E JOURNALSANGKAKALAE JOURNALSANGKAKALA

Davar : Jurnal TeologiDavar : Jurnal Teologi

Gereja masa kini menghadapi berbagai persoalan kompleks yang berdampak langsung pada kehidupan jemaat dan efektivitas pelayanan pastoral. Salah satu faktor krusial yang sering terabaikan adalah kondisi harga diri hamba Tuhan sebagai pemimpin gereja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif konsep harga diri, mengidentifikasi penyebab serta dampak negatif harga diri rendah, dan merumuskan langkah-langkah menumbuhkan pilar-pilar harga diri yang sehat bagi hamba Tuhan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, melalui pengumpulan, analisis, dan sintesis sumber-sumber pustaka berupa buku dan artikel jurnal yang relevan dengan tema harga diri dan kepemimpinan pastoral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga diri merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat memengaruhi aspek intelektual, emosional, relasional, dan spiritual hamba Tuhan. Harga diri rendah umumnya terbentuk melalui pengalaman negatif dalam keluarga, terutama pola asuh yang salah, dan berdampak pada menurunnya kecerdasan intelektual, ketakutan tampil di depan umum, kesulitan berelasi, serta kecenderungan emosi yang tidak stabil.

Harga diri adalah sesuatu yang sangat penting dalam diri seseorang karena harga diri menentukan masa depan kehidupan dan pelayanan seseorang.Seorang hamba Tuhan sebagai pemimpin dalam gereja memiliki tanggung jawab yang besar untuk membawa anggota jemaat untuk dapat bertumbuh dalam kehidupan spiritual mereka.Seorang hamba Tuhan akan dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan baik apabila ia memiliki harga diri yang sehat.Untuk dapat memiliki harga diri yang sehat, maka seorang hamba Tuhan harus membangun pilar-pilar harga diri dalam diri mereka.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas berbagai intervensi konseling dalam meningkatkan harga diri hamba Tuhan, dengan fokus pada pendekatan yang berbasis kekuatan dan spiritualitas. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk menguji hubungan antara gaya kepemimpinan hamba Tuhan dengan tingkat harga diri mereka, serta dampaknya terhadap kepuasan jemaat. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami pengalaman subjektif hamba Tuhan dalam menghadapi tantangan dan tekanan yang dapat memengaruhi harga diri mereka, serta strategi koping yang mereka gunakan. Dengan menggabungkan temuan-temuan ini, diharapkan dapat dikembangkan program pelatihan dan pendampingan yang komprehensif untuk mendukung kesejahteraan psikologis dan spiritual hamba Tuhan, sehingga mereka dapat melayani jemaat dengan lebih efektif dan penuh kasih.

  1. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/A0016428APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 A0016428
  2. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/A0017345APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 A0017345
  3. "Low Self-Esteem of Psychotherapy Patients: A Qualitative Inquiry" by Jacob D. van Zyl, Elsje... doi.org/10.46743/2160-3715/2006.1690Low Self Esteem of Psychotherapy Patients A Qualitative Inquiry by Jacob D van Zyl Elsje doi 10 46743 2160 3715 2006 1690
  4. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/0022-0167.41.1.99APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0022 0167 41 1 99
Read online
File size353.12 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test