LEMHANNASLEMHANNAS
Jurnal Lemhannas RIJurnal Lemhannas RIMaju nya transformasi digital telah menghasilkan pola baru interaksi sosial dan semakin mempengaruhi kemampuan masyarakat untuk mempertahankan stabilitas sosial dan ketahanan nasional. Dalam kerangka ketahanan nasional, dinamika sosial di ruang digital merupakan dimensi kritis ketahanan sosial-budaya, karena mendasari kohesi sosial, kepercayaan, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat. Perubahan pola komunikasi digital ini menawarkan peluang sekaligus kerentanan, dengan implikasi signifikan terhadap kualitas hubungan sosial dan ketahanan sosial kolektif.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman korban penipuan cinta digital dibentuk melalui proses relasional yang bertahap dan bermakna, bukan sebagai tindakan penipuan keuangan yang tiba-tiba.Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan online awalnya ditafsirkan sebagai ruang aman untuk keintiman emosional, kemudian dinormalisasi melalui penerimaan ketidakhadiran dan penundaan pertemuan berulang, dan akhirnya mengalami pergeseran makna ketika muncul inkonsistensi dan permintaan bantuan keuangan.Proses ini menghasilkan kondisi pengalaman yang ambivalen di mana korban mulai menafsir ulang hubungan sebagai bentuk manipulasi relasional.
Untuk memperkuat ketahanan sosial-budaya, diperlukan pendekatan lintas sektoral yang melampaui penegakan hukum. Upaya pencegahan penipuan cinta digital harus mencakup peningkatan kesadaran kritis terhadap pola manipulasi emosional dan memperkuat mekanisme dukungan sosial yang aman dan inklusif. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan demografi dan budaya, serta mengintegrasikan metode kualitatif dan kuantitatif untuk meningkatkan generalisasi temuan, mengatasi keterbatasan terkait ukuran sampel, dan mendalami hubungan antara pengalaman hidup korban, dinamika sosial, dan penguatan ketahanan sosial-budaya.
- Reactualization of National Resilience: A Historical and Conceptual Study | Jurnal Lemhannas RI. national... jurnal.lemhannas.go.id/index.php/jkl/en/article/view/558Reactualization of National Resilience A Historical and Conceptual Study Jurnal Lemhannas RI national jurnal lemhannas go index php jkl en article view 558
- Digital Love Fraud and Social Resilience in Indonesia’s Socio-Cultural Transformation | Jurnal... doi.org/10.55960/jlri.v13i3.1254Digital Love Fraud and Social Resilience in IndonesiaAos Socio Cultural Transformation Jurnal doi 10 55960 jlri v13i3 1254
- IMPLIKASI KONSEP WAWASAN NUSANTARA TERHADAP KETAHANAN NASIONAL PADA ASPEK SOSIAL BUDAYA DI ERA GLOBALISASI... ejournal2.undiksha.ac.id/index.php/GANCEJ/article/view/4955IMPLIKASI KONSEP WAWASAN NUSANTARA TERHADAP KETAHANAN NASIONAL PADA ASPEK SOSIAL BUDAYA DI ERA GLOBALISASI ejournal2 undiksha ac index php GANCEJ article view 4955
| File size | 1.16 MB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
LEMHANNASLEMHANNAS Kemampuan respons tetap terbatas oleh masalah terkait sistem peringatan dini, fasilitas evakuasi, ketersediaan personel terlatih, koordinasi antar lembaga,Kemampuan respons tetap terbatas oleh masalah terkait sistem peringatan dini, fasilitas evakuasi, ketersediaan personel terlatih, koordinasi antar lembaga,
LEMHANNASLEMHANNAS Literasi digital rendah dan bias algoritma, seperti filter bubble, berkontribusi pada penyebaran cepat informasi palsu. Meskipun inisiatif pemerintah danLiterasi digital rendah dan bias algoritma, seperti filter bubble, berkontribusi pada penyebaran cepat informasi palsu. Meskipun inisiatif pemerintah dan
LEMHANNASLEMHANNAS Manajemen sumber daya alam, kualitas tenaga kerja, kapasitas produksi, penguasaan teknologi, dan ruang kebijakan adalah faktor utama yang menentukan apakahManajemen sumber daya alam, kualitas tenaga kerja, kapasitas produksi, penguasaan teknologi, dan ruang kebijakan adalah faktor utama yang menentukan apakah
LEMHANNASLEMHANNAS Namun, temuan ini menunjukkan bahwa tata kelola keuangan desa harus dipahami sebagai proses institusional yang saling terhubung, di mana akuntabilitas,Namun, temuan ini menunjukkan bahwa tata kelola keuangan desa harus dipahami sebagai proses institusional yang saling terhubung, di mana akuntabilitas,
POLBENGPOLBENG Data hasil pengujian diolah menggunakan analisis ANOVA satu arah (One-Way) dengan bantuan perangkat lunak Microsoft Excel untuk mengetahui apakah terdapatData hasil pengujian diolah menggunakan analisis ANOVA satu arah (One-Way) dengan bantuan perangkat lunak Microsoft Excel untuk mengetahui apakah terdapat
LEMHANNASLEMHANNAS Regulasi yang ada masih memiliki celah hukum dan kurangnya partisipasi masyarakat serta transparansi. Perlu reformasi regulasi, keterlibatan DPRD, danRegulasi yang ada masih memiliki celah hukum dan kurangnya partisipasi masyarakat serta transparansi. Perlu reformasi regulasi, keterlibatan DPRD, dan
LEMHANNASLEMHANNAS Ini melibatkan analisis regulasi daur ulang kapal nasional dan internasional serta mengevaluasi praktik daur ulang kapal Indonesia untuk mematuhi standarIni melibatkan analisis regulasi daur ulang kapal nasional dan internasional serta mengevaluasi praktik daur ulang kapal Indonesia untuk mematuhi standar
LEMHANNASLEMHANNAS Ketahanan nasional Indonesia, dilihat dari perspektif sejarah dan geostrategi, merupakan kondisi dinamis yang melibatkan berbagai dimensi kehidupan sosial.Ketahanan nasional Indonesia, dilihat dari perspektif sejarah dan geostrategi, merupakan kondisi dinamis yang melibatkan berbagai dimensi kehidupan sosial.
Useful /
POLBENGPOLBENG Ketersediaan mesin belum maksimal, nilai availability sebesar ±85% masih berada di bawah standar ideal (>95%).mesin tidak selalu siap pakai karena frekuensiKetersediaan mesin belum maksimal, nilai availability sebesar ±85% masih berada di bawah standar ideal (>95%).mesin tidak selalu siap pakai karena frekuensi
LEMHANNASLEMHANNAS Model peningkatan rantai nilai yang terintegrasi, baik hulu maupun hilir, serta penguatan institusi koperasi dan orientasi teknologinya, serta digitalisasiModel peningkatan rantai nilai yang terintegrasi, baik hulu maupun hilir, serta penguatan institusi koperasi dan orientasi teknologinya, serta digitalisasi
LEMHANNASLEMHANNAS Ketidakhadiran ketentuan konstitusional yang jelas tentang masalah-masalah ini, ditambah dengan mekanisme penegakan yang lemah, membatasi kemampuan IndonesiaKetidakhadiran ketentuan konstitusional yang jelas tentang masalah-masalah ini, ditambah dengan mekanisme penegakan yang lemah, membatasi kemampuan Indonesia
STIABENGKULUSTIABENGKULU Hasil dalam kegiatan ini adalah 89 % para peserta mengikuti kegiatan dengan baik dan memahami materi yang secara kegiatan dipaparkan. Diharapkan ini berkesinambunganHasil dalam kegiatan ini adalah 89 % para peserta mengikuti kegiatan dengan baik dan memahami materi yang secara kegiatan dipaparkan. Diharapkan ini berkesinambungan