STITNUALHIKMAHSTITNUALHIKMAH
MODELING: Jurnal Program Studi PGMIMODELING: Jurnal Program Studi PGMIManajemen kelas yang efektif merupakan komponen fundamental dalam kesuksesan proses belajar, karena memungkinkan guru menciptakan lingkungan belajar yang teratur, mendukung, dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki praktik manajemen kelas yang diterapkan oleh guru dalam mendukung proses belajar yang efektif di SDN 20 Kota Bengkulu. Dengan menggunakan desain studi kasus kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana guru mengelola lingkungan kelas, memfasilitasi keterlibatan siswa, mengatasi tantangan perilaku, dan menciptakan kondisi yang kondusif untuk belajar. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara semi-terstruktur dengan guru, dan dokumentasi relevan, serta dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola dan praktik signifikan yang berulang. Temuan menunjukkan bahwa manajemen kelas yang efektif di SDN 20 Kota Bengkulu tercermin dalam beberapa praktik yang saling terhubung, termasuk penetapan aturan kelas yang jelas dan rutinitas, implementasi interaksi positif antara guru dan siswa, penggunaan strategis aktivitas instruksional, dan penerapan pendekatan konstruktif terhadap perilaku siswa. Guru juga menunjukkan fleksibilitas dalam menyesuaikan strategi manajemen mereka dengan karakteristik siswa yang beragam, kebutuhan belajar, dan situasi kelas. Daripada mengandalkan tindakan hukuman, guru cenderung menggunakan komunikasi, penguatan, bimbingan, dan ekspektasi konsisten untuk mendorong disiplin diri dan partisipasi aktif siswa. Praktik-praktik ini berkontribusi pada atmosfer kelas yang lebih kondusif dan mendukung keterlibatan siswa dalam proses belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen kelas seharusnya tidak hanya dipandang sebagai mekanisme untuk menjaga ketertiban, tetapi juga sebagai praktik pedagogis integral yang membentuk pengalaman belajar siswa dan partisipasi akademik mereka. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pengembangan kompetensi manajemen kelas guru dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih berpusat pada siswa di sekolah dasar.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen kelas di SDN 20 Kota Bengkulu berkontribusi terhadap proses belajar yang efektif melalui beberapa mekanisme yang saling terhubung.Pertama, aturan kelas yang jelas dan rutinitas memberikan struktur dan organisasi yang teratur pada aktivitas belajar, memungkinkan waktu instruksional digunakan secara efektif.Kedua, interaksi positif antara guru dan siswa menciptakan iklim kelas yang mendukung.Ketiga, manajemen perilaku yang konstruktif membantu meminimalkan gangguan dan mendorong siswa untuk mengembangkan disiplin diri.Akhirnya, strategi untuk mempertahankan keterlibatan siswa meningkatkan peluang mereka untuk berpartisipasi secara aktif dalam aktivitas belajar.Temuan ini mendukung argumen bahwa manajemen kelas seharusnya dipahami sebagai elemen pedagogis inti yang mendukung efektivitas instruksi dan pengembangan holistik siswa sekolah dasar.Manajemen kelas yang efektif di SDN 20 Kota Bengkulu ditandai dengan integrasi struktur, hubungan positif, bimbingan perilaku, organisasi instruksional, dan keterlibatan siswa.Praktik-praktik ini menciptakan lingkungan kelas yang lebih kondusif untuk belajar dan memberikan peluang kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam aktivitas pendidikan.
Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut hubungan antara manajemen kelas dan perkembangan sosial-emosional siswa di sekolah dasar. Bagaimana manajemen kelas yang efektif dapat berkontribusi pada pengembangan kompetensi sosial dan emosional siswa? Kedua, penelitian dapat berfokus pada peran teknologi dalam manajemen kelas. Bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan komunikasi, interaksi, dan keterlibatan siswa dalam kelas? Apakah ada aplikasi atau platform digital yang dapat membantu guru dalam mengelola kelas secara efektif? Ketiga, penelitian dapat menyelidiki praktik-praktik manajemen kelas yang inovatif dan kreatif yang diterapkan oleh guru di berbagai sekolah dasar. Bagaimana guru dapat menciptakan lingkungan kelas yang kondusif dan menarik bagi siswa dengan menggunakan pendekatan yang unik dan kreatif?.
| File size | 686.61 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UNUGHAUNUGHA Diskusi juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara konselor, guru, dan orang tua dalam mendukung kesejahteraan emosional siswa. Kesimpulan dari penelitianDiskusi juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara konselor, guru, dan orang tua dalam mendukung kesejahteraan emosional siswa. Kesimpulan dari penelitian
ASY SYUKRIYYAHASY SYUKRIYYAH Dukungan lingkungan sekolah Islam (biah shalihah), orang tua, dan program habituasi spiritual juga berkontribusi dalam pembentukan karakter. PenelitianDukungan lingkungan sekolah Islam (biah shalihah), orang tua, dan program habituasi spiritual juga berkontribusi dalam pembentukan karakter. Penelitian
FTKJOURNAL UINMATARAMFTKJOURNAL UINMATARAM Faktor internal seperti motivasi belajar dan kemampuan kognitif berperan penting, sementara faktor eksternal meliputi dukungan keluarga, lingkungan sosial,Faktor internal seperti motivasi belajar dan kemampuan kognitif berperan penting, sementara faktor eksternal meliputi dukungan keluarga, lingkungan sosial,
JOMPARNDJOMPARND Pemanfaatan aplikasi belajar online dan platform digital memberikan peluang karier digital, namun juga menimbulkan tantangan seperti kecanduan game. OlehPemanfaatan aplikasi belajar online dan platform digital memberikan peluang karier digital, namun juga menimbulkan tantangan seperti kecanduan game. Oleh
ARTHAMARAMEDIAARTHAMARAMEDIA Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses pembelajaran dengan modul digitalAnalisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses pembelajaran dengan modul digital
UBUB Pendekatan STEM memberi siswa kemampuan berpikir kreatif, kritis, problem‑solving, kerja sama tim, beradaptasi pada kemajuan teknologi, dan berinovasi.Pendekatan STEM memberi siswa kemampuan berpikir kreatif, kritis, problem‑solving, kerja sama tim, beradaptasi pada kemajuan teknologi, dan berinovasi.
CITRABAKTICITRABAKTI Penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi-experimental ini menggunakan desain pretest-posttest control group. Teknik analisis data meliputi analisisPenelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi-experimental ini menggunakan desain pretest-posttest control group. Teknik analisis data meliputi analisis
UNIKAMAUNIKAMA Namun, kriteria keberhasilan yang ditargetkan oleh peneliti adalah 75%. Pada siklus kedua, tingkat keberhasilan siswa mencapai 82,60%. Kesimpulan dariNamun, kriteria keberhasilan yang ditargetkan oleh peneliti adalah 75%. Pada siklus kedua, tingkat keberhasilan siswa mencapai 82,60%. Kesimpulan dari
Useful /
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Pengolahan data pada pengkajian sensitivitas dan sirkulasi darah perifer menggunakan rumus presentase (% = nilai hasil/nilai total x 100%) dan rumus ABIPengolahan data pada pengkajian sensitivitas dan sirkulasi darah perifer menggunakan rumus presentase (% = nilai hasil/nilai total x 100%) dan rumus ABI
UBUB Kegiatan ini menggunakan metode wawancara, eksperimen produk, dan kuesioner dalam memperoleh feedback mitra. Hasil akhir yang ditransfer ke mitra yakniKegiatan ini menggunakan metode wawancara, eksperimen produk, dan kuesioner dalam memperoleh feedback mitra. Hasil akhir yang ditransfer ke mitra yakni
UBUB Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tentangKegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tentang
UNDIPUNDIP Latar Belakang: Kekurangan literatur mengenai gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja (job satisfaction) di Filipina mendorong studi deskriptif korrelasionalLatar Belakang: Kekurangan literatur mengenai gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja (job satisfaction) di Filipina mendorong studi deskriptif korrelasional