STT SUSTT SU

PROSIDING STT Sumatera UtaraPROSIDING STT Sumatera Utara

Artikel ini membahas tentang Gereja sehat yang didasarkan pada 1 Korintus 3 dan bagaimana mengimplikasikan gereja yang sehat itu di zaman moderen. Hal ini sangat perlu karena pada saat ini ada banyak gereja yang tidak sehat yang penuh dengan perpecahan. Surat Paulus ke Korintus dijadikan dasar dalam penelitian ini karena Paulus mengajarkan kepada gereja Korintus yang pada saat itu sakit bagaimana menjadi gereja yang sehat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan mengeksegesa teks 1 Korintus 3:16-17 untuk menemukan ciri gereja sehat dan mengambil data dari buku-buku lain yang mendukung. Dari penelitian tersebut ditemukan ciri gereja sehat itu sebagai berikut: Pertama, Gereja Sehat Pasti Bertumbuh, Kedua, Gereja Sehat Harus Bersatu dan ketiga, Gereja Sehat Bait Roh Kudus. Jadi, gereja saat ini yang sakit harus menerapkan ketiga temuan di atas didalam gerejanya dengan cara mengajarkan kepada jemaat supaya jemaat dapat mendukung pelayanan sehingga gereja menjadi sehat.

Gereja di Kota Korintus merupakan gereja yang dirintis oleh Paulus, sesuai dengan waktu harapan Paulus jemaat itu sudah dewasa tetapi jemaat itu masih duniawi.Walaupun jemaat itu sudah percaya kepada Tuhan Yesus dan Roh Kudus sudah ada di dalam hatinya tetapi jemaat itu masih memiliki pikiran duniawi.Paulus menegur jemaat itu supaya jemaat itu berbalik menjadi gereja yang sehat.Gereja yang sehat lebih mementingkan kehendak Roh Kudus dari pada kepentingan pribadinya.Gereja yang sehat memiliki ciri gereja yang bertumbuh secara kualitas dan kuantitas.Gereja itu penuh dengan rasa kekeluargaan dimana semua pemimpin hidup sebagai hamba Tuhan, jemaat melihat mereka sebagai hamba Tuhan sehingga kemuliaan hanya bagi Tuhan, para pemumpin dipakai Tuhan sesuai dengan karunianya.Gereja yang sehat itu merupakan bait Roh Kudus dimana jemaat merupakan kumpulan orang percaya, Allah yang berdiam didalamya sehingga gereja itu dikuduskan Allah dan kekudusan itu harus kita pelihara di dalam kuat kuasa Tuhan, jemaat bersama pemimpin tidak diperdaya oleh hikmat dunia ini.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak penggunaan teknologi digital terhadap kebersatuan jemaat, seperti bagaimana media sosial memengaruhi hubungan antaranggota gereja. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan antara konsep gereja sehat dalam teologi Protestan dan Katolik untuk memahami perbedaan pendekatan dalam menciptakan komunitas yang harmonis. Penelitian juga bisa fokus pada penerapan prinsip Paulus dalam konteks gereja modern, misalnya dengan mengeksplorasi cara mengajarkan kebersatuan melalui program pelayanan yang inklusif. Dengan mempelajari bagaimana faktor ekonomi dan budaya memengaruhi pertumbuhan rohani jemaat, peneliti dapat mengusulkan strategi yang lebih efektif untuk membangun gereja yang sehat. Terakhir, penting untuk mengevaluasi peran pemimpin gereja dalam memastikan bahwa ajaran tidak terkontaminasi oleh filsafat dunia, sehingga jemaat tetap menjaga kekudusan dan kesatuan.

  1. #paulus jemaat#paulus jemaat
  2. #gereja sehat#gereja sehat
Read online
File size459.98 KB
Pages13
Short Linkhttps://juris.id/p-1H5
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test