UNIBOSUNIBOS

PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and ResearchPALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research

Cabai Merah Capsicum annum L. merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura penting dibudidayakan secara komersial. Penelitian ini dimulai pada bulan Maret sampai Juli 2024 di Kebun Pendidikan Integrated Farming System Fakultas Pertanian Universitas Bosowa di Desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kombinasi pupuk organik cair rebung bambu dan Trichoderma sp. yang memberi pengaruh pertumbuhan terhadap tanaman cabai merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan yaitu F0 (tanpa POC Trichoderma sp. sebagai kontrol), F1 (POC 100ml/liter Trichoderma sp. 40 g), F2 (POC 150ml/liter Trichoderma sp. 50 g), F3 (POC 200ml/liter Trichoderma sp. 60 g), F4 (POC 250ml/liter Trichoderma sp. 70 g). serta 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan terbaik yaitu pada perlakuan F4 dengan dosis kombinasi POC 250ml/liter Trichoderma sp. 70 g yang mampu memberikan pertumbuhan pada tinggi tanaman, jumlah helai daun, diameter batang, dan berat buah pertanaman.

Kombinasi pupuk organik cair rebung bambu dengan Trichoderma sp.pada dosis 250 ml/liter 70 g memberikan peningkatan signifikan pada tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan berat buah cabai merah.Penggunaan dosis optimal tersebut disarankan untuk memperbaiki pertumbuhan cabai merah.Untuk hasil yang lebih baik, penanaman sebaiknya dilakukan secara langsung di lahan pertanian daripada menggunakan polybag.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efek jangka panjang penggunaan dosis optimal pupuk organik cair rebung bambu dan Trichoderma sp. pada produktivitas dan kualitas buah cabai merah, termasuk analisis residu kimia dan dampak lingkungan pada lahan pertanian; selanjutnya, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efisiensi kombinasi tersebut dengan pupuk organik lain atau biofertilizer berbasis mikroba lain pada tanaman hortikultura berbeda, seperti tomat atau terong, guna menilai universalitas manfaatnya; terakhir, penyelidikan mekanisme fisiologis dan molekuler yang mendasari peningkatan pertumbuhan tanaman akibat interaksi antara ekstrak rebung bambu dan Trichoderma sp. dapat dilakukan melalui analisis ekspresi gen terkait hormon pertumbuhan dan aktivitas enzim, sehingga memperkuat dasar ilmiah aplikasi praktis di bidang pertanian berkelanjutan.

Read online
File size445.82 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test