RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM

International Journal of Quantitative Research and ModelingInternational Journal of Quantitative Research and Modeling

Pentingnya sektor transportasi dan logistik terhadap perekonomian suatu negara, serta pertumbuhan sektor ini di Indonesia, memerlukan dukungan investasi agar terus berkembang. Oleh karena itu, saham-saham dalam sektor transportasi dan logistik menarik untuk dipertimbangkan dalam portofolio investasi. Pemilihan portofolio optimal bertujuan untuk meminimalkan risiko dengan tingkat pengembalian yang diharapkan. Dalam pembentukan portofolio investasi, masalahnya adalah bagaimana menentukan bobot alokasi modal agar mendapatkan pengembalian maksimal sambil tetap mempertimbangkan risiko pada setiap saham, dengan mempertimbangkan beberapa kriteria dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan pemilihan saham terbaik dalam sektor transportasi dan logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, serta menentukan bobot optimal dalam portofolio investasi. Metode yang digunakan adalah Multi-Criteria Decision Making (MCDM), yaitu Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) dengan menggunakan 15 indikator keuangan sebagai kriteria relevan dalam pemilihan saham. Selanjutnya, untuk menentukan bobot alokasi dalam membentuk portofolio saham optimal menggunakan model Mean-Variance dengan Risk Aversion. Saham yang dianalisis adalah 28 saham dalam sektor transportasi dan logistik. Hasil penelitian berdasarkan MCDM memilih 9 saham, yaitu MITI, BIRD, HATM, TMAS, JAYA, PPGL, BPTR, ASSA, dan RCCC. Namun, TMAS, PPGL, dan BPTR tidak termasuk dalam pembentukan portofolio karena memiliki rata-rata pengembalian negatif. Berdasarkan hasil optimisasi, bobot alokasi dari 6 saham yang termasuk dalam portofolio optimal adalah BIRD (37,7%), JAYA (24,6%), MITI (12,9%), HATM (9,9%), ASSA (7,5%), dan RCCC (7,4%). Hasil penelitian ini diharapkan menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi.

Berdasarkan hasil penelitian dan diskusi, disimpulkan bahwa dengan metode TOPSIS, saham-saham yang dapat dipertimbangkan dalam portofolio investasi sektor transportasi dan logistik secara berurutan adalah BIRD, MITI, TMAS, HATM, JAYA, PPGL, BPTR, RCCC, dan ASSA.Selanjutnya, dengan mempertimbangkan nilai pengembalian positif yang diharapkan dari masing-masing saham, ASSA, BIRD, HATM, JAYA, MITI, dan RCCC dapat dipertimbangkan untuk pembentukan portofolio investasi.Bobot masing-masing saham dalam portofolio investasi optimal dengan model Mean-Variance risk aversion pada saham sektor transportasi dan logistik adalah 37,7% untuk BIRD.dan 7,4% untuk RCCC dengan nilai pengembalian portofolio yang diharapkan sebesar 0,00086 dan varians portofolio sebesar 0,00021.

Penelitian lanjutan dapat menggabungkan pendekatan MCDM dengan algoritma machine learning untuk meningkatkan akurasi pemilihan saham berdasarkan data historis yang lebih luas. Selain itu, studi dapat diperluas ke sektor industri lainnya untuk membandingkan efektivitas model Mean-Variance dengan risiko aversion di berbagai konteks pasar. Terakhir, peneliti dapat mengeksplorasi penggunaan metrik keuangan tambahan, seperti rasio likuiditas atau kinerja manajemen, untuk memperkaya kriteria evaluasi dalam pemilihan portofolio optimal.

  1. Model Optimisasi Portofolio Investasi Mean-Variance Tanpa dan Dengan Aset Bebas Risiko pada Saham Idx30... doi.org/10.24198/jmi.v12.n2.11927.107-116Model Optimisasi Portofolio Investasi Mean Variance Tanpa dan Dengan Aset Bebas Risiko pada Saham Idx30 doi 10 24198 jmi v12 n2 11927 107 116
Read online
File size751.49 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test