UNIFLORUNIFLOR

Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran SejarahSajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah

Peradaban semakin tua dan dunia kehilangan pesona auratiknya. Tidak berlebihan jika belakangan ini muncul “gelombang antusiasme baru untuk mendalami spiritualitas hidup yang bersumber dari institusi “religi tradisi maupun agama-agama wahyu. Lebih uniknya lagi, ada begitu banyak minat orang-orang moderen untuk mempelajari dan menghayati ajaran, filosofi, dan etika dunia Timur. Rupa-rupanya nilai-nilai dogmatis yang dikembangkan oleh agama wahyu, dipandang telah mencapai titik klimaks. Artinya, orang kemudian berubah menjadi skeptis terhadap dogma-dogma keagamaan yang terkesan abstrak bahkan mengasingkan manusia. Krisis spiritualias hidup di negara Barat, kemudian mendorong orang untuk menggali kembali spiritualitas hidup Timur yang dulunya dianggap sebagai ajaran yang irrasional dan berprasangka pada praktek ritual agama yang berhubungan dengan dunia mistik. Artikel ilmiah sederhana ini dirancang dengan maksud untuk menstimulasi pemahaman yang bersifat holistik mengenai beberapa institusi religius yang berkembang di dalam pranata masyarakat kita. Melalui kesadaran religiositas semacam ini memungkinkan dialog antar umat beragama untuk memperoleh tatanan kehidupan keberagamaan yang diterangi oleh cahaya atau spirit toleransi tanpa “disusupi tendensi dan pretensi ideologis apa-pun.

Pembahasan tentang institusi agama dalam artikel ini memberikan gambaran tentang kekhasan masing-masing institusi keagamaan yang berkembang dalam masyarakat.Diperlukan sikap kedewasaan dalam beriman dan menerima keberbedaan cara menuju zat yang esa (Allah).Toleransi menjadi pintu masuk penting bagi manusia di tengah konstelasi dunia yang kompleks.Nilai-nilai keberagamaan menjadi bagian integral atas pilihan hidup beragama.Tantangan terbesar adalah dekadensi keberimanan yang massif akibat gelombang modernitas dan post-modernitas.Perkembangan zaman cepat berpotensi mengubah aspek esensial hidup manusia.Problematika ini membutuhkan kedewasaan dalam kehidupan keberimanan untuk menghadapi gelombang kapitalisme.Agama harus menjadi sarana untuk kesejahteraan, bukan alat kekuasaan.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada perbandingan praktik spiritualitas Timur dan Barat dalam konteks modernitas, khususnya pengaruh sekularisme terhadap institusi religius. Selanjutnya, studi tentang peran pendidikan dalam membangun toleransi antarumat beragama bisa menjadi arah penelitian baru. Terakhir, penelitian tentang bagaimana nilai-nilai etika agama dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan publik untuk mengurangi konflik sosial berbasis ideologi.

Read online
File size321.24 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test