HKBPHKBP

SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERINGSPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING

Produsen cendol skala kecil masih banyak menggunakan pengadukan manual sehingga proses produksi memerlukan tenaga besar dan hasil adonan sering tidak seragam. Penelitian ini bertujuan merancang, membuat, dan menguji mesin pengaduk cendol kapasitas 5 kg sebagai teknologi tepat guna untuk produksi pangan skala kecil. Mesin dikembangkan menggunakan motor listrik 1 HP, girboks rasio 1:60, rangka besi siku, tabung stainless steel, poros, dan pisau pengaduk. Pengujian dilakukan menggunakan 5 kg adonan tepung beras dengan 2 L air dan pasta pandan sebagai indikator visual pemerataan. Kondisi adonan diamati pada waktu 5, 10, 15, dan 20 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa girboks menurunkan putaran motor dari 3000 rpm menjadi 50 rpm pada poros pengaduk. Adonan masih kurang merata pada menit ke-5 dan ke-10, mulai merata pada menit ke-15, dan tetap stabil pada menit ke-20. Kapasitas produksi hasil perhitungan sebesar 0,25 kg/menit dengan volume tabung 0,0247 m3. Mesin layak digunakan untuk produksi skala kecil, tetapi pengujian lanjutan menggunakan tachometer, wattmeter, pengukuran viskositas, pengulangan uji, dan pelindung operator masih diperlukan.

Penelitian ini menghasilkan mesin pengaduk cendol kapasitas 5 kg yang terdiri atas motor listrik 1 HP, girboks rasio 1.60, rangka besi siku, tabung stainless steel, poros, dan pisau pengaduk.Mesin ini dapat menjadi solusi teknologi tepat guna bagi pelaku usaha cendol skala kecil karena mampu menggantikan pengadukan manual dan membantu menjaga keseragaman adonan.Berdasarkan data pengujian, adonan 5 kg masih kurang merata pada waktu 5 dan 10 menit, mulai merata pada 15 menit, dan tetap stabil pada 20 menit.Kapasitas produksi hasil perhitungan adalah 0,25 kg/menit, volume tabung sebesar 0,0247 m3, dan putaran keluaran pengaduk sebesar 50 rpm berdasarkan rasio girboks.Kontribusi penelitian ini adalah memberikan rancangan awal mesin pengaduk pangan tradisional yang sederhana, mudah dibuat, dan sesuai untuk skala kecil.Implikasi praktisnya adalah pengurangan kerja manual operator dan peningkatan konsistensi proses pengadukan.Batasan penelitian adalah homogenitas adonan masih dinilai secara visual, pengujian belum dilengkapi pengukuran viskositas, konsumsi daya aktual, putaran aktual tachometer, temperatur proses, dan pengulangan statistik.Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan menambahkan wattmeter, tachometer, pengujian viskositas, minimal tiga kali pengulangan, pengatur kecepatan, optimasi bentuk pisau pengaduk, serta pelindung transmisi untuk meningkatkan keselamatan operator.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan mesin pengaduk cendol dengan kapasitas yang lebih besar, misalnya 10 kg atau 20 kg. Selain itu, perlu dilakukan pengujian lebih lanjut mengenai efisiensi energi dan kinerja mesin, termasuk pengukuran konsumsi daya, viskositas, dan temperatur adonan. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengoptimalkan bentuk pisau pengaduk agar lebih efektif dalam mencampur adonan cendol. Selain itu, penting untuk menambahkan pelindung transmisi pada mesin agar keselamatan operator terjamin. Dengan demikian, mesin pengaduk cendol dapat menjadi teknologi tepat guna yang lebih efektif dan aman bagi pelaku usaha skala kecil.

  1. Pengoptimalan Waktu Terhadap Hasil Adukan Pada Alat Pengaduk Bahan Dasar Sabun Cair | G-Tech: Jurnal... ejournal.uniramalang.ac.id/g-tech/en/article/view/1867Pengoptimalan Waktu Terhadap Hasil Adukan Pada Alat Pengaduk Bahan Dasar Sabun Cair G Tech Jurnal ejournal uniramalang ac g tech en article view 1867
  2. Perancangan Mesin Penggulung Dinamo Semi-Otomatis | Journal of Applied Mechanical Technology. perancangan... jamet.polindra.ac.id/index.php/jamet/article/view/13Perancangan Mesin Penggulung Dinamo Semi Otomatis Journal of Applied Mechanical Technology perancangan jamet polindra ac index php jamet article view 13
Read online
File size300.26 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test