SANAGUSTINSANAGUSTIN

Riemann: Research of Mathematics and Mathematics EducationRiemann: Research of Mathematics and Mathematics Education

Kemampuan komunikasi matematis sangat penting di era digital, tetapi siswa sering mengalami hambatan kognitif dalam materi komposisi dan fungsi terbalik. Evaluasi dampak pembelajaran digital inovatif umumnya masih didominasi oleh pendekatan kuantitatif makro, sehingga mengabaikan dinamika kognitif spesifik berdasarkan kemampuan awal siswa. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk menggambarkan profil kemampuan komunikasi matematis (gambar, ekspresi matematika, teks tertulis) siswa dalam model Discovery Learning dengan bantuan Quizizz berdasarkan Kemampuan Matematika Awal (KMA) mereka. Melalui teknik sampling purposive, 6 subjek dipilih dari total 27 siswa di kelas eksperimen untuk mewakili kelompok KMA tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui triangulasi grafik pencapaian tes, analisis hasil lembar kerja siswa, dan wawancara klinis mendalam. Hasil penelitian mengungkapkan tiga temuan utama: (1) Kelompok tinggi menunjukkan metacognition yang mapan dan kelancaran representasi berlapis di seluruh indikator. (2) Kelompok menengah menunjukkan anomali bypass kognitif, di mana siswa secara taktikal mengorbankan aspek gambar untuk waktu perhitungan aljabar-verbal yang efisien (trade-off kognitif). (3) Kelompok rendah mengalami paradoks gamifikasi digital; Fitur Quizizz membantu retensi memori jangka pendek dalam teks tertulis, tetapi tekanan ritme permainan yang cepat memicu gaya kognitif impulsif dan kecemasan waktu terbatas, yang menyebabkan kesalahan ceroboh dalam ekspresi aljabar selama tes tertulis manual. Kesimpulan penelitian ini adalah integrasi teknologi gamifikasi tidak memiliki dampak linier pada semua tingkat kemampuan siswa, sehingga diperlukan intervensi dalam bentuk regulasi waktu, diferensiasi, dan scaffolding untuk meminimalkan hambatan kognitif pada kelompok yang lebih rendah.

Berdasarkan hasil penelitian dan diskusi mengenai profil kemampuan komunikasi matematis siswa melalui pendekatan Discovery Learning dengan bantuan Quizizz berdasarkan Kemampuan Matematika Awal (KMA), dapat ditarik tiga kesimpulan utama.Kelompok Kemampuan Matematika Awal Tinggi (Kelompok Tinggi) menunjukkan penguasaan yang unggul dan mapan dalam inter-representasi.Karakteristik utama kelompok ini adalah kemampuan metacognitive yang terstruktur, di mana mereka mampu memanfaatkan tabel koordinat sebagai panduan visual untuk menghasilkan perhitungan aljabar yang presisi (Ekspresi Matematika) dan deskripsi tekstual (Teks Tertulis) tanpa terganggu oleh batasan waktu.Kelompok Kemampuan Matematika Awal Menengah (Kelompok Menengah) menimbulkan fenomena novel dalam bentuk Bypass Kognitif.Ketika menghadapi waktu tes terbatas, kelompok ini menerapkan strategi trade-off kognitif dengan sengaja mengurangi atau mengosongkan representasi visual manual (Gambar) atau ekspresi matematika di atas kertas, kemudian melompat langsung ke encoding properti geometris ke dalam bahasa analitis-verbal (Teks Tertulis), yang mereka anggap lebih efisien dan memiliki kepastian teoritis.Kelompok Kemampuan Matematika Awal Rendah (Kelompok Rendah) mengalami Paradoks Gamifikasi Digital.Di satu sisi, fitur umpan balik langsung pada Quizizz berhasil memperkuat memori jangka pendek mereka untuk memahami konsep verbal dasar (teks tertulis).Namun, di sisi lain, mekanisme time-attack pada Quizizz menumbuhkan gaya kognitif impulsif.Akibatnya, ketika mereka beralih ke tes tertulis manual yang membutuhkan fokus jangka panjang, mereka mengalami kecemasan prosedural, yang menyebabkan kesalahan ceroboh dalam ekspansi aljabar dasar dan tugas yang tidak lengkap.

Berdasarkan temuan penelitian ini, peneliti mengusulkan beberapa saran, yaitu guru disarankan untuk memberikan bantuan bertahap yang lebih intensif (scaffolding) pada tahap pengolahan data untuk siswa dengan kemampuan rendah, sehingga mereka tidak tertinggal dalam fase penemuan konsep. Guru juga disarankan untuk tidak memberlakukan batas waktu Quizizz yang sama untuk semua siswa. Khusus untuk kelompok yang lebih rendah, batas waktu Quizizz harus diperpanjang (atau mode asinkron/pekerjaan rumah digunakan) untuk mengurangi kecemasan prosedural dan melatih ketepatan algoritmik mereka sebelum tes tertulis manual. Penelitian lebih lanjut dapat memperluas cakupan analisis kualitatif ini dengan meninjau profil komunikasi matematis dari perspektif perbedaan gender atau gaya belajar siswa untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif. Karena penelitian ini bersifat deskriptif-kualitatif, disarankan bagi peneliti masa depan untuk meneliti kemampuan komunikasi matematis dalam materi matematika lainnya atau menggunakan pendekatan penelitian yang berbeda, seperti penelitian kuantitatif atau metode campuran, untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif tentang pengaruh model pembelajaran pada kemampuan komunikasi matematis siswa. Selain itu, diharapkan siswa lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan terbiasa mengkomunikasikan ide matematika secara tertulis dan lisan sehingga kemampuan komunikasi matematis mereka dapat berkembang secara optimal.

  1. Student Mathematical Communication through Online Digital Module Assisted Learning | Edumatica : Jurnal... doi.org/10.22437/edumatica.v11i03.15123Student Mathematical Communication through Online Digital Module Assisted Learning Edumatica Jurnal doi 10 22437 edumatica v11i03 15123
  2. The Efforts to Improve Mathematical Communication and Self Regulated Learning of Students By Using the... doi.org/10.1088/1742-6596/1742/1/012043The Efforts to Improve Mathematical Communication and Self Regulated Learning of Students By Using the doi 10 1088 1742 6596 1742 1 012043
Read online
File size1.6 MB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test