ISKIISKI

Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi IndonesiaJurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antar-aktor dalam pengelolaan Sungai Ciliwung dan mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam membangun tata kelola kolaboratif yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif dan evaluatif, mensintesis data dari berbagai dokumen dan studi sebelumnya. Temuan menunjukkan bahwa pemerintah tetap menjadi aktor yang paling dominan karena otoritas regulasinya dan kapasitas sumber daya, tetapi rentan terhadap fragmentasi institusional dan tekanan publik. Sektor swasta memiliki potensi finansial dan teknologi yang signifikan, tetapi keterlibatannya masih sebagian besar bersifat filantropis. Organisasi non-pemerintah (NGO) muncul sebagai aktor yang paling efektif dalam menjembatani kolaborasi di antara para pemangku kepentingan melalui pendekatan komunikasi partisipatif dan pembangunan. Akademisi berfungsi sebagai sumber legitimasi ilmiah tetapi menunjukkan kapasitas terbatas dalam terjemahan kebijakan, sementara media memperkuat kesadaran publik dan akuntabilitas sosial. Analisis IFAS–EFAS menempatkan tata kelola Ciliwung dalam kuadran pertumbuhan–stabilitas, yang mencerminkan keseimbangan antara kekuatan internal dan peluang eksternal. Studi ini menyoroti pentingnya mengadopsi pendekatan Whole of Government dan Whole of Society untuk meningkatkan koordinasi antar lembaga, insentif kolaboratif, dan keterlibatan publik untuk tata kelola sungai yang berkelanjutan.

Berdasarkan analisis, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan Sungai Ciliwung belum sepenuhnya mencerminkan tata kelola kolaboratif terintegrasi.Hubungan antar aktor, yaitu pemerintah, sektor swasta, NGO, akademisi, dan media, masih parsial, dengan tingkat koordinasi yang belum optimal.Pemerintah tetap menjadi aktor dominan karena kekuatan regulasi dan sumber dayanya, tetapi masih menghadapi fragmentasi kebijakan dan tekanan birokrasi yang melemahkan efektivitas implementasi program.Sektor swasta memiliki potensi besar dalam mendukung pengelolaan lingkungan, tetapi keterlibatannya masih bersifat filantropis dan belum terinstitusionalisasi dalam sistem kebijakan lingkungan.NGO telah muncul sebagai aktor yang paling efektif dalam membangun jaringan sosial dan menjembatani kepentingan antar aktor, sementara akademisi memberikan legitimasi ilmiah tetapi masih lemah dalam advokasi kebijakan.Media memainkan peran penting dalam membentuk kesadaran publik dan memperkuat tekanan positif pada pemerintah dan sektor swasta untuk lebih akuntabel dalam pengelolaan lingkungan.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, bagaimana pengaruh media sosial terhadap perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan Sungai Ciliwung? Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana kampanye di media sosial dapat meningkatkan kesadaran dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian sungai. Kedua, bagaimana peran teknologi dalam memantau kualitas air Sungai Ciliwung secara real-time dan memberikan informasi kepada masyarakat? Pengembangan sistem pemantauan berbasis teknologi dapat memberikan data yang akurat dan transparan, sehingga memudahkan pengambilan keputusan dan tindakan pencegahan. Ketiga, bagaimana model kemitraan publik-swasta (Public-Private Partnership/PPP) dapat diterapkan untuk meningkatkan investasi dalam infrastruktur pengelolaan sampah di wilayah Sungai Ciliwung? Penelitian ini dapat mengidentifikasi model PPP yang efektif dan berkelanjutan, serta memberikan rekomendasi kebijakan untuk mendorong partisipasi sektor swasta dalam pengelolaan sampah.

  1. Research on The Impact of Ciliwung River Water on The Surrounding Environment in The DKI Jakarta Area... doi.org/10.1088/1755-1315/1175/1/012013Research on The Impact of Ciliwung River Water on The Surrounding Environment in The DKI Jakarta Area doi 10 1088 1755 1315 1175 1 012013
  2. Generation Z’s Perspectives and Responses to Climate Change: The Role of Education and Social Media... doi.org/10.25008/jkiski.v10i1.1201Generation ZAos Perspectives and Responses to Climate Change The Role of Education and Social Media doi 10 25008 jkiski v10i1 1201
  3. Joined-up Government: A Survey - Christopher Pollitt, 2003. joined government survey christopher pollitt... doi.org/10.1111/1478-9299.00004Joined up Government A Survey Christopher Pollitt 2003 joined government survey christopher pollitt doi 10 1111 1478 9299 00004
  4. Development communication in the Ciliwung Bersih movement | JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia).... doi.org/10.29210/020242403Development communication in the Ciliwung Bersih movement JPPI Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia doi 10 29210 020242403
Read online
File size717.1 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test