UNIMALUNIMAL

Jurnal AgriumJurnal Agrium

Perkiraan International Rubber Study Group (IRSG) mengindikasikan potensi kekurangan pasokan karet dalam dua dekade mendatang. Pemerintah Indonesia menargetkan peningkatan produksi karet menjadi 3-4 juta ton/tahun pada tahun 2025, yang memerlukan peremajaan minimal 85% areal kebun karet yang kurang produktif melalui teknologi peningkatan produktivitas tanah dan penggunaan klon karet unggul. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas teknik biopori dalam memperbaiki sifat biologi tanah kebun karet. Penelitian dilakukan di lahan karet Desa Jaharun B, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, dari Februari hingga Agustus 2017, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan empat perlakuan dosis serasah tanaman karet (K1: Kontrol, K2: 3 kg, K3: 3,5 kg, K4: 4 kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serasah karet melalui teknik biopori berpengaruh sangat nyata terhadap perbaikan sifat biologi tanah (C-organik, N-total, C/N, dan total mikroba tanah), dengan dosis optimal 3,5 kg. Peningkatan dosis serasah karet berkorelasi positif dengan perbaikan sifat kimia tanah kebun karet.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan serasah karet menggunakan teknik biopori secara signifikan memperbaiki sifat biologi tanah kebun karet pada semua parameter yang diamati.Dosis serasah karet sebesar 3,5 kg memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan C-organik, N-total, memperbaiki rasio C/N, dan meningkatkan jumlah mikroba tanah.Penerapan teknik biopori berpotensi menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas kebun karet.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengkaji efektivitas teknik biopori pada berbagai jenis tanah dan kemiringan lahan, mengingat kondisi tanah dan topografi dapat memengaruhi hasil. Kedua, studi lebih mendalam mengenai interaksi antara teknik biopori dengan penggunaan pupuk organik atau anorganik dapat dilakukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan hara dan meningkatkan pertumbuhan tanaman karet. Ketiga, penelitian jangka panjang diperlukan untuk mengevaluasi dampak berkelanjutan dari penerapan teknik biopori terhadap struktur tanah, keanekaragaman mikroba tanah, dan produktivitas tanaman karet secara keseluruhan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan mendukung pengembangan praktik pertanian karet yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, sehingga dapat membantu mencapai target produksi karet nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani karet.

Read online
File size144.28 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test