POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA

Sanitasi: Jurnal Kesehatan LingkunganSanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan

Sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan lagi, tidak disenangi atau dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya. Di lokasi penelitian, yaitu SDN Panggang dan SDN Puluhan yang berada di Argomulyo, Sedayu, Kabupaten Bantul, sudah tersedia tempat sampah untuk memilah yang sudah bertuliskan jenis sampah yang dapat dibuang di situ, akan tetapi petunjuknya sulit dipahami oleh para siswa. Pada penelitian ini, tempat sampah bermotif diterapkan untuk mempermudah siswa dalam membuang sampah sesuai dengan jenisnya, yaitu sampah kertas, sampah plastik dan botol serta sampah dedaunan dan sisa makanan. Tempat sampah bermotif yang digunakan memanfaatkan yang sudah ada di lokasi penelitian tapi dirubah tampilannya tanpa mengurangi fungsinya. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimen dengan desain post-test only control group. SDN Panggang ditetapkan menjadi kelompok perlakuan dan SDN Puluhan sebagai kontrol. Data sampah yang dibuang secara tepat pada tempatnya, diamati setiap hari setelah jam sekolah selama satu bulan. Rerata hasil pengamatan kemudian dianalisis dengan menggunakan t-test bebas pada α = 0,05; dan hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan tempat sampah bermotif mempengaruhi perilaku siswa untuk membuang sampah pada tempat yang sesuai. Hasil tersebut terjadi karena petunjuk pada tempat sampah bermotif mudah dipahami dan gambarnya menarik.

Penggunaan tempat sampah bermotif mempengaruhi perilaku siswa sekolah dasar untuk membuang sampah pada tempatnya yang sesuai untuk jenis kertas, tempat sampah plastik dan botol serta tempat sampah dedaunan dan sisa makanan.Temat sampah bermotif petunjuknya mudah dipahami dan gambarnya menarik bagi siswa.Tempat sampah bermotif tersebut dapat diterapkan di sekolah-sekolah dasar untuk mengurangi kuantitas sampah yang tidak terpilah karena petunjuknya mudah dipahami dan sesuai dengan jenis sampah yang akan dibuang, sehingga pengelolaan sampah di sekolah-sekolah tersebut pada tahap penimbulan dan pengumpulan menjadi lebih mudah.

Penelitian lanjutan dapat menggali lebih dalam tentang efektivitas desain visual tempat sampah bermotif dengan membandingkan berbagai pola atau warna yang berbeda untuk melihat manakah yang paling menarik perhatian siswa. Selain itu, penelitian juga bisa mengeksplorasi penggunaan teknologi seperti kode QR di tempat sampah untuk memberikan informasi tambahan tentang pemilahan sampah secara interaktif. Terakhir, penelitian lanjutan dapat dilakukan dalam jangka waktu yang lebih panjang untuk mengevaluasi apakah pengaruh tempat sampah bermotif terhadap perilaku siswa tetap konsisten atau hanya bersifat sementara.

Read online
File size197.35 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test