UNPUNP

TeknomekanikTeknomekanik

Dalam dunia industri, penggunaan mesin shaping oleh operator cenderung kurang memperhatikan kekasaran permukaan benda yang dihasilkan. Kekasaran yang terjadi dipengaruhi oleh parameter pemesinan seperti kecepatan potong, gerak makan, dan ketebalan pemotongan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh kecepatan potong, gerak makan, dan ketebalan pemotongan terhadap tingkat kekasaran permukaan baja ST 37 pada proses shaping. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk menentukan tingkat kekasaran permukaan baja dari variasi kecepatan potong, gerak makan, dan ketebalan pemotongan. Bahan yang digunakan memiliki ukuran 70 mm panjang, 25 mm lebar, dan 25 mm tinggi. Hasil pemrosesan data dari pengujian kekasaran menggunakan aplikasi SPSS versi 16.0 menunjukkan bahwa (1) pengaruh signifikan kecepatan potong terhadap tingkat kekasaran permukaan sebesar 5,5%. (2) pengaruh signifikan antara gerak makan terhadap tingkat kekasaran permukaan sebesar 60,9%. (3) pengaruh signifikan kedalaman pemotongan terhadap tingkat kekasaran permukaan sebesar 0,2%. (4) pengaruh signifikan antara kecepatan potong, gerak makan, dan kedalaman pemotongan terhadap tingkat kekasaran permukaan dengan pengaruh signifikan sebesar 66,6%. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa kecepatan potong, gerak makan, dan kedalaman pemotongan merupakan faktor yang juga mempengaruhi tingkat kekasaran permukaan baja ST 37 pada proses shaping.

Faktor-faktor yang memengaruhi kekasaran permukaan pada proses shaping meliputi kecepatan potong, gerak makan, kedalaman pemotongan, kecepatan putar mesin, kondisi mesin, material benda kerja, bentuk pahat, pendinginan, dan operator.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian ke-23 dengan kecepatan potong 76 m/menit, gerak makan 0,4 mm/langkah, dan kedalaman pemotongan 1,5 mm menghasilkan rata-rata kekasaran terendah (Ra = 4,00 μm).Sebaliknya, pengujian ke-9 dengan kecepatan potong 44 m/menit, gerak makan 0,6 mm/langkah, dan kedalaman pemotongan 2 mm menghasilkan rata-rata kekasaran tertinggi (Ra = 14,01 μm).0 menunjukkan bahwa keempat variabel memiliki pengaruh signifikan terhadap kekasaran permukaan, dengan persamaan regresi Y = 5,285 - 0,052X1 13,997X2 - 0,283X3 yang menjelaskan 66,6% variasi kekasaran permukaan.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh material pahat terhadap kekasaran permukaan pada proses shaping. Selain itu, studi tentang pengaruh metode pendinginan terhadap hasil pemesinan dapat dilakukan. Selanjutnya, penelitian dapat mengkaji perbedaan antara material logam berbeda dalam proses shaping untuk memahami variabilitas hasil. Penelitian ini juga dapat mengembangkan model prediksi kekasaran permukaan berdasarkan parameter pemesinan yang lebih komprehensif. Studi tentang dampak lingkungan kerja seperti suhu dan kelembapan terhadap proses shaping dapat menjadi arah penelitian baru. Selain itu, penelitian dapat membandingkan efektivitas berbagai jenis mesin shaping dalam menghasilkan kekasaran permukaan yang optimal. Penelitian ini juga dapat mengintegrasikan teknologi digital untuk meningkatkan akurasi pengukuran kekasaran permukaan.

  1. Effect of Cutting Speed, Feed-rate and Depth of Cut on the Surface Roughness Level of ST-37 Steel in... doi.org/10.24036/tm.v2i2.2372Effect of Cutting Speed Feed rate and Depth of Cut on the Surface Roughness Level of ST 37 Steel in doi 10 24036 tm v2i2 2372
Read online
File size352.98 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test