ISKIISKI

Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi IndonesiaJurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Penelitian ini mengkaji konflik Laut China Selatan yang melibatkan negara-negara di kawasan tersebut. Meski tidak terbatas pada negara tetangga Laut China Selatan, negara-negara adidaya seperti AS, Inggris, Jerman, Kanada, Australia, dan India juga terlibat. Konflik mendapat perhatian serius dari media Melayu seperti kompas.com (Indonesia), bharian.com.my (Malaysia), dan mediapermata.com (Brunei). Studi ini bertujuan memeriksa bagaimana media Melayu membingkai konflik Laut China Selatan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif sesuai model Entman. Hasil menunjukkan bahwa tiga media melihat klaim China atas Laut China Selatan dan sumber daya alamnya sebagai akar masalah. Bharian.com.my menambahkan hegemoni China di Laut Cina Selatan sebagai akar masalah. Untuk penyebab konflik, mereka sepakat terhadap agresivitas China dan kapal perang mereka di Laut China Selatan. Kompas.com dan bharian.com.my juga menyebut kebijakan China yang mewajibkan kapal asing melapor saat melintasi Laut China Selatan. Dalam moral penilaian, mereka sepakat perlu menjaga perdamaian, ketertiban, dan keamanan. Untuk rekomendasi, mereka mendorong kepatuhan terhadap konvensi PBB.

com menunjukkan kesamaan dan perbedaan dalam pembingkaian konflik Laut China Selatan.Masing-masing membangun konstruksi wilayah dengan ideologi dan agenda media mereka sendiri.Mereka sepakat klaim China terhadap Laut China Selatan dan faktor ekonomi sebagai akar masalah.Namun, keduanya memiliki kecenderungan untuk mempertahankan negaranya masing-masing.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh faktor ekonomi terhadap pembingkaian media terhadap konflik Laut China Selatan, membandingkan perbedaan pendekatan media Melayu dengan media internasional dalam meliput konflik serupa, atau mengeksplorasi peran negara adidaya dalam membangun narasi konflik melalui media. Studi juga bisa menginvestigasi efektivitas diplomasi ASEAN dalam meredam ketegangan lalui tindakan media. Selain itu, analisis terhadap evolusi narasi media sejak dekade terakhir hingga saat ini dapat memberikan wawasan tentang dinamika politik regional.

  1. Framing Analysis of the South China Sea News Conflict in the Malay Media | Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana... jurnal-iski.or.id/index.php/jkiski/article/view/1218Framing Analysis of the South China Sea News Conflict in the Malay Media Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana jurnal iski index php jkiski article view 1218
  2. Framing Strategic News from The Perspective of Media Organizations in Malaysia | Kasim | Jurnal Komunikasi:... doi.org/10.17576/JKMJC-2018-3401-20Framing Strategic News from The Perspective of Media Organizations in Malaysia Kasim Jurnal Komunikasi doi 10 17576 JKMJC 2018 3401 20
  3. Framing Analysis of Putin Political Communication in Tempo Magazine | Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana... doi.org/10.25008/jkiski.v8i1.790Framing Analysis of Putin Political Communication in Tempo Magazine Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana doi 10 25008 jkiski v8i1 790
Read online
File size638.42 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test