UNIMALUNIMAL

Jurnal AgriumJurnal Agrium

Stimulan adalah zat yang digunakan untuk merangsang tanaman karet untuk menghilangkan lebih banyak lateks daripada biasanya. Pemberian stimulan biasanya dilakukan pada tanaman berumur di atas 6 tahun dan pada klon stater lambat seperti aplikasi stimulan PB217 dilakukan pada pagi hari dan hari yang cerah (bukan hujan). Diterapkan pada alur sadap dengan teknik pengaplikasian renda yaitu dengan melumasi larutan stimulan pada alur sadap tanpa menarik scrapnya, pada penelitian ini stimulan yang larut dalam air atau 1 liter stimulan dicampur dengan 3 liter air membentuk konsentrasi 2,5% stimulan. menggunakan Ethrel PA 10. Penelitian ini dilakukan di Afdelling I Kebun Tanah Besih PT. Socfin. Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan Juli hingga Agustus 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pemberian stimulan dapat meningkatkan produksi lateks, dan benjolan, hanya saja DRC menurun dikolakan larutan stimulan yang digunakan telah merangsang pohon karet untuk menyerap air lebih dari biasanya sehingga jumlah air yang lebih banyak daripada kandungan lateksnya.

1) Produksi lateks sebelum di stimulan dengan jumlah pohon 356 yaitu 58,5 kg dengan keseluruhan produksi karet kering per pohon yaitu 81,5 gram dengan DRC 39%.Sedangkan produksi lateks setelah di stimulan dengan jumlah pohon 356 yaitu 98 kg dengan keseluruhan produksi karet kering per pohon yaitu 123,6 gram dengan DRC 36%.2) Penggunaan stimulant etherl dapat menurunkan DRC hingga 8%.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh variasi konsentrasi stimulan terhadap kualitas lateks, khususnya kandungan karet kering dan DRC, untuk menentukan dosis optimal yang tidak hanya meningkatkan produksi tetapi juga menjaga kualitas lateks. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada interaksi antara pemberian stimulan dengan faktor lingkungan seperti curah hujan dan suhu, untuk memahami bagaimana kondisi lingkungan memengaruhi efektivitas stimulan dan potensi efek sampingnya. Ketiga, penting untuk meneliti dampak jangka panjang pemberian stimulan secara berulang terhadap kesehatan pohon karet, termasuk potensi perubahan fisiologis dan biokimiawi yang dapat memengaruhi produktivitas dan umur panjang pohon. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penggunaan stimulan dalam budidaya karet, sehingga dapat diterapkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat optimal bagi petani dan industri karet.

Read online
File size3.56 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test