MEDANRESOURCECENTERMEDANRESOURCECENTER

Islam & Contemporary IssuesIslam & Contemporary Issues

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tujuan Pendidikan Agama Islam (PAI) berdasarkan pemikiran pendidikan Abdurrahman Ibn Khaldun serta mengkaji relevansinya bagi diskursus pendidikan kontemporer. Meskipun gagasan Ibn Khaldun telah banyak dibahas dalam sejarah intelektual Islam, studi normatif-filosofis tentang perumusan tujuan PAI yang berasal dari pemikirannya masih terbatas, terutama dalam konteks pendidikan Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis isi filosofis-normatif terhadap Muqaddimah sebagai sumber utama. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen dari literatur klasik dan kontemporer yang berkaitan dengan perspektif pendidikan Ibn Khaldun. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Ibn Khaldun mengkonseptualisasikan pendidikan sebagai proses integratif yang secara simultan mengembangkan kapasitas kesadaran spiritual, karakter moral, dan intelektual. Oleh karena itu, pendidikan harus menyeimbangkan pengetahuan rasional (aqliyah) dan pengetahuan wahyu (naqliyah) untuk menumbuhkan individu yang kompeten secara intelektual dan berlandaskan etika. Kontribusi ilmiah dari studi ini terletak pada rekonstruksi kerangka tujuan PAI berdasarkan integrasi perspektif naqliyah-aqliyah yang berasal dari pemikiran Ibn Khaldun. Kerangka ini memberikan landasan filosofis untuk mereorientasi Pendidikan Agama Islam dalam menanggapi tantangan pendidikan dan sosial kontemporer.

Kajian ini menegaskan bahwa pendidikan Islam berorientasi komprehensif, bertujuan membentuk manusia yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta bertanggung jawab sebagai hamba dan khalifah, mencakup pengembangan spiritual, moral, dan intelektual.Pemikiran pendidikan Ibn Khaldun, khususnya melalui Muqaddimah, berkontribusi pada pengembangan pendidikan Islam yang holistik dan kontekstual, dengan integrasi ilmu naqliyah dan aqliyah sebagai sarana pembentukan karakter dan peradaban.Relevansi pemikiran Ibn Khaldun tetap signifikan dalam pendidikan modern, menawarkan landasan filosofis untuk mengembangkan pendidikan Islam integratif dan berbasis nilai guna menghadapi tantangan kontemporer serta melahirkan generasi berkarakter.

Penelitian ini telah berhasil merekonstruksi kerangka tujuan Pendidikan Agama Islam (PAI) berdasarkan pemikiran integral Ibnu Khaldun, yang menyeimbangkan aspek naqliyah dan aqliyah. Sebagai langkah lanjutan yang esensial, disarankan untuk menguji implementasi kerangka tujuan PAI ini dalam konteks pendidikan riil di Indonesia, misalnya dengan melakukan studi kasus di beberapa sekolah atau madrasah. Pertanyaan penelitian yang muncul bisa meliputi: strategi adaptasi kurikulum apa yang paling efektif untuk mengintegrasikan tujuan-tujuan ini ke dalam praktik pengajaran sehari-hari, serta bagaimana efektivitasnya dalam membentuk karakter moral dan intelektual peserta didik secara holistik. Selain itu, penting juga untuk menganalisis secara komparatif kerangka tujuan PAI berbasis Ibnu Khaldun ini dengan pendekatan pendidikan Islam kontemporer lainnya, atau kurikulum PAI yang sedang berjalan, guna mengidentifikasi kelebihan dan area pengembangannya dalam merespon tantangan globalisasi dan teknologi digital. Studi ini dapat mengkaji bagaimana nilai-nilai keadilan sosial dan inklusivitas yang ditekankan oleh Ibnu Khaldun dapat diterjemahkan menjadi kebijakan pendidikan yang lebih merata dan berdampak. Terakhir, penelitian masa depan dapat berfokus pada pengembangan dan evaluasi model-model pedagogis atau desain pembelajaran inovatif yang secara eksplisit memfasilitasi integrasi ilmu wahyu dan rasional, serta pembinaan kesadaran spiritual dan tanggung jawab sosial, khususnya di lingkungan belajar yang beragam, termasuk pemanfaatan teknologi secara etis. Dengan demikian, kita dapat memahami secara lebih mendalam bagaimana pemikiran klasik dapat memberikan solusi konkret bagi tantangan pendidikan masa kini.

Read online
File size326.66 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test