UNTAG SMDUNTAG SMD

Jurnal Totem : Architecture, Environment, Region and Local WisdomJurnal Totem : Architecture, Environment, Region and Local Wisdom

Biotechnology Research Center atau Pusat penelitian Bioteknologi adalah bangunan yang dibangun khusus sebagai tempat penelitian, pengembangan dan pendidikan tentang Bioteknologi. Tempat ini menjadi wadah pengembangan dan penelitian suatu ilmu biologi yang dapat dimanfaatkan oleh daerah, menjadi tempat memproduksi bibit-bibit unggul dan berbagai jenis pupuk Hayati yang dapat membuat produksi pertanian meningkat, juga menjadi tempat yang dapat memberikan pengetahuan atau pembelajaran tentang apa dan bagaimana bioteknologi dan apa saja produk dari bioteknologi itu sendiri. Didalam Pusat Penelitian Bioteknologi pada bidang pertanian ini akan menyediakan fasilitas yang terbagi atas 3 fungsi utama yaitu fungsi penelitian, pengembangan hasil produksi dan fungsi edukasi bioteknologi.

Pusat Penelitian Bioteknologi dirancang sebagai gedung khusus untuk penelitian, pengembangan, dan pendidikan bioteknologi, yang dapat menghasilkan bibit unggul serta pupuk hayati untuk meningkatkan produksi pertanian.Bangunan mengadopsi konsep hijau sehingga ramah lingkungan.079,03 m² terbagi ke dalam tiga fungsi utama.

Salah satu arah penelitian selanjutnya adalah mengkaji secara empiris sejauh mana pendirian Pusat Penelitian Bioteknologi di Kutai Barat dapat meningkatkan produktivitas pertanian lokal serta tingkat adopsi teknologi bioteknologi oleh petani. Penelitian kedua dapat memfokuskan pada evaluasi kinerja energi bangunan hijau yang dirancang, khususnya efektivitas panel surya, green roof, dan sistem pengelolaan air bersih dalam konteks iklim tropis Kalimantan, sehingga dapat memberikan rekomendasi perbaikan desain untuk efisiensi energi yang lebih tinggi. Penelitian ketiga dapat mengembangkan model ekonomi‑sosial berkelanjutan bagi pusat penelitian tersebut, dengan meneliti mekanisme pembiayaan, partisipasi stakeholder, dan dampak sosial‑ekonomi terhadap masyarakat sekitar, guna memastikan operasional jangka panjang yang mandiri dan memberikan manfaat luas. Ketiga studi tersebut diharapkan dapat melengkapi perencanaan awal, memperkuat dasar ilmiah, dan mendukung implementasi yang efektif serta berkelanjutan. Selain itu, studi lintas disiplin yang melibatkan ahli agronomi, insinyur lingkungan, dan pakar ekonomi dapat memperkaya analisis dan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih komprehensif. Dengan demikian, hasil penelitian lanjutan diharapkan tidak hanya meningkatkan kinerja teknis pusat, tetapi juga memperkuat kebijakan daerah dalam mendukung inovasi bioteknologi pertanian.

Read online
File size472.07 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test