LEMHANNASLEMHANNAS

Jurnal Lemhannas RIJurnal Lemhannas RI

Penelitian ini mengevaluasi dampak perubahan tarif timbal balik di tengah ketegangan geopolitik terhadap upaya Indonesia untuk mempertahankan akses pasar sambil menjaga kedaulatan ekonomi. Penelitian ini juga mengukur ketahanan ekonomi nasional melalui kerangka Asta Gatra dan mengevaluasi implikasi kebijakan dari Perjanjian Tarif Timbal Balik (ART) di tengah ketidakpastian global. Pendekatan struktural naratif deskriptif digunakan dengan memanfaatkan publikasi akademik, dokumen kebijakan, catatan resmi, dan sumber lembaga terkait. Hasil menunjukkan bahwa ART memiliki potensi untuk memperluas akses pasar, mengurangi paparan tarif, dan mendukung industri ekspor. Namun, koncessi regulasi mungkin meningkatkan ketergantungan eksternal, melemahkan kapasitas industri domestik, dan membatasi ruang kebijakan nasional. Menyeimbangkan kepentingan bersaing memerlukan penilaian multidimensi dan respons kebijakan adaptif yang berkembang seiring perubahan kondisi eksternal dan kemampuan nasional.

Analisis menunjukkan bahwa manfaat Perjanjian Tarif Timbal Balik (ART) harus dinilai tidak hanya melalui pengurangan tarif dan pertumbuhan ekspor tetapi juga melalui interaksi antara Tri Gatra (tiga aspek dasar) dan Panca Gatra (lima aspek dinamis) dalam kerangka Asta Gatra (delapan aspek).Posisi geografis Indonesia menawarkan peluang perdagangan sambil meningkatkan paparan terhadap perubahan kebijakan oleh kekuatan utama.Manajemen sumber daya alam, kualitas tenaga kerja, kapasitas produksi, penguasaan teknologi, dan ruang kebijakan adalah faktor utama yang menentukan apakah ART memperkuat ketahanan nasional.Dimensi politik, ideologis, sosial-budaya, dan keamanan pertahanan menunjukkan bahwa keberhasilan ART bergantung pada kemampuannya untuk melindungi kepentingan strategis, memperkuat industri domestik, dan mempertahankan kedaulatan ekonomi.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak jangka panjang Perjanjian Tarif Timbal Balik (ART) terhadap keberlanjutan usaha kecil, menengah, dan besar (UKM) Indonesia, khususnya dalam konteks ketergantungan teknologi dan persaingan pasar global. Selain itu, perlu dikaji lebih dalam peran transfer teknologi dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui inovasi industri lokal. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi kerangka kerja kerja sama regional yang lebih inklusif untuk meminimalkan risiko ketergantungan eksternal sambil memaksimalkan manfaat akses pasar. Ketiga arah penelitian ini dapat memberikan wawasan strategis untuk mengembangkan kebijakan yang seimbang antara liberalisasi perdagangan dan perlindungan kapasitas produksi domestik.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/10.1007/s13132-024-01917-wClient Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer 10 1007 s13132 024 01917 w
  2. Dynamics of the Indonesia–United States Reciprocal Trade Agreement (Agreement on Reciprocal... doi.org/10.47191/ijsshr/v9-i5-87Dynamics of the IndonesiayAAAeUnited States Reciprocal Trade Agreement Agreement on Reciprocal doi 10 47191 ijsshr v9 i5 87
  3. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s11151-020-09772-0Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s11151 020 09772 0
Read online
File size477.1 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test