HKBPHKBP
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERINGSPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERINGPenelitian ini menganalisis pengaruh jumlah mata sayat end milling cutter dan jenis pemakanan terhadap kekasaran permukaan alur pasak pada poros double dumpers berbahan ST 45 C. Proses penelitian dilakukan menggunakan mesin frais vertikal dengan variasi pisau end milling cutter carbide berjumlah 3, 4, dan 5 mata sayat. Benda kerja menggunakan baja ST 45 C berbentuk poros dengan panjang 100 mm dan panjang alur pasak yang difrais 40 mm. Pengujian kekasaran permukaan dilakukan pada tiga titik menggunakan Surfcorder SE-300. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pemakanan searah, nilai kekasaran rata-rata meningkat dari 0,623 µm pada 3 mata sayat menjadi 0,783 µm pada 4 mata sayat dan 1,031 µm pada 5 mata sayat. Pada pemakanan tidak searah, nilai kekasaran cenderung tidak stabil, yaitu 0,800 µm, 1,710 µm, dan 0,650 µm. Dengan diameter pisau 8 mm dan putaran spindel 2220 rpm, kecepatan potong yang dihasilkan sebesar 55,766 m/menit. Temuan ini menunjukkan bahwa jumlah mata sayat dan arah pemakanan berpengaruh terhadap kualitas permukaan alur pasak.
Jumlah mata sayat end milling cutter dan arah pemakanan memengaruhi kekasaran permukaan alur pasak poros double dumpers berbahan ST 45 C.Pada pemakanan searah, peningkatan jumlah mata sayat dari 3 flute ke 5 flute menyebabkan nilai Ra rata-rata meningkat dari 0,623 µm menjadi 1,031 µm.Pada pemakanan tidak searah, pola kekasaran tidak stabil, yaitu 0,800 µm pada 3 flute, 1,710 µm pada 4 flute, dan 0,650 µm pada 5 flute.Kecepatan potong yang dihitung pada diameter pisau 8 mm dan putaran spindel 2220 rpm menghasilkan nilai 55,766 m/menit pada seluruh kombinasi pengujian.Dengan kondisi tersebut, variasi kekasaran permukaan lebih dipengaruhi oleh jumlah mata sayat dan arah pemakanan dibandingkan oleh perubahan kecepatan potong.Untuk proses frais dudukan pasak ST 45 C, pemakanan searah dengan 3 flute dapat menjadi pilihan awal karena menghasilkan nilai Ra paling rendah pada kelompok pemakanan searah.Penelitian berikutnya disarankan menambah jumlah pengulangan, menguji variasi feed rate, kedalaman potong, serta kondisi pendinginan agar hubungan antarparameter dapat dianalisis lebih menyeluruh.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengaruh variasi feed rate terhadap kekasaran permukaan pada pemakanan searah dan tidak searah. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi dampak kedalaman potong terhadap kualitas permukaan dan keausan pahat. Penelitian juga perlu mempertimbangkan pengaruh kondisi pendinginan (seperti pelumas) dalam meningkatkan kualitas permukaan serta memperpanjang umur pahat. Dengan menggabungkan parameter-parameter ini, diharapkan dapat ditemukan kombinasi optimal yang meningkatkan efisiensi proses manufaktur. Penelitian ini juga bisa memperluas cakupan bahan uji, misalnya dengan membandingkan baja ST 45 C dengan bahan logam lain. Analisis getaran selama proses frais juga perlu dilanjutkan untuk memahami hubungannya dengan stabilitas proses. Studi tentang interaksi antara geometri pahat dan material benda kerja dapat memberikan wawasan baru. Penelitian bisa mencoba variasi jenis pahat (misalnya, pahat dengan sudut tajam berbeda). Evaluasi kinerja pahat pada kondisi suhu tinggi juga relevan untuk aplikasi industri. Penelitian ini juga bisa memperhatikan pengaruh kekakuan sistem pencekaman terhadap hasil permukaan. Akhirnya, studi tentang pengaruh keausan pahat terhadap kualitas permukaan perlu dilakukan untuk memperpanjang masa pakai alat.
| File size | 250.17 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
AHMADDAHLANAHMADDAHLAN Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional kapal. Stabilitas kapal adalah kemampuanHasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional kapal. Stabilitas kapal adalah kemampuan
UNPUNP Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh kecepatan potong, gerak makan, dan ketebalan pemotongan terhadap tingkat kekasaran permukaan baja ST 37Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh kecepatan potong, gerak makan, dan ketebalan pemotongan terhadap tingkat kekasaran permukaan baja ST 37
UNIVAUNIVA Metode ini menggabungkan kedua respons menjadi satu indikator kinerja tunggal, yaitu grey relational grade (GRG), sehingga parameter optimal dapat ditentukanMetode ini menggabungkan kedua respons menjadi satu indikator kinerja tunggal, yaitu grey relational grade (GRG), sehingga parameter optimal dapat ditentukan
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Terdapat korelasi kontribusi orang tua dengan karies gigi pada anak PAUD Widya Tama Gresik. Nilai koefisien korelasi (-0,380) yang artinya memiliki kekuatanTerdapat korelasi kontribusi orang tua dengan karies gigi pada anak PAUD Widya Tama Gresik. Nilai koefisien korelasi (-0,380) yang artinya memiliki kekuatan
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Uji kekasaran permukaan menggunakan surface roughness tester dan uji kekerasan menggunakan micro vickers hardness. Hasil: Berdasarkan uji analisa one wayUji kekasaran permukaan menggunakan surface roughness tester dan uji kekerasan menggunakan micro vickers hardness. Hasil: Berdasarkan uji analisa one way
PNCPNC Peningkatan akurasi dicapai dengan metode ensemble bagging dan boosting. Kombinasi hyperparameter pada algoritma Random Forest Bagging menghasilkan akurasiPeningkatan akurasi dicapai dengan metode ensemble bagging dan boosting. Kombinasi hyperparameter pada algoritma Random Forest Bagging menghasilkan akurasi
LMULMU Setelah direndam selama 7 hari, dilakukan uji kuat tekan untuk memenuhi spesifikasi yang ditentukan untuk LPAS kelas B, yaitu kuat tekan 35 kg/cm2–45Setelah direndam selama 7 hari, dilakukan uji kuat tekan untuk memenuhi spesifikasi yang ditentukan untuk LPAS kelas B, yaitu kuat tekan 35 kg/cm2–45
LMULMU Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) mencatat 8,9 juta anak balita mengalami stunting yang disebabkan gizi buruk 40% dan tidak adanya air bersih sanitasiData Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) mencatat 8,9 juta anak balita mengalami stunting yang disebabkan gizi buruk 40% dan tidak adanya air bersih sanitasi
Useful /
AHMADDAHLANAHMADDAHLAN Oleh karena itu, kombinasi pengurangan insentif secara bertahap dan selektif dianggap sebagai pendekatan paling proporsional untuk menjaga disiplin fiskalOleh karena itu, kombinasi pengurangan insentif secara bertahap dan selektif dianggap sebagai pendekatan paling proporsional untuk menjaga disiplin fiskal
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,40% mahasiswa termasuk dalam kategori sangat tinggi dan 46,60% berada dalam kategori tinggi, tanpa adanya respondenHasil penelitian menunjukkan bahwa 53,40% mahasiswa termasuk dalam kategori sangat tinggi dan 46,60% berada dalam kategori tinggi, tanpa adanya responden
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Pada tahap ini, anak mulai mengenal dan menggunakan simbol seperti angka dan huruf dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkanPada tahap ini, anak mulai mengenal dan menggunakan simbol seperti angka dan huruf dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik TK Yayasan Amalan tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah clusterPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik TK Yayasan Amalan tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster