LMULMU
Buletin Profesi InsinyurBuletin Profesi InsinyurIndonesia adalah salah satu negara penghasil minyak sawit dengan luas perkebunan kelapa sawit sekitar 12,3 juta hektar pada tahun 2017. Limbah dari kelapa sawit dapat berupa zat padat, cair, dan gas. Salah satu limbah padat yang dihasilkan adalah fly ash, yang memiliki sifat kimia hampir sama dengan semen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji karakteristik kombinasi abu terbang (fly ash) dalam campuran lapis pondasi agregat semen (LPAS) kelas B pada jalan dengan perkerasan lentur. Komposisi campuran benda uji terdiri atas pasir, semen, dan fly ash, yang kemudian dicetak dalam bentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Setelah direndam selama 7 hari, dilakukan uji kuat tekan untuk memenuhi spesifikasi yang ditentukan untuk LPAS kelas B, yaitu kuat tekan 35 kg/cm2–45 kg/cm2. Hasilnya menunjukkan bahwa komposisi dengan kandungan fly ash sebesar 10%, 11%, dan 12% memenuhi spesifikasi yang diinginkan.
Kesimpulan penelitian ini adalah semakin banyak fly ash (abu terbang) dari limbah cangkang dan serabut kelapa sawit yang digunakan dalam suatu komposisi campuran LPAS kelas B, maka nilai kuat tekan beton akan semakin berkurang.Berdasarkan komposisi II, komposisi campuran yang masuk dalam spesifikasi LPAS kelas B dengan persyaratan memiliki hasil uji kuat tekan 35 kg/cm2–45 kg/cm2 adalah komposisi 10% fly ash, 70% pasir, dan 20% semen, serta 1166,667 ml.komposisi 11% fly ash, 70% pasir, dan 19% semen, serta 1166,667 ml.dan komposisi 12% fly ash, 70% pasir, dan 18% semen, serta 1166,667 ml.Dari 3 komposisi yang masuk dalam spesifikasi LPAS kelas B, komposisi 12% fly ash lebih ekonomis daripada komposisi lainnya.
Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Menguji pengaruh variasi komposisi fly ash yang lebih luas, misalnya dengan interval 0,5% atau 1% fly ash tiap campuran, untuk menentukan komposisi optimal yang memenuhi spesifikasi LPAS kelas B dengan hasil yang lebih akurat. (2) Melakukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan batas atas dan bawah komposisi fly ash yang sesuai dengan spesifikasi LPAS kelas B, sehingga dapat diperoleh rentang komposisi yang lebih spesifik dan optimal. (3) Meneliti pengaruh penggunaan fly ash dari sumber yang berbeda, seperti dari pabrik lain atau dengan karakteristik berbeda, terhadap karakteristik campuran LPAS kelas B, untuk memastikan apakah fly ash dari sumber lain juga dapat digunakan sebagai bahan pengurang semen dengan hasil yang memuaskan.
| File size | 420.02 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UMPOUMPO Test results showed that the drying chamber temperature reached 45–60°C with an air velocity of 1. 5–2. 5 m/s. Cocoa beans with an initial moistureTest results showed that the drying chamber temperature reached 45–60°C with an air velocity of 1. 5–2. 5 m/s. Cocoa beans with an initial moisture
UP45UP45 Metode penelitian yang digunakan meliputi perancangan, pembuatan, serta pengujian alat berdasarkan standar teknis yang telah ditetapkan. Proses penelitianMetode penelitian yang digunakan meliputi perancangan, pembuatan, serta pengujian alat berdasarkan standar teknis yang telah ditetapkan. Proses penelitian
BSIBSI Sistem deteksi dan pelacakan berbasis YOLOv8 dan ByteTrack secara konsisten mengidentifikasi objek di persimpangan rel dan menghasilkan peringatan real-timeSistem deteksi dan pelacakan berbasis YOLOv8 dan ByteTrack secara konsisten mengidentifikasi objek di persimpangan rel dan menghasilkan peringatan real-time
UMSBUMSB Keseluruhan sistem berhasil bekerja dengan persentase kesalahan yang sangat rendah, menunjukkan potensi besar untuk diterapkan dalam industri kimia. AlatKeseluruhan sistem berhasil bekerja dengan persentase kesalahan yang sangat rendah, menunjukkan potensi besar untuk diterapkan dalam industri kimia. Alat
NURISNURIS Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mensimulasikan sistem rumah pintar menggunakan perangkat lunak Cisco Packet Tracer sebagai media simulasiPenelitian ini bertujuan untuk merancang dan mensimulasikan sistem rumah pintar menggunakan perangkat lunak Cisco Packet Tracer sebagai media simulasi
LAMINTANGLAMINTANG Tujuan utama penelitian ini adalah mengembangkan sistem kontrol multi-power supply yang tangguh yang mampu beralih secara mulus antara tiga sumber dayaTujuan utama penelitian ini adalah mengembangkan sistem kontrol multi-power supply yang tangguh yang mampu beralih secara mulus antara tiga sumber daya
UPSUPS Metode pendekatan teoritis dalam perancangan sistem mekanik ke insinyuran dengan tahapan berjenjang, analisis dan sintesis, mengadopsi rancangan standardMetode pendekatan teoritis dalam perancangan sistem mekanik ke insinyuran dengan tahapan berjenjang, analisis dan sintesis, mengadopsi rancangan standard
UNSURYAUNSURYA Tegangan bengkok yang terjadi pada rangka kolom sebesar σx = 22,60 N/mm2, sedangkan tegangan bengkok ijin sebesar σx ijin = 141,9 N/mm2. Kemampuan ballTegangan bengkok yang terjadi pada rangka kolom sebesar σx = 22,60 N/mm2, sedangkan tegangan bengkok ijin sebesar σx ijin = 141,9 N/mm2. Kemampuan ball
Useful /
UMSBUMSB Selain itu, manajemen jadwal yang lebih baik dan pemantauan real-time terhadap kepadatan penumpang dapat membantu mengoptimalkan operasi. Berdasarkan hasilSelain itu, manajemen jadwal yang lebih baik dan pemantauan real-time terhadap kepadatan penumpang dapat membantu mengoptimalkan operasi. Berdasarkan hasil
UNSURYAUNSURYA 1. Luas penampang tali (F152) didefinisikan berdasarkan tegangan tarik pada satu tali, yaitu 1,9 cm². Tegangan tarik yang terjadi pada tali baja sebesar1. Luas penampang tali (F152) didefinisikan berdasarkan tegangan tarik pada satu tali, yaitu 1,9 cm². Tegangan tarik yang terjadi pada tali baja sebesar
UNSURYAUNSURYA Berdasarkan simulasi elemen hingga untuk kasus tumbukan pada 8 model Leading Edge, maka didapatkan hasil nilai force. Pada model dengan sudut 0o kecepatanBerdasarkan simulasi elemen hingga untuk kasus tumbukan pada 8 model Leading Edge, maka didapatkan hasil nilai force. Pada model dengan sudut 0o kecepatan
UNSURYAUNSURYA Beban bending yang dihasilkan merupakan hasil penjumlahan antara distribusi berat dan distribusi lift yang terjadi pada sayap sehingga untuk menghitungBeban bending yang dihasilkan merupakan hasil penjumlahan antara distribusi berat dan distribusi lift yang terjadi pada sayap sehingga untuk menghitung