UNIFLORUNIFLOR

Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran SejarahSajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah

Untuk melestarikan dan mempertahankan tradisi turun-temurun masyarakat Desa Mautenda Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, menyelenggarakan ritual adat Peka setiap tahunnya setelah panen selama 2 hari pada bulan Juni. Penyelenggaraan ritual ini sebagai ucapan syukur atas berkah Tuhan dan para leluhur. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana proses pelaksanaan ritual Peka di Desa Mautenda, dan (2) apa makna yang terkandung dalam ritual Peka. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi, melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses ritual Peka melalui beberapa tahap, seperti bou Mosalaki, pongga Nggo, mendi are, manu, dan moke, potong ayam dan babi, pati ka ata Nggua, serta acara kesenian gawi.

Ritual Peka merupakan tradisi tahunan masyarakat Desa Mautenda yang dilakukan pada bulan Juni selama 2 hari, yakni hari Jumad dan Sabtu, sebagai wujud rasa syukur kepada Sang pencipta dan leluhur.Proses ritual Peka meliputi tahapan seperti bou Mosalaki, pongga Nggo, mendi are, manu, dan moke, potong ayam dan babi, pati ka ata Nggua, serta acara kesenian gawi.Makna ritual Peka mencakup nilai luhur kebersamaan, gotong royong, dan nilai etika.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak modernisasi terhadap keberlanjutan ritual Peka, seperti pengaruh media sosial atau perubahan pola hidup terhadap partisipasi masyarakat. Selain itu, studi perbandingan antara ritual Peka dengan upacara serupa di wilayah lain di Indonesia dapat memberikan wawasan tentang keunikan dan universalitas nilai budaya lokal. Terakhir, penelitian tentang peran ritual Peka dalam memperkuat identitas komunitas dan membangun solidaritas sosial di Desa Mautenda bisa menjadi arah studi yang relevan.

Read online
File size251.33 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test