UMKUMK

Jurnal Psikologi PerseptualJurnal Psikologi Perseptual

Tingginya prokrastinasi akademik mahasiswa saat ini menjadi tantangan serius bagi kualitas lulusan dan sistem pendidikan, sehingga evaluasi peran pola asuh sebagai faktor penentu sangat penting dilakukan. Penundaan ini berdampak negatif pada prestasi belajar dan dipengaruhi secara signifikan oleh gaya pengasuhan orang tua. Tinjauan literatur ini bertujuan mengeksplorasi hubungan pola asuh dan prokrastinasi melalui analisis studi tahun 2020-2025. Temuan menunjukkan bahwa pola asuh demokratis mengurangi prokrastinasi melalui dialog terbuka, kemandirian, dan disiplin diri. Sebaliknya, pola asuh permisif dan otoriter memicu peningkatan prokrastinasi akibat lemahnya kontrol diri atau tekanan psikologis. Temuan ini memberikan kontribusi ilmiah mengenai pengaruh spesifik gaya pengasuhan sebagai landasan intervensi regulasi diri mahasiswa di era digital.

Studi ini menyimpulkan bahwa gaya pengasuhan berperan signifikan dalam membentuk kebiasaan prokrastinasi akademik mahasiswa.Temuan utama menunjukkan bahwa pola asuh demokratis secara konsisten mengurangi prokrastinasi karena mendorong kemandirian, komunikasi terbuka, dan pengaturan diri.Sebaliknya, pola asuh permisif memiliki dampak paling kuat terhadap prokrastinasi karena kebebasan yang berlebihan dan kurangnya bimbingan, sementara pola asuh otoriter juga meningkatkan prokrastinasi melalui kontrol ketat dan tekanan psikologis, meskipun pada tingkat yang lebih rendah.Secara keseluruhan, temuan menunjukkan bahwa pendekatan pengasuhan yang seimbang, yang menggabungkan kehangatan, bimbingan, dan tanggung jawab, paling efektif dalam meminimalkan prokrastinasi di kalangan mahasiswa.

Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa hal. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas model pengasuhan modern, seperti digital parenting dan mindful parenting, dalam mengurangi prokrastinasi. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana gaya pengasuhan kontemporer berinteraksi dengan prokrastinasi dalam konteks budaya yang beragam, sehingga dapat memberikan strategi yang lebih komprehensif untuk mengatasi prokrastinasi di masa modern. Ketiga, penting untuk menafsirkan ulang pola asuh di Indonesia secara adaptif terhadap dinamika era digital, dengan mempertimbangkan pendekatan modern seperti pola asuh positif, pola asuh digital, pola asuh lembut, dan pola asuh penuh perhatian.

Read online
File size423.54 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test