UBTUBT

Jurnal Pengabdian Masyarakat BorneoJurnal Pengabdian Masyarakat Borneo

Karet alam merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan Sumatera Selatan yang berkontribusi besar terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan, pendapatan masyarakat, serta perannya terhadap pelestarian lingkungan. Berdasarkan permasalahan yang teridentifikasi dari petani karet bahwa kualitas bokar yang rendah yang menyebabkan harga jual bokar yang rendah pula. Hal tersebut terjadi seiring mahalnya harga koagulan lateks sehingga petani enggan menggunakannya. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan dan pendampingan kepada petani untuk menggunakan ekstrak buah sebagai bahan penggumpal yang murah dan ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di desa binaan Ulak Segelung Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir sejak bulan Juni hingga November 2022. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini ialah petani karet Desa Ulak Segelung. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam beberapa tahap yaitu perumusan proposal, persiapan materi, survei lapangan, rangkaian pelatihan, evaluasi kegiatan, dan penulisan laporan. Berdasarkan hasil pendampingan dan pelatihan diketahui bahwa koagulan lateks berbasis ekstrak buah mampu menggumpalkan lateks dalam waktu 5 menit dan juga mampu menurunkan kadar air bokar, sehingga bokar yang dihasilkan menjadi lebih ringan. Walaupun secara kualitas lebih baik, namun petani cenderung memilih menggunakan koagulan non anjuran, karena penggunaan koagulan berbahan ekstrak buah tersebut dinilai merugikan petani dari segi kuantitas produksi (berat bokar).

Lateks yang diaplikasi dengan ekstrak buah mengkudu, belimbing wuluh dan ekstrak kulit nanas dapat menggumpal dalam waktu 5 menit, 2.Aplikasi ekstrak buah dapat menurunkan kadar air bokar sehingga beratnya menjadi lebih ringan, 3.Petani sudah mengetahui dengan pengunaan kaogulan alami ekstrak buah dapat meningkatkan kualitas bahan olahan karet, 4.Petani karet di Desa Ulak Segelung tetap memilih koagulan non anjuran yang digunakan sebagai pengumpal lateks karena menurut petani dengan menggunakan koagulan dari ekstrak buah menurunkan hasil produksi karena lateks yang dihasilkan lebih ringan meskipun kualitas lateks yang dihasilkan lebih baik.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang penggunaan ekstrak buah sebagai koagulan terhadap kesehatan tanah dan produktivitas pohon karet. 2. Pengembangan metode ekstraksi yang lebih efisien untuk mempercepat proses pembuatan koagulan alami agar lebih mudah diterapkan oleh petani. 3. Penciptaan sistem pemantauan berbasis komunitas untuk mengevaluasi konsistensi kualitas dan hasil produksi bokar yang dihasilkan dengan penggunaan koagulan berbasis ekstrak buah secara berkelanjutan.

Read online
File size573.42 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test