OJSOJS

Jurnal Pendidikan MultidisiplinerJurnal Pendidikan Multidisipliner

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran Project Based-Learning (PjBL) dalam meningkatkan kreativitas peserta didik pada materi statistika bivariat. Kreativitas yang dikaji meliputi empat indikator utama, yaitu fluency, flexibility, originality, dan elaboration, yang diamati baik dari proses pengerjaan proyek maupun hasil produk yang dihasilkan siswa. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus tindakan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI-5 SMA Negeri Model Terpadu Madani Palu sebanyak 36 orang, dengan fokus observasi pada tiga kelompok yang mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Setiap siklus melibatkan perencanaan, pelaksanaan pembelajaran dengan model PjBL dan penggunaan media digital (Microsoft Excel/Spreadsheets dan PowerPoint), observasi proses, serta refleksi hasil pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kreativitas siswa pada semua kelompok. Persentase capaian kreativitas meningkat dari 60%, 50%, dan 35% pada siklus I menjadi 95%, 75%, dan 70% pada siklus II. Peningkatan ini menunjukkan bahwa PjBL efektif mendorong pengembangan kreativitas siswa melalui pembelajaran berbasis proyek yang kontekstual, kolaboratif, dan reflektif. Temuan ini mengindikasikan bahwa PjBL dapat menjadi pendekatan strategis dalam pembelajaran matematika untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21.

Penerapan model pembelajaran Project Based-Learning (PjBL) pada materi statistika bivariat di kelas XI-5 SMA Negeri Model Terpadu Madani Palu berhasil meningkatkan kreativitas siswa secara signifikan.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui dua siklus tindakan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based-Learning (PjBL) dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran matematika.Peningkatan kreativitas terlihat pada empat indikator utama yaitu fluency, flexibility, originality, dan elaboration, baik dari segi proses pengerjaan proyek maupun hasil produk akhir.Pada siklus I, capaian kreativitas siswa masih berada pada kategori rendah hingga sedang, dengan persentase capaian tertinggi sebesar 60% dan terendah 35%.Namun setelah dilakukan perbaikan strategi pada siklus II, seluruh kelompok mengalami peningkatan, dengan persentase capaian yang naik hingga 95% pada kelompok tertinggi dan 70% pada kelompok terendah.Model PjBL mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif melalui kegiatan kolaboratif, eksploratif, dan reflektif.Melalui proyek yang dirancang berbasis masalah nyata, siswa tidak hanya memahami konsep matematika secara lebih dalam, tetapi juga mampu mengaitkan pengetahuan tersebut dengan kehidupan sehari-hari dan menyampaikannya dalam bentuk presentasi yang komunikatif.

Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan agar penerapan model Project Based-Learning (PjBL) dapat diimplementasikan lebih luas dalam pembelajaran matematika di berbagai jenjang pendidikan. Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan dan penyesuaian model PjBL untuk materi-materi matematika lainnya, serta mengeksplorasi dampak jangka panjang dari penerapan model ini terhadap kreativitas dan pemahaman konsep matematika siswa. Terakhir, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas PjBL dalam meningkatkan keterampilan abad ke-21 lainnya, seperti kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dalam tim.

Read online
File size168.98 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test