LEMHANNASLEMHANNAS

Jurnal Lemhannas RIJurnal Lemhannas RI

Indonesia, sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, memiliki potensi besar untuk memanfaatkan bonus demografinya untuk meningkatkan daya saing di pasar internasional. Bonus demografis terjadi ketika rasio populasi usia kerja (15-64 tahun) melebihi populasi non-produktif. Transisi demografis ini menawarkan berbagai peluang di bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan berbasis budaya untuk meningkatkan bonus demografis Indonesia. Penelitian ini memberikan perspektif baru dengan memeriksa peran teknologi digital dalam meningkatkan ketahanan budaya di tengah globalisasi. Pendekatan multidisiplin yang digunakan menggabungkan teori ketahanan budaya, studi demografis, dan ekonomi kreatif untuk membangun model ketahanan budaya yang didorong oleh pemuda.

Bonus demografis Indonesia menawarkan peluang dan tantangan dalam memperkuat ketahanan budaya.Strategi seperti mengintegrasikan nilai-nilai budaya ke dalam pendidikan, memberdayakan pemuda melalui industri kreatif, dan memanfaatkan platform digital untuk promosi budaya sangat penting.Penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi multisektor, melibatkan kebijakan pemerintah, partisipasi masyarakat, dan dukungan sektor swasta untuk menciptakan ekosistem budaya yang berkelanjutan.Dengan strategi yang terencana dan terintegrasi, Indonesia dapat memanfaatkan bonus demografis untuk memperkuat ketahanan budaya, memastikan generasi muda tetap terhubung dengan akar budaya mereka sambil terlibat aktif dengan globalisasi untuk menjaga identitas nasional.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan model ketahanan budaya yang terintegrasi dengan strategi pengelolaan bonus demografis. Model ini dapat mencakup pilar-pilar seperti pendidikan berbasis budaya, pengembangan ekonomi kreatif, pemanfaatan teknologi digital, dan kebijakan berbasis budaya. Implementasi model ini harus dilakukan secara sistematis dengan tahap-tahap yang jelas, mulai dari identifikasi potensi hingga pemantauan dan evaluasi. Dengan demikian, Indonesia dapat memanfaatkan bonus demografis secara optimal untuk menciptakan ketahanan budaya yang kuat dan berkelanjutan.

  1. Partisipasi Masyarakat dalam Keberlanjutan Kampung Budaya Polowijen, Malang | Jurnal Lingkungan Binaan... iplbijournals.id/index.php/jlbi/article/view/383Partisipasi Masyarakat dalam Keberlanjutan Kampung Budaya Polowijen Malang Jurnal Lingkungan Binaan iplbijournals index php jlbi article view 383
  2. THE ROLE OF DIGITAL MEDIA IN MAINTAINING LOCAL CULTURE INDONESIA IN THE ERA OF GLOBALIZATION | ASMARALOKA... doi.org/10.55210/asmaraloka.v2i1.418THE ROLE OF DIGITAL MEDIA IN MAINTAINING LOCAL CULTURE INDONESIA IN THE ERA OF GLOBALIZATION ASMARALOKA doi 10 55210 asmaraloka v2i1 418
  3. Optimising the Demographic Bonus for Cultural Resilience in Indonesia’s National Identity in the... doi.org/10.55960/jlri.v12i4.952Optimising the Demographic Bonus for Cultural Resilience in IndonesiaAos National Identity in the doi 10 55960 jlri v12i4 952
Read online
File size1.28 MB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test