POLNAMPOLNAM

Scholars: Jurnal Sosial Humaniora dan PendidikanScholars: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan

Ritus Mangkok Enam Bulan merupakan salah satu ritus yang masih dipertahankan oleh anak negeri Tuhaha dalam konteks hidup mereka. Ritus ini menjadi salah satu jati diri mereka, yang berpijak pada kreasi kognitif leluhur sebagai akibat migrasi dari Kohu ke Aimahono. Ritus Mangkok Enam Bulan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pagi hari dan tahap malam hari. Keseluruhan rangkaian ritus ini mencerminkan identitas adatis dan identitas kekristenan yang sangat kental di Tuhaha. Ritus Mangkok Enam Bulan mencerminkan sebuah tindakan berteologi anak negeri Tuhaha dalam hubungan mereka dengan Allah dan alam semesta. Tindakan berteologi mereka menampakkan kesadaran mereka akan kehadiran dan tuntunan Allah dalam sejarah mereka, dan juga bagaimana mereka memandang sakralitas ruang dan waktu. Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metodologi kualitatif yang berfokus pada observasi dengan menggunakan teknik wawancara mendalam. Sedangkan analisis data menggunakan modus hermeneutik terhadap pergulatan tradisi yang kuat antara injil dan kekuatan budaya masyarakat. Pergulatan itu merupakan tindakan teologi anak negeri, sebagai refleksi atas penyertaaan Allah dalam sejarah mereka.

Ritus Mangkok Enam Bulan mewujudkan suatu bentuk keteraturan sosial dan pertahanan keberadaan serta kelestarian kehidupan anak negeri Tuhaha.Nilai-nilai dalam ritus ini menampilkan integritas nilai-nilai kekristenan yang muncul sebagai cara mereka berteologi semakin kuat dan kokoh.Ritus Mangkok Enam Bulan merupakan ritual daur hidup dalam konteks masyarakat Tuhaha, yang menjaga kelangsungan hidup alam semesta dan kesejahteraan manusia.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengeksplorasi lebih dalam bagaimana ritual Mangkok Enam Bulan memengaruhi praktik-praktik keberlanjutan lingkungan di Tuhaha, serta bagaimana pengetahuan lokal tentang alam terintegrasi dengan nilai-nilai keagamaan. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan ritual serupa di wilayah lain di Indonesia untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam ekspresi teologis dan praktik budaya. Terakhir, penelitian dapat berfokus pada peran ritual Mangkok Enam Bulan dalam memperkuat identitas kolektif dan solidaritas sosial di kalangan anak negeri Tuhaha, terutama dalam konteks modernisasi dan globalisasi yang semakin pesat. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika hubungan antara agama, budaya, dan lingkungan di masyarakat kepulauan Indonesia, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pelestarian budaya dan pembangunan berkelanjutan yang lebih efektif.

Read online
File size260.61 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test