ILININSTITUTEILININSTITUTE

CARADDECARADDE

Sampah makanan (food waste) merupakan salah satu isu penting di Indonesia karena berkontribusi terhadap timbulan sampah nasional dan emisi karbon. Berdasarkan laporan UNEP (2024), food waste di Indonesia mencapai 77 kg per kapita per tahun atau sekitar 20,9 juta ton pada 2022. Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, menjadi salah satu wilayah yang menghadapi tantangan tersebut, dengan timbulan sisa makanan mencapai lebih dari 319 ton per RW setiap tahunnya (Melati, 2022). Sebagai respon, program pengabdian masyarakat tahun kedua ini diarahkan untuk memperkuat penerapan konsep ekonomi sirkular berbasis teknologi tepat guna melalui tiga pilar utama: budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), pertanian dengan sistem irigasi tetes, dan perikanan berbasis bioflok tanpa molase. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, penerapan teknologi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi yang melibatkan Kelompok Tani Kebon Kopi Mandiri serta Komunitas Pabuaran Hijau. Inovasi teknologi, seperti penggunaan mesin pengayak maggot berbasis pedal, rak biopond empat jenjang, serta irigasi tetes berhasil mengoptimalkan lahan terbatas. Penerapan bioflok tanpa molase dengan pakan alternatif maggot juga memperkuat integrasi antara sektor perikanan dan pengelolaan sampah organik. Selain aspek teknis, pelatihan pemasaran berbasis digital marketing meningkatkan pemahaman peserta dalam strategi branding, segmentasi pasar, dan distribusi. Program ini berkontribusi pada peningkatan nilai tambah produk, perluasan akses pasar, serta penguatan ketahanan pangan desa berbasis ekonomi sirkular yang berkelanjutan, sekaligus mendukung pencapaian SDGs 2 dan 12.

Program pengabdian di Desa Cibanteng menunjukkan bahwa penguatan diversifikasi produk, penerapan teknologi tepat guna, dan strategi pemasaran digital penting untuk mendorong hilirisasi pengelolaan sampah organik dan pertanian terpadu.Penerapan teknologi seperti mesin pengayak maggot, sistem irigasi tetes, dan bioflok tanpa molase tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga membuka peluang pengembangan produk bernilai tambah.Integrasi pengelolaan sampah dengan pertanian dan perikanan, serta kolaborasi antara berbagai pihak, menjadi kunci dalam mendukung ketahanan pangan dan pengurangan emisi karbon.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai efektivitas berbagai jenis pakan alternatif untuk budidaya maggot, termasuk potensi pemanfaatan limbah pertanian lokal lainnya untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan kualitas produk. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengembangan model bisnis ekonomi sirkular yang terintegrasi, melibatkan seluruh rantai nilai mulai dari pengumpulan sampah organik hingga pemasaran produk akhir, serta mengidentifikasi potensi investasi dan pendanaan yang berkelanjutan. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi penerapan teknologi digital yang lebih canggih dalam pengelolaan sampah dan pertanian, seperti penggunaan sensor dan sistem monitoring berbasis IoT untuk mengoptimalkan proses budidaya, memantau kualitas air dan tanah, serta meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan desa yang mandiri, berketahanan pangan, dan ramah lingkungan.

Read online
File size894.58 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test