ISKIISKI
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi IndonesiaJurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi IndonesiaMalnutrition, particularly stunting, remains a critical public health challenge in Indonesia, prompting the government to launch the Free Nutritious Meals Program (MBG) as a strategic intervention. However, the program encounters significant implementation obstacles, including bureaucratic fragmentation and suboptimal inter-agency coordination. This study aims to analyze the mechanisms of cross-sectoral collaboration, identify supporting and inhibiting factors, and evaluate their impact on the programs effectiveness and sustainability. Utilizing an interpretive qualitative paradigm and a case study approach, data were collected through participatory observation and in-depth interviews with key strategic informants from the National Nutrition Agency (BGN) and crisis communication practitioners. The research applies the frameworks of Collaborative Governance and the Agency Network/Cluster Model to interpret the findings. The results indicate that the MBG program successfully integrates collaborative elements, such as a conducive policy context and active stakeholder engagement with a horizontal network architecture. This structure connects central actors to local clusters, enabling adaptive responses to crises and logistical challenges in remote areas. The study concludes that combining collaborative processes with a flexible network structure creates a resilient communication model that relies on horizontal synergy rather than vertical hierarchy to ensure sustainable nutrition enhancement.
The study demonstrates the successful implementation of collaborative governance principles within the Free Nutritious Meals Program (MBG), supported by five key elements.a conducive context, open dialogue, active partner involvement, trust-building, and intermediate outcomes.The program leverages a horizontal network architecture, connecting central actors with local clusters for adaptive responses to challenges.Ultimately, the combination of collaborative processes and network structure fosters a resilient communication model prioritizing horizontal synergy for sustainable nutrition enhancement.
To enhance the Free Nutritious Meals Program (MBG), the National Nutrition Agency (BGN) and Government Communication Agency should institutionalize regular, face-to-face multi-stakeholder forums at the district level to strengthen local dialogue and develop integrated digital platforms connecting reporting, monitoring, and community feedback. Furthermore, strengthening local champion training in remote areas through partnerships with community leaders is crucial for program acceptance. Future research should focus on comparative analyses with international programs, assessing the long-term impact of collaborative networks on nutrition outcomes and local economic sustainability, and evaluating the effectiveness of digital crisis communication strategies. Replicating the MBG collaborative communication model in other national social programs, emphasizing horizontal networks and interim results, can improve program effectiveness and sustainability across various sectors.
| File size | 368.03 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
KEMENDAGRIKEMENDAGRI Surakarta City, as a cultural city in the process of becoming a smart city, faces challenges in streamlining bureaucracy, improving residents quality ofSurakarta City, as a cultural city in the process of becoming a smart city, faces challenges in streamlining bureaucracy, improving residents quality of
JOURNALKEBERLANJUTANJOURNALKEBERLANJUTAN Multi Mayaka Surabaya. Sampel penelitian terdiri dari 36 responden yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner,Multi Mayaka Surabaya. Sampel penelitian terdiri dari 36 responden yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner,
JOURNALKEBERLANJUTANJOURNALKEBERLANJUTAN Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh Brand Image dan Brand Awareness terhadap Keputusan Pembelian, baik secara parsial maupunTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh Brand Image dan Brand Awareness terhadap Keputusan Pembelian, baik secara parsial maupun
DIM UNPASDIM UNPAS Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan pemangku kepentingan pariwisata dan wisatawan, sertaDengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan pemangku kepentingan pariwisata dan wisatawan, serta
UNTADUNTAD Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antar pihak belum berjalan secara optimal, tantangan utamanya adalah komunikasi yang terbatas, kurangnyaHasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antar pihak belum berjalan secara optimal, tantangan utamanya adalah komunikasi yang terbatas, kurangnya
UNTADUNTAD 5 Tahun 2017 belum diimplementasikan optimal, armada pengangkut sampah terbatas, dan kesadaran masyarakat menjadi kendala utama dalam pengelolaan sampah5 Tahun 2017 belum diimplementasikan optimal, armada pengangkut sampah terbatas, dan kesadaran masyarakat menjadi kendala utama dalam pengelolaan sampah
UNTADUNTAD Hasil menunjukkan kurangnya partisipasi dan tindakan tegas terhadap penguasa aset, dengan 8 kendaraan yang belum dikembalikan meskipun hanya mengandalkanHasil menunjukkan kurangnya partisipasi dan tindakan tegas terhadap penguasa aset, dengan 8 kendaraan yang belum dikembalikan meskipun hanya mengandalkan
UNTADUNTAD Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, PDAM, dan masyarakat sangat penting untuk meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitasOleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, PDAM, dan masyarakat sangat penting untuk meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas
Useful /
CCRJOURNALCCRJOURNAL The study was arranged by randomized complete block design with a split-plot arrangement, consisting of two factors with three replications. The main plotThe study was arranged by randomized complete block design with a split-plot arrangement, consisting of two factors with three replications. The main plot
CCRJOURNALCCRJOURNAL Keberadaan dan kinerjanya dipengaruhi oleh struktur lahan, genetika klon, kompleksitas habitat, dan praktik pertanian. Penelitian ini dilakukan di StasiunKeberadaan dan kinerjanya dipengaruhi oleh struktur lahan, genetika klon, kompleksitas habitat, dan praktik pertanian. Penelitian ini dilakukan di Stasiun
ISKIISKI NGO telah muncul sebagai aktor yang paling efektif dalam membangun jaringan sosial dan menjembatani kepentingan antar aktor, sementara akademisi memberikanNGO telah muncul sebagai aktor yang paling efektif dalam membangun jaringan sosial dan menjembatani kepentingan antar aktor, sementara akademisi memberikan
DIM UNPASDIM UNPAS Namun, penerapan AI juga menimbulkan tantangan terkait privasi data, keamanan informasi, serta kepercayaan konsumen, karena konsumen semakin khawatir tentangNamun, penerapan AI juga menimbulkan tantangan terkait privasi data, keamanan informasi, serta kepercayaan konsumen, karena konsumen semakin khawatir tentang