SANAGUSTINSANAGUSTIN

Riemann: Research of Mathematics and Mathematics EducationRiemann: Research of Mathematics and Mathematics Education

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan menguji efektivitas model pembelajaran matematika realistik berbasis budaya Mandailing dengan pendekatan Deep Learning dalam meningkatkan keterampilan berpikir logis siswa sekolah menengah atas. Pendekatan ini bertujuan membangun pemahaman yang mendalam dan bermakna terhadap konsep melalui integrasi konteks budaya lokal yang dekat dengan kehidupan siswa. Metode yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Tahap analisis melibatkan studi literatur dan observasi lapangan untuk mengidentifikasi kebutuhan siswa dan potensi budaya Mandailing yang relevan. Tahap desain dan pengembangan menghasilkan alat pembelajaran dalam bentuk rencana pembelajaran, lembar kerja siswa, dan media pembelajaran yang telah divalidasi oleh ahli materi dan ahli budaya. Implementasi dilakukan melalui quasi-eksperimen di dua kelas (eksperimental dan kontrol) dengan instrumen tes berpikir logis sebagai alat ukur utama. Evaluasi dilakukan secara formatif dan sumatif untuk menentukan efektivitas pembelajaran. Hasil menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran matematika realistik berbasis budaya Mandailing dengan pendekatan Deep Learning mengalami peningkatan signifikan dalam keterampilan berpikir logis dibandingkan kelompok kontrol. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif karena pembelajaran terkait dengan budaya yang mereka kenal. Kesimpulan penelitian ini adalah pembelajaran matematika yang mengintegrasikan budaya lokal dengan pendekatan pembelajaran imersif efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir logis siswa. Model ini juga memperkuat identitas budaya sambil mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Berdasarkan hasil analisis kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran matematika realistik berbasis budaya Mandailing dengan pendekatan Deep Learning secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir logis siswa.Peningkatan skor posttest kelompok eksperimen (N-Gain = 0,70, kategori tinggi) dibandingkan kelompok kontrol (N-Gain = 0,39, kategori sedang) menunjukkan bahwa model pembelajaran ini tidak hanya efektif secara statistik, tetapi juga bermakna dalam konteks pembelajaran harian siswa.Integrasi budaya lokal telah terbukti memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan akrab, sehingga memudahkan konstruksi makna dan pemahaman terhadap konsep matematika abstrak.Kegiatan berbasis realitas budaya Mandailing, seperti pola ulos, sistem adat, dan praktik kehidupan sehari-hari, membuat pembelajaran terasa relevan dan nyata.Selain itu, penerapan pendekatan Deep Learning melalui refleksi, diskusi mendalam, dan penyelesaian masalah kontekstual terbukti mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, termasuk analisis, evaluasi, dan refleksi diri pada siswa.Temuan-temuan ini juga didukung oleh observasi kelas, kuesioner siswa, dan wawancara guru, yang secara konsisten menunjukkan peningkatan partisipasi aktif, motivasi belajar, dan kepercayaan diri siswa dalam belajar matematika.Oleh karena itu, pendekatan pedagogis yang menggabungkan Realistic Mathematics Education (RME) dan deep learning berbasis budaya lokal tidak hanya meningkatkan hasil belajar kognitif tetapi juga memperkuat aspek afektif dan sosial dalam proses belajar.Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap inovasi pendidikan di Indonesia, khususnya dalam upaya dekolonisasi kurikulum dan penguatan identitas budaya melalui pembelajaran kontekstual dan reflektif.Ke depannya, pengembangan model serupa perlu diperluas ke konteks budaya lain di Indonesia untuk menciptakan pendidikan matematika yang lebih inklusif, relevan, dan bermakna secara nasional.

Berdasarkan hasil penelitian ini, berikut adalah saran-saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Pengembangan model pembelajaran matematika realistik berbasis budaya lokal lainnya di Indonesia, seperti budaya Sunda atau budaya lainnya, untuk menciptakan pendidikan matematika yang lebih inklusif dan relevan secara nasional.. . 2. Penelitian lebih lanjut yang berfokus pada pengukuran perkembangan berpikir logis siswa dalam jangka panjang, dengan durasi penelitian yang lebih panjang, untuk mengamati dampak jangka panjang dari pendekatan pembelajaran ini.. . 3. Pengembangan instrumen penilaian berpikir logis yang lebih komprehensif, termasuk instrumen penilaian kualitatif seperti rubrik penyelesaian masalah atau portofolio, untuk mengukur kemampuan berpikir logis siswa secara lebih mendalam.

  1. Realistic mathematics education and mathematical literacy: a meta-analysis conducted on studies in Indonesia... doi.org/10.11591/edulearn.v18i4.21650Realistic mathematics education and mathematical literacy a meta analysis conducted on studies in Indonesia doi 10 11591 edulearn v18i4 21650
  2. THE EFFECT OF REALISTIC AND SCIENTIFIC MATHEMATICS APPROACHES ON CRITICAL THINKING SKILLS IN TERMS OF... journal.um-surabaya.ac.id/pgsd/article/view/24469THE EFFECT OF REALISTIC AND SCIENTIFIC MATHEMATICS APPROACHES ON CRITICAL THINKING SKILLS IN TERMS OF journal um surabaya ac pgsd article view 24469
  3. 0. pdf obj endobj extgstate font procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents group tabs... doi.org/10.29333/iji.2023.1628a0 pdf obj endobj extgstate font procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents group tabs doi 10 29333 iji 2023 1628a
Read online
File size362.53 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test