LEMHANNASLEMHANNAS

Jurnal Lemhannas RIJurnal Lemhannas RI

Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana kepemimpinan spiritual memperkuat kinerja berkelanjutan dan ketahanan ekonomi usaha kecil menengah (UKM) di negara-negara Asia yang sedang berkembang yang menghadapi gangguan pasca-pandemi, risiko terkait iklim, dan persyaratan ESG yang semakin ketat. Berdasarkan kerangka Tawhid String Relationship (TSR) dan Maqasid Sharia, studi ini menganalisis hubungan antara kepemimpinan spiritual, spiritualitas di tempat kerja, perilaku kerja inovatif, perilaku warga organisasi (OCB), dan respons krisis. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan spiritual, yang ditandai oleh visi, harapan atau iman, cinta altruistik, pekerjaan bermakna, dan rasa komunitas, memperkuat ketahanan UKM dengan memupuk motivasi intrinsik, spiritualitas di tempat kerja, OCB, perilaku kerja inovatif, dan respons krisis. Kinerja berkelanjutan konseptualisasi melalui Ekonomi Nabi (Quad P: Nabi, Keuntungan, Orang, dan Planet), yang selaras dengan prinsip Maqasid Sharia. Dilihat melalui kerangka Asta Gatra, ketahanan UKM mencerminkan interaksi antara dimensi alam dan sosial, menunjukkan bahwa kepemimpinan spiritual memperkuat tidak hanya nilai-nilai internal organisasi tetapi juga kapasitas strategis yang diperlukan untuk mempertahankan ketahanan bisnis jangka panjang.

Studi ini menemukan bahwa penelitian tentang kepemimpinan spiritual dalam UKM di negara-negara Asia yang sedang berkembang telah berkembang secara signifikan, fokus pada asosiasi empiris antara kepemimpinan spiritual (melalui visi, harapan/imam, cinta altruistik, pekerjaan bermakna, dan komunitas) dengan inovasi/ketahanan serta perilaku ekstra-rol.Maqasid Sharia memperluas keberlanjutan UKM, yang di Eropa dan tempat lainnya diframing melalui ESG dengan dimensi yang lebih holistik dari perlindungan.Kepemimpinan spiritual mempromosikan ketahanan melalui motivasi intrinsik, spiritualitas di tempat kerja, OCB, inovasi, dan respons krisis terutama ketika organisasi terpapar tekanan eksternal seperti resesi ekonomi, perubahan iklim, dan regulasi hijau.Dengan kombinasi TSR dan Maqasid Shariah, para pemimpin mengubah nilai monoteistik menjadi prinsip moral yang meningkatkan keunggulan kompetitif dengan faktor budaya, regulasi, dan digital (variabel perantara).

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengaruh transformasi digital terhadap efektivitas kepemimpinan spiritual dalam meningkatkan ketahanan UKM, khususnya dalam konteks adopsi teknologi dan pengelolaan risiko. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi perbedaan budaya di antara negara-negara Asia yang sedang berkembang dalam mengimplementasikan prinsip Maqasid Sharia dan TSR, serta bagaimana hal ini memengaruhi praktik bisnis berkelanjutan. Penelitian juga bisa mengkaji dampak jangka panjang dari integrasi nilai-nilai spiritual dan etika bisnis Islam dalam struktur tata kelola UKM, termasuk tantangan dalam pengukuran kinerja berkelanjutan dan pengembangan kebijakan yang inklusif. Dengan memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, peneliti dapat mengidentifikasi strategi adaptif yang lebih efektif untuk menghadapi ketidakpastian global, seperti perubahan kebijakan ESG dan tekanan lingkungan. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengevaluasi peran lembaga pemerintah dan non-pemerintah dalam mendukung UKM dalam menerapkan prinsip spiritual dan berkelanjutan, termasuk akses ke sumber daya finansial dan pelatihan yang relevan.

  1. The role of professional culture; Enhancing engagement and organizational performance in islamic social... cya.unam.mx/index.php/cya/article/view/5029The role of professional culture Enhancing engagement and organizational performance in islamic social cya unam mx index php cya article view 5029
Read online
File size500.11 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test