UPI YAIUPI YAI

IKRA-ITH ABDIMASIKRA-ITH ABDIMAS

Informasi merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dalam kehidupan sehari-hari. Mulanya informasi adalah suatu hal yang mahal dan membutuhkan usaha untuk mendapatkannya, seperti harus membeli koran, buku, majalah, dan sebagainya. Namun seiring dengan perkembangan teknologi, kini informasi tidak lagi menjadi sesuatu yang sulit untuk didapatkan. Informasi dapat diakses dimana saja dan kapan saja, dan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Salah satu media yang ramai digunakan oleh masyarakat untuk mencari informasi saat ini yaitu media sosial. Penggunaan media sosial oleh masyarakat Indonesia sejumlah 191 juta orang pada Januari 2022. Jumlah tersebut telah meningkat sekitar 12,35% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu sejumlah 170 juta orang. Pada pelaksanaan kegiatan pengadian kepada masyarakat ini, penulis memberikan pelatihan kepada siswa/i SMPN 88 Jakarta Barat. Kegiatan ini diberikan kepada siswa/i Sekolah Menengah Pertama (SMP) dikarenakan mereka merupakan pengguna aktif media sosial dalam penelusuran informasi. Beragamnya informasi yang ada di ruang digital, maka perlu untuk diberikan pelatihan kepada siswa/i SMP agar mereka tidak keliru dalam penggunaan, penelusuran dan pencarian informasi. Berdasarkan hasil evaluasi dan temuan dalam kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa siswa/i SMPN 88 Jakarta Barat telah menggunakan media sosial dengan relatif baik dan masih perlu pendampingan untuk mencari rujukan yang memiliki kredibilitas.

Siswa/i SMPN 88 Jakarta Barat menunjukkan kemampuan yang relatif baik dalam penelusuran informasi melalui media sosial, namun masih memerlukan pendampingan untuk memilah informasi yang akurat dan kredibel.Hal ini krusial mengingat media sosial berbeda dengan media massa yang keakuratan informasinya terjamin, sehingga kehati-hatian dalam menyaring berita bohong sangat ditekankan.Pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya kewaspadaan ekstra di ruang digital, dan disarankan untuk mengadakan program lanjutan secara berkala guna mengoptimalkan keterampilan literasi informasi mereka.

Melihat semakin pentingnya literasi informasi di era digital, penelitian lanjutan dapat berfokus pada evaluasi efektivitas jangka panjang dari berbagai metode pelatihan. Sebuah studi bisa menginvestigasi secara mendalam bagaimana pendekatan pedagogis yang berbeda, misalnya antara lokakarya interaktif tatap muka dengan modul daring berbasis gamifikasi, dapat secara berkelanjutan membentuk kemampuan berpikir kritis siswa remaja dalam menelaah beragam informasi di platform media sosial. Penting juga untuk meneliti peran pendampingan dari lingkungan terdekat siswa; bagaimana literasi digital orang tua dan guru dapat dioptimalkan agar mereka mampu menjadi filter informasi yang handal, serta model dukungan dan pelatihan seperti apa yang paling efektif bagi para pendamping ini. Selain itu, menarik untuk mengeksplorasi faktor-faktor psikologis dan sosiologis yang mendorong preferensi siswa remaja untuk mengandalkan media sosial sebagai sumber berita utama, meskipun terdapat risiko hoaks yang tinggi. Penelitian ini dapat mengidentifikasi karakteristik spesifik dari platform dan format konten yang membuat media sosial terasa lebih menarik atau relevan bagi mereka, sehingga kita dapat mengembangkan strategi yang lebih tepat dalam membimbing generasi muda menuju sumber informasi yang lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan di masa depan.

Read online
File size914.25 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test