YPIDATHUYPIDATHU

Pengabdian: Jurnal AbdimasPengabdian: Jurnal Abdimas

Latar belakang. Laju modernisasi dan urbanisasi yang pesat telah berkontribusi pada erosi warisan budaya lokal, terutama di komunitas pedesaan seperti Desa Bukit Sangkal, Sumatera Selatan. Praktik budaya, seni tradisional, dan nilai-nilai masyarakat adat semakin terpinggirkan demi norma-norma global yang lebih dominan.. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana program pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh lembaga pendidikan tinggi dapat memainkan peran penting dalam melestarikan dan merevitalisasi budaya lokal.. Metode. Menggunakan metode penelitian aksi partisipatif (PAR) kualitatif, penelitian ini melibatkan langsung pemangku kepentingan lokal, termasuk tokoh masyarakat, pengrajin, kelompok pemuda, dan pemimpin desa. Data dikumpulkan melalui observasi, diskusi kelompok fokus, dan dokumentasi kegiatan budaya.. Hasil. Temuan mengungkapkan bahwa lokakarya budaya kolaboratif, kampanye pendidikan, dan dokumentasi tradisi lisan secara signifikan meningkatkan kesadaran dan partisipasi di antara penduduk setempat. Revitalisasi tarian tradisional dan praktik pembuatan kerajinan tangan sangat efektif dalam melibatkan generasi muda.. Kesimpulan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program pengabdian masyarakat dapat bertindak sebagai instrumen dinamis pelestarian budaya ketika bersifat partisipatif, adaptif, dan sesuai dengan konteks. Program-program ini tidak hanya mengidentifikasi dan melestarikan warisan tetapi juga memperkuat transmisi pengetahuan budaya antar generasi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi antar generasi merupakan pendorong utama dalam pelestarian dan revitalisasi budaya lokal.Program pengabdian masyarakat yang partisipatif berhasil meningkatkan kesadaran budaya dan melibatkan generasi muda dalam praktik tradisional.Dengan pendekatan yang adaptif dan sesuai konteks, program ini tidak hanya melestarikan warisan budaya tetapi juga memperkuat transmisi pengetahuan antar generasi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif di berbagai wilayah dengan konteks budaya yang berbeda untuk menguji adaptabilitas model partisipatif ini. Kedua, penelitian longitudinal diperlukan untuk mengevaluasi keberlanjutan inisiatif pelestarian budaya yang dipimpin masyarakat dan dampaknya jangka panjang terhadap identitas lokal. Ketiga, eksplorasi lebih lanjut mengenai potensi ekonomi dari revitalisasi budaya, khususnya dalam kaitannya dengan pengembangan industri kreatif dan pariwisata berkelanjutan, dapat memberikan wawasan berharga bagi pemberdayaan masyarakat. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan strategi pelestarian budaya yang lebih efektif dan berkelanjutan, serta memperkuat peran universitas sebagai agen perubahan sosial yang bertanggung jawab. Dengan demikian, kearifan lokal dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang, sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat setempat.

  1. Developing an Unreal Engine Virtual Tours Template for Museum Curators | Companion Proceedings of the... dl.acm.org/doi/10.1145/3708557.3716338Developing an Unreal Engine Virtual Tours Template for Museum Curators Companion Proceedings of the dl acm doi 10 1145 3708557 3716338
  2. And Now What? Three-Dimensional Scholarship and Infrastructures in the Post-Sketchfab Era. three dimensional... mdpi.com/2571-9408/8/3/99And Now What Three Dimensional Scholarship and Infrastructures in the Post Sketchfab Era three dimensional mdpi 2571 9408 8 3 99
  3. Tourism and Community Development: A Holistic Perspective from the Local Community in Bodhgaya | Journal... doi.org/10.30564/jees.v7i3.8045Tourism and Community Development A Holistic Perspective from the Local Community in Bodhgaya Journal doi 10 30564 jees v7i3 8045
Read online
File size312.49 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test