CCRJOURNALCCRJOURNAL
Pelita PerkebunanPelita PerkebunanKomunitas serangga sangat penting bagi keberhasilan ekologi dan ekonomi sistem agroforestri kakao, karena menyediakan fungsi esensial seperti penyerbukan, pengendalian hama, dan siklus nutrisi. Keberadaan dan kinerjanya dipengaruhi oleh struktur lahan, genetika klon, kompleksitas habitat, dan praktik pertanian. Penelitian ini dilakukan di Stasiun Eksperimental Lembaga Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (ICCRI) di Jember, Jawa Timur, dengan memfokuskan pada dua tipe bidang kakao yang berbeda (perbedaan tahun penanaman, kepadatan tanaman, dan pohon peneduh) serta tiga klon (ICCRI03, ICCRI09, dan MCC02). Hasil penelitian menyoroti peran kondisi lapangan dan faktor genetik dalam membentuk keragaman dan kelimpahan serangga. Metode penangkap menggunakan perangkap kuning, sementara variabel lapangan yang diukur meliputi tinggi tanaman, lebar kanopi, dan jumlah daun rontok. Observasi mengidentifikasi 35 morfospecies serangga dari 30 famili serta delapan morfospecies non‑serangga, yang menekankan keragaman fungsional komunitas tersebut. Kondisi lapangan dan klon tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kelimpahan dan keragaman serangga. Variabel seperti tinggi tanaman, lebar kanopi, dan jumlah daun rontok tidak menunjukkan korelasi kuat dengan kelimpahan serangga. Lahan dengan lebih banyak pohon peneduh dan vegetasi menunjukkan kelimpahan serangga yang lebih tinggi, khususnya predator dan pengurai. Klon MCC02 mendukung populasi penyerbuk, ICCRI03 meningkatkan predator dan parasitoid, serta ICCRI09 meningkatkan keragaman secara keseluruhan. Namun, penyerbuk dan omnivora menunjukkan variasi yang minim di semua kondisi. Indeks keanekaragaman Shannon (H = 1,59‑1,75) mengindikasikan keanekaragaman sedang dengan distribusi spesies yang tidak merata. Penelitian ini menegaskan pentingnya menjaga kompleksitas habitat, mengoptimalkan manajemen lahan, dan seleksi klon secara strategis untuk meningkatkan layanan ekosistem seperti penyerbukan dan pengendalian hama sekaligus mendukung keanekaragaman hayati.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi lapangan dan genetika klon kakao memengaruhi komposisi komunitas serangga, di mana lahan dengan naungan lebih lebat (Field A) memiliki kelimpahan serangga lebih tinggi, sementara lahan dengan naungan kurang (Field B) menarik lebih banyak herbivora.Klon MCC02 menarik paling banyak serangga, ICCRI09 memperlihatkan keragaman yang lebih tinggi, namun keanekaragaman penyerbuk dan omnivora rendah akibat habitat yang sederhana dan kurangnya bunga.Indeks Shannon yang sedang menunjukkan komunitas yang relatif seimbang namun tidak merata.pengelolaan naungan, peningkatan kompleksitas habitat, dan pemilihan klon yang tepat dapat meningkatkan penyerbukan, pengendalian hama, dan keanekaragaman secara keseluruhan, sehingga penelitian lanjutan perlu meneliti peran bunga dan keragaman habitat dalam mendukung populasi penyerbuk dan omnivora.
Bagaimana penambahan tanaman berbunga sebagai lapisan bawah pada kebun kakao memengaruhi keragaman dan kelimpahan penyerbuk serta omnivora, dan apakah hal ini dapat meningkatkan layanan ekosistem pada sistem agroforestri? Apakah variasi spesies pohon peneduh (misalnya Leucaena, Piper, atau jenis lokal lainnya) dapat memodulasi struktur komunitas serangga fungsional, termasuk predator, parasitoid, dan pengurai, serta dampaknya terhadap hasil produksi kakao? Bagaimana profil senyawa volatil organik yang diproduksi oleh masing‑masing klon kakao memengaruhi atraksi serangga menguntungkan, dan dapatkah seleksi klon berdasarkan aroma bunga meningkatkan penyerbukan alami? Penelitian ini sebaiknya dilakukan dalam skala jangka panjang dengan pengukuran mikroklimat, tutupan kanopi, dan jumlah daun rontok untuk menilai interaksi dinamis antara faktor lingkungan dan genetik. Dengan melibatkan petani lokal dalam eksperimen ini, hasilnya dapat langsung diimplementasikan untuk mengoptimalkan manajemen kebun kakao yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
- DOI Name 10.1016 Values. name values index type timestamp data serv crossref email support namespace... doi.org/10.1016DOI Name 10 1016 Values name values index type timestamp data serv crossref email support namespace doi 10 1016
- A review of the role of pollination on the yield of cocoa plant | Dani | Kultivasi. review role pollination... jurnal.unpad.ac.id/kultivasi/article/view/41513A review of the role of pollination on the yield of cocoa plant Dani Kultivasi review role pollination jurnal unpad ac kultivasi article view 41513
- Intraspecific variation in plantâassociated herbivore communities is phylogenetically structured... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/ele.13852Intraspecific variation in plantyAAAaassociated herbivore communities is phylogenetically structured onlinelibrary wiley doi 10 1111 ele 13852
| File size | 315.94 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
ARKAINSTITUTEARKAINSTITUTE Terdapat perbedaan signifikan dalam hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model Problem Based Learning (PBL) menggunakan LKPD dibandingkan tanpa LKPDTerdapat perbedaan signifikan dalam hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model Problem Based Learning (PBL) menggunakan LKPD dibandingkan tanpa LKPD
UNIKUUNIKU Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis serangga dan peran ekologis dari serangga tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitianTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis serangga dan peran ekologis dari serangga tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian
APTKLHIAPTKLHI Penelitian-penelitian tersebut sangat penting untuk menciptakan kebijakan terhadap konservasi hutan dan mendukung penghidupan Masyarakat lokal, terutamaPenelitian-penelitian tersebut sangat penting untuk menciptakan kebijakan terhadap konservasi hutan dan mendukung penghidupan Masyarakat lokal, terutama
YBLIYBLI Hasil kegiatan telah memberikan hasil sebagai berikut: Terjadi peningkatan pengetahuan tentang satwa kunci Sulawesi pada peserta, yaitu dari rata-rataHasil kegiatan telah memberikan hasil sebagai berikut: Terjadi peningkatan pengetahuan tentang satwa kunci Sulawesi pada peserta, yaitu dari rata-rata
UPN VeteranUPN Veteran Program UPSUS di Desa Tinggar Jaya terbukti menjadi upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional dan mendorong inovasi pertanianProgram UPSUS di Desa Tinggar Jaya terbukti menjadi upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional dan mendorong inovasi pertanian
ITTELKOM SBYITTELKOM SBY Manfaat dari adanya edukasi mengenai SDGs ini agar kaum milenial mampu berperan banyak dalam memajukan kelestarian dan kesejahteraan dunia dan tetap memperhatikanManfaat dari adanya edukasi mengenai SDGs ini agar kaum milenial mampu berperan banyak dalam memajukan kelestarian dan kesejahteraan dunia dan tetap memperhatikan
UNILAUNILA Diperoleh total 37 sampel kotoran siamang, 30 sampel di dalamnya terdapat biji dan 7 sampel hanya terdapat daun. Dari 30 sampel, 7 sampel terdapat bijiDiperoleh total 37 sampel kotoran siamang, 30 sampel di dalamnya terdapat biji dan 7 sampel hanya terdapat daun. Dari 30 sampel, 7 sampel terdapat biji
UNILAUNILA Data spasial diolah dengan software Erdas imagine versi 8. 5 dan Arc View versi 3. 3, sedangkan data atribut diolah secara diskriptif dan dianalisa secaraData spasial diolah dengan software Erdas imagine versi 8. 5 dan Arc View versi 3. 3, sedangkan data atribut diolah secara diskriptif dan dianalisa secara
Useful /
ISKIISKI The program leverages a horizontal network architecture, connecting central actors with local clusters for adaptive responses to challenges. Ultimately,The program leverages a horizontal network architecture, connecting central actors with local clusters for adaptive responses to challenges. Ultimately,
CCRJOURNALCCRJOURNAL However, the increasing export volume is not matched by decreasing production due to decreasing land area. This study aims to identify the mapping of cocoaHowever, the increasing export volume is not matched by decreasing production due to decreasing land area. This study aims to identify the mapping of cocoa
ISKIISKI Analisis IFAS–EFAS menempatkan tata kelola Ciliwung dalam kuadran pertumbuhan–stabilitas, yang mencerminkan keseimbangan antara kekuatan internal danAnalisis IFAS–EFAS menempatkan tata kelola Ciliwung dalam kuadran pertumbuhan–stabilitas, yang mencerminkan keseimbangan antara kekuatan internal dan
RIVERSTUDIESRIVERSTUDIES Wawancara dengan masyarakat lokal mengungkapkan pengetahuan tradisional yang kaya terkait navigasi sungai, penggunaan tanaman obat, dan praktik budaya,Wawancara dengan masyarakat lokal mengungkapkan pengetahuan tradisional yang kaya terkait navigasi sungai, penggunaan tanaman obat, dan praktik budaya,