ASIANPUBLISHERASIANPUBLISHER

KENDALI: Economics and Social HumanitiesKENDALI: Economics and Social Humanities

Penelitian ini membahas strategi pemberdayaan Generasi Z sebagai aktor utama bonus demografi Indonesia yang diprediksikan terjadi pada 2030–2040. Bonus demografi memberikan peluang percepatan pembangunan ekonomi melalui dominasi penduduk usia produktif, namun membutuhkan prasyarat seperti pendidikan berkualitas, kesehatan, kesempatan kerja, dan kebijakan inklusif. Generasi Z, sebagai digital native dengan karakteristik kritis dan multikultural, menghadapi tantangan seperti pengangguran muda, mismatch keterampilan, dan risiko informasi negatif, namun memiliki potensi literasi digital dan kewirausahaan yang tinggi. Studi ini dilakukan dengan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan menganalisis berbagai literatur tentang bonus demografi, karakteristik Gen Z, dan strategi lintas sektor untuk pemberdayaan pemuda dalam 5 tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi efektif untuk pemberdayaan Gen Z, mencakup reformasi kurikulum, pelatihan vokasi, penguatan soft skills, kebijakan pasar kerja inklusif, dukungan kewirausahaan muda, serta pembinaan karakter. Pendekatan terpadu dan kolaboratif lintas sektor diperlukan agar Gen Z dapat menjadi motor penggerak pembangunan berkelanjutan dan mewujudkan potensi penuh bonus demografi di Indonesia.

Generasi Z memegang peran strategis dalam mendukung tercapainya potensi bonus demografi Indonesia pada 2030–2040.Sebagai digital-native, Gen Z memiliki keunggulan dalam literasi teknologi, adaptasi inovasi, serta pemikiran kritis yang mendukung transformasi ekonomi digital dan pembangunan berkelanjutan.Strategi pemberdayaan Gen Z harus komprehensif, meliputi reformasi pendidikan, penguatan pelatihan vokasi, pengembangan kewirausahaan, pembelajaran sepanjang hayat, serta penguasaan soft skills dan keterampilan masa depan.

Untuk mempersiapkan Generasi Z menghadapi tantangan masa depan, Indonesia perlu melakukan langkah strategis di berbagai bidang. Pertama, sistem pendidikan harus dibenahi agar selaras dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi, menekankan literasi digital, keterampilan abad 21, pendidikan karakter, dan soft skills. Kedua, akses terhadap pelatihan dan pengembangan keterampilan harus diperluas, memastikan kesempatan yang sama bagi Gen Z di seluruh pelosok. Ketiga, persoalan pengangguran terdidik perlu ditangani dengan serius melalui penyelarasan kebutuhan industri dan output pendidikan, serta layanan penyaluran kerja yang efisien. Keempat, dukungan kewirausahaan muda perlu diperkuat melalui akses pembiayaan, inkubasi bisnis, dan pendampingan. Kelima, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, swasta, dunia pendidikan, keluarga, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung dan kebijakan publik yang adaptif, sehingga bonus demografi dapat menjadi berkah bagi Indonesia.

  1. Proyeksi Peningkatan Perekonomian melalui Pemanfaatan Bonus Demografi 2040 | Kaganga:Jurnal Pendidikan... doi.org/10.31539/kaganga.v6i2.7943Proyeksi Peningkatan Perekonomian melalui Pemanfaatan Bonus Demografi 2040 Kaganga Jurnal Pendidikan doi 10 31539 kaganga v6i2 7943
  2. Keluarga sebagai Fondasi Peradaban Bangsa: Sebuah Strategi Memanfaatkan Bonus Demografi secara Optimal... doi.org/10.22146/buletinpsikologi.68234Keluarga sebagai Fondasi Peradaban Bangsa Sebuah Strategi Memanfaatkan Bonus Demografi secara Optimal doi 10 22146 buletinpsikologi 68234
  3. STRATEGI PEMBERDAYAAN GEN Z SEBAGAI AKTOR UTAMA BONUS DEMOGRAFI INDONESIA | KENDALI: Economics and Social... doi.org/10.58738/kendali.v4i2.1120STRATEGI PEMBERDAYAAN GEN Z SEBAGAI AKTOR UTAMA BONUS DEMOGRAFI INDONESIA KENDALI Economics and Social doi 10 58738 kendali v4i2 1120
Read online
File size423.24 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test