169169

AWILARASAWILARAS

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh selera musik dalam menentukan perilaku sosial kelompok masyarakat yang memiliki karakter tendensi preferensi musik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kasus pada konser band. Dalam penelitian menggunakan teori oleh Juul Mulder, jenis musik yang memiliki dampak negatif terhadap perilaku sosial di masyarakat adalah genre musik rock, heavy-metal, rap/hip-hop. Dalam teori dilakukan di negara Belanda, namun berbeda kondisi dengan fenomena yang terjadi di Indonesia ketika digelar sebuah konser musik rock. Ada dua fenomena yang berbeda dari kedua konser tersebut, di mana masing-masing kelompok musik mengusung genre yang sama dengan hasil penelitian Judul Mulder yaitu musik rock. Hasilnya yaitu konser yang pertama dari kelompok musik Amerika Dream Theater sama sekali tidak menunjukkan perilaku negatif dari penggemar kelompok tersebut yang mendatangi konsernya. Sedangkan konser musik yang kedua dari kelompok musik Slank menunjukkan perilaku yang cenderung negatif dari para penggemarnya. Dari kedua fenomena tersebut ada faktor selain preferensi musik yang membentuk perilaku negatif dari penggemar kelompok musik. Beberapa hal terbukti disimpulkan terkait hal yang relevan hubungan antara preferensi musik dan perilaku yang bermasalah. Pertama mencontohkan perilaku dan sikap mereka pada media musik yang mereka pilih. Kedua, posisi sosial penonton dan masalah psikososial yang sudah ada sebelumnya dapat mempengaruhi pilihan musik. Dan ketiga preferensi musik mendorong penonton ke arah musik yang banyak bercirikan permasalahan perilaku kenakalan remaja, seperti penyalahgunaan narkoba, perasaan depresi.

Kelompok masyarakat yang memiliki preferensi musik cenderung merepresentasikan kesukaannya melalui perilaku mereka dalam kehidupan sosial.Perilaku negatif tidak semata-mata disebabkan oleh genre musik, melainkan lebih dipengaruhi oleh dinamika kelompok penggemar dan kondisi psikososial individu.Tiga faktor utama yang memengaruhi kaitan antara preferensi musik dan perilaku bermasalah adalah peniruan terhadap media musik, posisi sosial, dan kecenderungan musik terhadap tema kenakalan remaja.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang mengkaji lebih dalam tentang bagaimana konteks sosial-ekonomi penonton membentuk respons perilaku terhadap genre musik tertentu, terutama dalam konser musik rock dan dangdut di kawasan perkotaan dan pedesaan. Kedua, penting untuk mengeksplorasi peran media digital dan platform streaming dalam memperkuat identitas kelompok penggemar serta pengaruhnya terhadap adopsi perilaku bermasalah, mengingat pergeseran cara masyarakat mengakses dan mengonsumsi musik. Ketiga, diperlukan studi komparatif lintas generasi untuk memahami apakah perubahan nilai sosial dan norma budaya memengaruhi makna dan dampak dari preferensi musik terhadap perilaku sosial, terutama di kalangan remaja yang tumbuh dalam era digital.

Read online
File size276.96 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test