LEMHANNASLEMHANNAS

Jurnal Lemhannas RIJurnal Lemhannas RI

Penelitian ini mengeksplorasi dampak hoaks terhadap persepsi publik dan stabilitas sosial di Indonesia dalam konteks konsumsi media digital. Penelitian ini juga mengungkap peran literasi digital dalam mengurangi penyebaran informasi palsu serta mengevaluasi strategi untuk memperkuat ketahanan terhadap hoaks. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menilai persepsi dan perilaku pengguna media sosial terhadap hoaks melalui kuesioner online. Hasil menunjukkan bahwa hoaks mayoritas menyebar melalui platform media sosial, dengan kelompok usia dan tingkat pendidikan tertentu lebih rentan terhadap informasi palsu. Literasi digital rendah dan bias algoritma, seperti filter bubble, berkontribusi pada penyebaran cepat informasi palsu. Meskipun inisiatif pemerintah dan sektor swasta dalam program literasi digital telah berkembang, tantangan tetap ada dalam memastikan adopsi luas kebiasaan fact-checking di kalangan pengguna.

Hasil menunjukkan bahwa responden sering menghadapi hoaks di media sosial, namun banyak yang kesulitan membedakan informasi akurat dari palsu.Responden di bawah 18 tahun menunjukkan kemampuan lebih tinggi dalam mengenali hoaks, sementara responden usia 18–35 tahun masih ragu, dan responden di atas 45 tahun mengalami kesulitan lebih besar dalam mengidentifikasi konten tepercaya.Tingkat pendidikan dan pola konsumsi media sosial secara signifikan memengaruhi kemampuan mengenali dan menyebarkan hoaks.Oleh karena itu, meningkatkan literasi digital sangat penting untuk mengatasi penyebaran hoaks dan mengurangi dampaknya terhadap masyarakat.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak algoritma media sosial terhadap paparan hoaks, sehingga mengembangkan strategi mitigasi yang lebih efektif. Selain itu, pengembangan program literasi digital berbasis komunitas yang melibatkan pelajar dan remaja dapat meningkatkan kesadaran publik terhadap hoaks. Terakhir, studi tentang efek jangka panjang hoaks terhadap kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah dapat memberikan wawasan untuk memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi Indonesia.

  1. Technological Pride and National Resilience: How Innovation Shapes Stability and Security | Jurnal Lemhannas... jurnal.lemhannas.go.id/index.php/jkl/en/article/view/940Technological Pride and National Resilience How Innovation Shapes Stability and Security Jurnal Lemhannas jurnal lemhannas go index php jkl en article view 940
  2. Hoaxes in the Digital Era: An Analysis of Social Media Users’ Perceptions and Attitudes | Jurnal... doi.org/10.55960/jlri.v12i4.944Hoaxes in the Digital Era An Analysis of Social Media UsersAo Perceptions and Attitudes Jurnal doi 10 55960 jlri v12i4 944
Read online
File size1.52 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test