INSIDAINSIDA

Atthiflah: Journal of Early Childhood Islamic EducationAtthiflah: Journal of Early Childhood Islamic Education

Penelitian ini mengkaji strategi adaptasi guru dalam mengoptimalkan stimulasi perkembangan anak usia dini di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, sebagai respons terhadap tantangan kelas gabungan (kelompok A dan B). Kebijakan ini diambil sekolah akibat keterbatasan murid dan guru, namun tetap berupaya memberikan stimulasi holistik pada enam aspek perkembangan anak. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan untuk menggali temuan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan strategi adaptasi antara guru lama yang cenderung intuitif-klasikal dengan bimbingan individual, dan guru baru yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi berbasis literasi digital. Kedua guru menunjukkan mekanisme koping yang efektif dalam menghadapi beban kerja ganda, baik melalui penenangan emosi pragmatis maupun struktural, serta memanfaatkan dukungan sosial yang berbeda (keluarga dan rekan sejawat). Meskipun menghadapi kelelahan, para guru mempertahankan kompetensi profesional dan kepribadian yang matang, serta terus berupaya meningkatkan kualitas pengajaran melalui pengembangan diri. Strategi adaptasi ini terbukti mampu mengoptimalkan stimulasi perkembangan anak, menjaga keseimbangan antara bermain dan kesiapan sekolah, serta memaksimalkan potensi anak dalam enam aspek perkembangannya. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya fleksibilitas, adaptasi, dan ketahanan psikologis guru dalam menghadapi keterbatasan fasilitas serta kompleksitas pembelajaran di PAUD. Implikasi penelitian ini memberikan panduan bagi lembaga PAUD lain yang menghadapi tantangan serupa.

Strategi adaptasi guru merupakan faktor utama dalam mengoptimalkan stimulasi perkembangan anak usia dini pada pembelajaran kelas gabungan di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas.Guru mampu melakukan berbagai bentuk adaptasi melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi, pengelolaan kelas yang fleksibel, pemanfaatan media pembelajaran berbasis lingkungan, serta pengembangan mekanisme coping dalam menghadapi tekanan kerja.Perbedaan pengalaman mengajar menghasilkan variasi strategi adaptasi antara guru senior dan guru baru, namun keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan layanan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan peserta didik.Kreativitas, fleksibilitas, kompetensi profesional, dan ketahanan psikologis menjadi faktor utama yang mendukung keberhasilan guru dalam mengoptimalkan stimulasi perkembangan anak pada kondisi kelas gabungan.Temuan ini mengimplikasikan bahwa lembaga PAUD yang menghadapi keterbatasan sumber daya perlu memperkuat kompetensi adaptif guru melalui pelatihan, pendampingan profesional, serta penyediaan ruang kolaborasi antarguru agar kualitas pembelajaran tetap terjaga.Penelitian ini masih memiliki keterbatasan karena hanya dilakukan pada satu lembaga PAUD dengan pendekatan kualitatif sehingga temuan yang diperoleh bersifat kontekstual dan belum dapat digeneralisasikan pada seluruh lembaga PAUD yang menerapkan kelas gabungan.Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan melibatkan lebih banyak lembaga dengan karakteristik yang beragam serta mengembangkan pendekatan kuantitatif atau mixed methods untuk menguji efektivitas strategi adaptasi guru terhadap optimalisasi stimulasi perkembangan anak usia dini secara lebih luas.

Berdasarkan temuan penelitian ini, tiga saran penelitian lanjutan yang relevan adalah: (1) Mengeksplorasi pengaruh penerapan literasi digital dalam pembelajaran berdiferensiasi terhadap kreativitas anak usia dini di kelas gabungan, dengan fokus pada peran teknologi sebagai alat pembelajaran yang inovatif. (2) Mengkaji dampak jangka panjang strategi adaptasi guru terhadap perkembangan holistik anak, terutama dalam membangun ketahanan psikologis dan keterampilan sosial yang berkelanjutan. (3) Mengembangkan model kolaborasi antarguru di lembaga PAUD dengan sistem kelas gabungan, dengan mengevaluasi efektivitas kerja sama dalam mengoptimalkan stimulasi perkembangan anak. Saran-saran ini bertujuan untuk memperluas wawasan tentang inovasi pembelajaran di lingkungan kelas gabungan, serta memperkuat dasar teoritis untuk pengembangan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan masa depan.

  1. Coping Stress Guru PAUD di Sekolah Reguler yang Menangani Peserta Didik Berkebutuhan Khusus | Jurnal... obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/5466Coping Stress Guru PAUD di Sekolah Reguler yang Menangani Peserta Didik Berkebutuhan Khusus Jurnal obsesi index php obsesi article view 5466
  2. Kreativitas Guru PAUD dalam Menghadapi Keterbatasan Sarana dan Prasarana di TK Negeri Pembina Jekan Raya... edu.pubmedia.id/index.php/paud/article/view/1804Kreativitas Guru PAUD dalam Menghadapi Keterbatasan Sarana dan Prasarana di TK Negeri Pembina Jekan Raya edu pubmedia index php paud article view 1804
  3. PERAN QUALITY OF WORK LIFE DALAM KUALITAS KEHIDUPAN KERJA TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI DI UNIVERSITAS... doi.org/10.31602/jmpd.v2i2.7337PERAN QUALITY OF WORK LIFE DALAM KUALITAS KEHIDUPAN KERJA TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI DI UNIVERSITAS doi 10 31602 jmpd v2i2 7337
Read online
File size334.31 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test