UNIVAUNIVA

Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah MedanJurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan

Material Aluminium 7075 banyak diaplikasikan dalam industri dirgantara dan otomotif karena perbandingan kekuatan terhadap beratnya yang sangat baik, namun responsnya yang sensitif selama proses pemesinan bubut CNC seringkali menghasilkan variasi kualitas permukaan yang tidak konsisten. Tujuan penelitian ini berfokus pada optimasi parameter pemesinan bubut CNC untuk mendapatkan kualitas permukaan terbaik pada material Aluminium 7075. Kualitas permukaan yang diukur melalui nilai kekasaran (surface roughness, Ra) menjadi target utama, sementara laju pembuangan material (material removal rate, MRR) dipertimbangkan sebagai faktor pendukung untuk menjaga produktivitas. Metode Taguchi L9 digunakan untuk merancang eksperimen dengan memvariasikan tiga parameter kunci: kecepatan potong (Vc), kecepatan pemakanan (f), dan kedalaman potong (ap). Setiap kombinasi parameter diuji, dan respons berupa nilai Ra serta MRR dicatat. Untuk mengatasi konflik antara kualitas permukaan dan produktivitas, analisis multi-respons dilakukan dengan teknik Grey Relational Analysis (GRA). Metode ini menggabungkan kedua respons menjadi satu indikator kinerja tunggal, yaitu grey relational grade (GRG), sehingga parameter optimal dapat ditentukan secara komprehensif. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi optimal dicapai pada kecepatan potong tinggi, kecepatan pemakanan rendah, dan kedalaman potong menengah. Setting ini terbukti mengurangi kekasaran permukaan secara signifikan sebesar 31.2% dibandingkan dengan parameter awal, sementara tetap mempertahankan MRR pada tingkat yang dapat diterima. Analisis varians (ANOVA) mengonfirmasi bahwa kecepatan potong merupakan faktor yang paling dominan (kontribusi 67.3%) terhadap kualitas permukaan hasil bubut. Penelitian ini memberikan rekomendasi parameter yang efektif dan sistematis untuk meningkatkan kualitas produk akhir dalam proses manufaktur presisi.

Penelitian menemukan bahwa kombinasi optimal parameter kecepatan potong 240 m/min, kecepatan pemakanan 0,10 mm/rev, dan kedalaman potong 0,8 mm menghasilkan penurunan kekasaran permukaan sebesar 41,1% menjadi 1,12 µm serta peningkatan laju pembuangan material sebesar 6,7% menjadi 19.Analisis ANOVA menunjukkan kecepatan potong sebagai faktor paling dominan dengan kontribusi 67,3% terhadap performa keseluruhan.Dengan demikian, integrasi metode Taguchi dan Grey Relational Analysis terbukti efektif untuk mengoptimalkan kualitas permukaan sekaligus mempertahankan produktivitas pada proses bubut CNC aluminium 7075.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh variasi geometri dan material alat potong terhadap parameter optimal yang telah diidentifikasi, sehingga dapat menilai kontribusi keausan alat pada kualitas permukaan dan produktivitas. Selain itu, studi dapat menambahkan variabel energi konsumsi dan umur alat sebagai respons tambahan dalam analisis multi‑respons, untuk mengembangkan pendekatan optimasi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Selanjutnya, metode Taguchi‑Grey Relational Analysis dapat diaplikasikan pada material aluminium lain atau komposit struktural, guna membandingkan efektivitas parameter optimal dan menilai generalisasi hasil pada konteks manufaktur yang lebih luas. Penelitian-penelitian ini akan memperluas pemahaman tentang interaksi parameter proses, meningkatkan efisiensi produksi, dan mendukung pengembangan strategi pemesinan yang adaptif pada berbagai material.

Read online
File size535.62 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test