UNESAUNESA

Journal of Digital Business and Innovation ManagementJournal of Digital Business and Innovation Management

Pertumbuhan ekonomi sangat penting bagi ekonomi berkembang, namun keberlanjutan pertumbuhan ini harus mempertimbangkan dampak lingkungannya. Hipotesis Environmental Kuznets Curve (EKC) menunjukkan bahwa meskipun ekspansi ekonomi awalnya memperburuk kerusakan lingkungan, pada akhirnya dapat mengarah pada perbaikan lingkungan seiring dengan peningkatan tingkat pendapatan. Penelitian ini menguji ulang hipotesis EKC pada sejumlah negara dari kelompok Next Eleven (N-11). Menggunakan regresi model efek acak, analisis meneliti pengaruh produk domestik bruto, pengembangan pasar keuangan, kualitas institusional, dan teknologi lingkungan terhadap emisi CO₂. Temuan mendukung hipotesis EKC, menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi awalnya meningkatkan kerusakan lingkungan tetapi pada akhirnya berkontribusi pada perbaikan lingkungan. Pengembangan pasar keuangan dikaitkan dengan penurunan emisi CO₂, menunjukkan bahwa sistem keuangan yang kuat dapat mendorong investasi ramah lingkungan. Sebaliknya, teknologi lingkungan justru berdampak positif terhadap emisi CO₂, kemungkinan mencerminkan tahap adopsi awal di mana teknologi justru meningkatkan emisi. Kualitas institusional tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap emisi CO₂. Beberapa rekomendasi diberikan untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan.

Penelitian ini mendukung hipotesis Environmental Kuznets Curve (EKC), yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi awalnya meningkatkan kerusakan lingkungan tetapi pada akhirnya berkontribusi pada perbaikan lingkungan seiring peningkatan pendapatan.Pengembangan pasar keuangan berperan dalam menurunkan emisi CO₂, sementara teknologi lingkungan justru meningkatkan emisi pada tahap awal, dan kualitas institusional tidak berdampak signifikan.Untuk masa depan, kebijakan perlu difokuskan pada penguatan pasar keuangan, insentif untuk adopsi teknologi ramah lingkungan, serta pendanaan riset dan pengembangan selama fase transisi teknologi.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh jangka pendek dan jangka panjang dari pengembangan teknologi lingkungan terhadap emisi CO₂ di sektor transportasi dan industri, dengan menggunakan pendekatan panel ARDL untuk memahami dinamika transisi emisi selama masa adopsi teknologi. Kedua, penting untuk mengeksplorasi peran variabel moderasi seperti kebijakan energi nasional atau intensitas penggunaan bahan bakar fosil dalam memperkuat atau melemahkan hubungan antara pasar keuangan dan pengurangan emisi, agar dapat diketahui konteks kebijakan mana yang paling efektif. Ketiga, perlu dikaji lebih lanjut mengapa kualitas institusional tidak berdampak signifikan terhadap emisi, melalui studi komparatif mendalam antar negara N-11 yang membandingkan efektivitas implementasi regulasi lingkungan, transparansi pemerintahan, dan penegakan hukum lingkungan dalam mengubah perilaku emisi sektor energi dan industri. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan studi ini dengan memperdalam pemahaman mekanisme kebijakan dan konteks institusional yang mendukung keberlanjutan lingkungan di negara berkembang.

  1. Environmental protection subsidies, green technology innovation and environmental performance: Evidence... journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0278629Environmental protection subsidies green technology innovation and environmental performance Evidence journals plos plosone article id 10 1371 journal pone 0278629
Read online
File size236.51 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test