UNIFLORUNIFLOR
Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran SejarahSajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran SejarahPeran teknologi informasi dan komunikasi pada era globalisasi saat ini tidak dapat dipungkiri telah menggeser peran orang tua dalam mendidik anak-anaknya, khususnya dalam hal pembentukan karakter. Kebiasaan orang tua zaman dahulu mendongengkan cerita rakyat menjelang tidur anak, diakui atau tidak semakin ditinggalkan. Sementara instrumen canggih yang bernama internet begitu banyak menawarkan berbagai informasi, pengetahuan, dan budaya tanpa adanya filter. Internet dan televisi terposisikan sebagai guru, namun tanpa memiliki rasio dan rasa. Anak bebas memilih yang baik atau pun yang buruk tanpa pujian, dorongan, atau pun ancaman dan hukuman. Kondisi ini patut diduga menjadi faktor yang berpengaruh terhadap lunturnya standar moral yang berakar pada nilai-nilai lokal. Dalam kondisi demikian, sekolah diharapkan menjadi tempat menggantungkan harapan untuk membentuk karakter anak sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa. Kearifan lokal yang dimiliki oleh berbagai kelompok masyarakat dapat digali kembali melalui cerita rakyat sebagai materi pembelajaran di sekolah. Sebagai bentuk sastra lisan, cerita rakyat memuat pesan-pesan moral yang baik, yang dapat menjadi perantara untuk memahami nilai-nilai kearifan lokal kelompok masyarakat tertentu. Pentingnya peran guru adalah mencelupkan anak dalam cerita-cerita tradisional, sebagai penutur cerita, dan memilih materi cerita sesuai dengan kriteria, yang mencakup: nilai-nilai moral, dan nilai pesan. Tidak kalah penting dari itu adalah peran guru dalam menanamkan nilai-nilai kearifan lokal melalui keteladanan dalam kehidupan nyata.
Berdasarkan temuan, nilai-nilai kearifan lokal dari cerita rakyat seperti Watu Rajo sangat penting untuk pembelajaran karakter di sekolah guna mengimbangi dampak negatif media modern, membentuk peserta didik menjadi pribadi yang arif dan bahagia.Meskipun tradisi mendongeng oleh orang tua berkurang, guru memiliki peran sentral dalam menghidupkan kembali nilai-nilai karakter melalui cerita rakyat dan apresiasi sastra, dengan mengintegrasikan materi pengetahuan dan kearifan lokal serta menjadi teladan.Sinergi antara guru dan orang tua, termasuk dalam membatasi dan mendampingi penggunaan media elektronik anak, menjadi kunci untuk membentuk generasi berkarakter unggul sesuai nilai-nilai lokal.
Untuk memperkaya pemahaman kita mengenai pendidikan karakter berbasis kearifan lokal, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, akan sangat bermanfaat jika dilakukan studi komparatif untuk mengidentifikasi metode pembelajaran karakter yang paling efektif dalam memanfaatkan cerita rakyat, terutama membandingkan antara pendekatan langsung seperti mendongeng oleh guru dengan penggunaan media digital atau multimedia yang mengadaptasi kisah-kisah tradisional. Penelitian ini dapat mengukur sejauh mana setiap metode mampu meningkatkan pemahaman nilai-nilai lokal, membentuk sikap positif, dan memengaruhi perilaku siswa dalam jangka pendek. Kedua, agar dapat melihat dampak yang lebih mendalam, diperlukan penelitian longitudinal yang mengikuti perkembangan karakter siswa yang telah terpapar pendidikan berbasis kearifan lokal ini selama beberapa tahun. Studi semacam ini akan memberikan gambaran jelas tentang keberlanjutan internalisasi nilai-nilai seperti kebersamaan, kerja keras, dan cinta budaya, serta bagaimana nilai-nilai tersebut memandu siswa dalam menghadapi berbagai situasi sosial di kemudian hari. Terakhir, karena peran guru sangat sentral, riset selanjutnya bisa berfokus pada pengembangan dan evaluasi program pelatihan yang dirancang khusus untuk para guru. Studi ini dapat mengidentifikasi kebutuhan pelatihan guru dalam mengintegrasikan cerita rakyat dan kearifan lokal ke dalam berbagai mata pelajaran, serta menguji efektivitas modul pelatihan yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga kepercayaan diri dan keterampilan praktis guru dalam menuturkan cerita serta menjadi teladan. Dengan demikian, kita bisa memastikan bahwa nilai-nilai luhur bangsa dapat terus lestari dan relevan bagi generasi mendatang.
| File size | 458.56 KB |
| Pages | 21 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIFLORUNIFLOR Rupa-rupanya nilai-nilai dogmatis yang dikembangkan oleh agama wahyu, dipandang telah mencapai titik klimaks. Artinya, orang kemudian berubah menjadi skeptisRupa-rupanya nilai-nilai dogmatis yang dikembangkan oleh agama wahyu, dipandang telah mencapai titik klimaks. Artinya, orang kemudian berubah menjadi skeptis
UNIFLORUNIFLOR Struktur kepemimpinan di bawah raja terdiri dari Hamente yang ditunjuk oleh Belanda dan Kepala Desa yang ditunjuk oleh Hamente, berasal dari kalangan aristokratStruktur kepemimpinan di bawah raja terdiri dari Hamente yang ditunjuk oleh Belanda dan Kepala Desa yang ditunjuk oleh Hamente, berasal dari kalangan aristokrat
UNIFLORUNIFLOR Rumusan masalah dalam penelitian, yaitu bagaimana upaya meningkatkan hasil belajar ppkn melalui metode problem based introduction pada materi integrasiRumusan masalah dalam penelitian, yaitu bagaimana upaya meningkatkan hasil belajar ppkn melalui metode problem based introduction pada materi integrasi
IPIP Penelitian ini menggunakan pendekatan Didactical Design Research (DDR) yang terdiri dari tiga tahap: analisis didaktis prospektif, analisis metapedadidaktis,Penelitian ini menggunakan pendekatan Didactical Design Research (DDR) yang terdiri dari tiga tahap: analisis didaktis prospektif, analisis metapedadidaktis,
UNIFLORUNIFLOR Peninggalan sejarah dari masa ini memuat berbagai macam gaya, termasuk arsitektur kolonial. Struktur arsitektur kolonial sangat penting untuk dilestarikanPeninggalan sejarah dari masa ini memuat berbagai macam gaya, termasuk arsitektur kolonial. Struktur arsitektur kolonial sangat penting untuk dilestarikan
UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI Data yang terkumpul dianalisis menggunakan model interaktif Miles Huberman meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjaminData yang terkumpul dianalisis menggunakan model interaktif Miles Huberman meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin
UNIFLORUNIFLOR Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah proses pembuatan rumah adat pada masyarakat Kampung Wolorowa Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah proses pembuatan rumah adat pada masyarakat Kampung Wolorowa Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada.
IAINFMPAPUAIAINFMPAPUA Implementasi Kurikulum Merdeka menunjukkan keberhasilan dalam memenuhi standar pembelajaran. Keterbatasan waktu dan keterlibatan siswa menjadi tantanganImplementasi Kurikulum Merdeka menunjukkan keberhasilan dalam memenuhi standar pembelajaran. Keterbatasan waktu dan keterlibatan siswa menjadi tantangan
Useful /
UBHUBH Menarik wisatawan untuk kembali berkunjung akan memerlukan upaya yang lebih sedikit daripada menarik pengunjung baru dan akan mengurangi pengeluaran pemasaranMenarik wisatawan untuk kembali berkunjung akan memerlukan upaya yang lebih sedikit daripada menarik pengunjung baru dan akan mengurangi pengeluaran pemasaran
PARAMADINAPARAMADINA Pendekatan penelitian kuantitatif digunakan, melibatkan dua variabel independen dan satu variabel dependen. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstrukturPendekatan penelitian kuantitatif digunakan, melibatkan dua variabel independen dan satu variabel dependen. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur
PARAMADINAPARAMADINA Mak Domu tidak hanya menjadi sosok penjaga keharmonisan rumah tangga, tetapi juga menunjukkan kekuatan dalam menentang stereotip dan memperjuangkan hak-haknya.Mak Domu tidak hanya menjadi sosok penjaga keharmonisan rumah tangga, tetapi juga menunjukkan kekuatan dalam menentang stereotip dan memperjuangkan hak-haknya.
UNIFLORUNIFLOR Apakah kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dapat ditingkatkan melalui diskusi Kelompok Kerja Guru. Metode penitianApakah kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dapat ditingkatkan melalui diskusi Kelompok Kerja Guru. Metode penitian