THEJOURNALISHTHEJOURNALISH

The Journal PublishingThe Journal Publishing

Sektor pertanian merupakan sektor penting untuk ketahanan pangan di Indonesia. Namun, pemerintah hanya berfokus pada pembangunan melalui sektor industri, sehingga pertanian luntur akibat masuknya sektor modern melalui hubungan negara pusat-satelit. Hal tersebut terlihat alih fungsi lahan pertanian yang sering terjadi di perkotaan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan bagaimana . Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan. Data didapatkan melalui sumber berita, hingga jurnal yang menjelaskan pembangunan sektor industri yang menggeser lahan pertanian. Analisis data menggunakan Model Miles dan Huberman. Data diklasifikasikan sesuai dengan rumusan masalah, kemudian direduksi menjadi kesimpulan yang dapat dipahami. Penelitian ini menggunakan teori ketergantungan untuk membantu menganalisis data. Teori ketergantungan dipilih sebab dapat menjelaskan keterbelakangan negara satelit dikarenakan sektor modern. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sektor pertanian di perkotaan semakin luntur, karena lahan pertanian yang semakin berkurang, karena maraknya alih fungsi lahan untuk industri, infrastruktur, dan pemukiman. Regenerasi petani menurun, akibat tidak ada minat menjadi petani.

Pertumbuhan ekonomi perkotaan yang berfokus pada sektor industri menyebabkan alih fungsi lahan pertanian, yang diperparah oleh proyek pembangunan nasional dan kepentingan investor.Kondisi ini diperburuk oleh kurangnya dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian dan menurunnya minat generasi muda untuk menjadi petani.Lunturnya sektor pertanian ini mengancam ketahanan pangan dan menunjukkan ketergantungan Indonesia pada negara lain, sesuai dengan teori ketergantungan yang menjelaskan eksploitasi negara satelit oleh negara pusat.

Berdasarkan analisis terhadap , perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mencari solusi yang lebih komprehensif. Pertama, penelitian perlu difokuskan pada pengembangan model pertanian perkotaan yang berkelanjutan, seperti pertanian vertikal atau hidroponik, yang dapat memaksimalkan penggunaan lahan terbatas dan meningkatkan produktivitas pangan lokal. Kedua, penting untuk mengkaji efektivitas kebijakan pemerintah dalam melindungi lahan pertanian dan memberikan insentif bagi petani muda agar tertarik terjun ke sektor pertanian. Penelitian ini dapat mencakup analisis perbandingan kebijakan di negara-negara lain yang berhasil mempertahankan sektor pertaniannya di tengah urbanisasi. Ketiga, penelitian perlu dilakukan untuk memahami dampak psikologis dan sosial dari hilangnya mata pencaharian petani akibat alih fungsi lahan, serta mencari solusi untuk meningkatkan kesejahteraan mereka melalui program pelatihan keterampilan dan diversifikasi ekonomi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan untuk menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di perkotaan.

  1. Gambaran Krisis Petani Muda Indonesia | Arvianti | AGRIEKONOMIKA. gambaran krisis petani muda arvianti... journal.trunojoyo.ac.id/agriekonomika/article/view/5429Gambaran Krisis Petani Muda Indonesia Arvianti AGRIEKONOMIKA gambaran krisis petani muda arvianti journal trunojoyo ac agriekonomika article view 5429
Read online
File size512.02 KB
Pages24
DMCAReport

Related /

ads-block-test