemudahan penggunaanProses perancangan meliputi pengumpulan data, pembuatan desain interaktif serta perancangan system dan pengujian blackbox untuk memastikan kemudahan penggunaan