UNIFLORUNIFLOR

Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran SejarahSajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah

Tujuan dari artikel ilmiah ini adalah untuk mendeskripsikan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa di tengah indahnya keanekaragaman. Penulisan karya tulis ini menggunakan metode (historical method). Adapun langkah-langkah yang digunakan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut: Pertama, mengumpulkan sumber (heuristik), Kedua adalah kritik sumber atau verifikasi, langkah Ketiga adalah interpretasi, langkah Keempat adalah rekonstruksi historiografi (penulisan) sejarah. Hasil Penulisan menunjukkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia artinya Pancasila itu dijadikan dasar dalam mengatur penyelenggaraan pemerintahan negara. Pancasila sebagai pandangan hidup berkenaan dengan sikap manusia di dalam memandang diri dan lingkungannya. Sikap manusia ini dibentuk oleh adanya kekuatan yang bersemayam pada diri manusia, yakni iman, cipta, rasa dan karsa, yang membentuk pandangan hidup perorangan yang kemudian beradaptasi dengan pandangan hidup perorangan lainnya menjadi pandangan hidup kelompok. Hubungan antara kehidupan kelompok yang satu dengan kelompok lainnya melahirkan suatu pandangan hidup bangsa. Praksis budaya yang beranekaragam yang tersebar di seluruh pelosok nusantara. Keberagaman budaya Indonsia menjadi ciri yang melandasi terbentuknya negara kesatuan Indonesia. Indonesia terdiri dari lima agama besar yaitu Islam, Hindu, Budha, Katolik, Kongfutzu dan aliran kepercayaan serta adat istiadat yang berbeda-beda antara satu pulau dengan pulau yang lain. Pembauran dalam keberbedaan baik agama, suku, ras, bahasa, adat istiadat saling berinteraksi. Dalam perjalanan sejarah bangsa budaya asli dan filsafat Hindu, Budha, Islam, Kristen berkolaborasi dan kristalisasi tumbulah peradaban luhur bangsa yang walaupun beranekaragam suku bangsa, adat istiadat dan agama tetapi satu. Satu dalam cara pandang melihat keberbedaan maka tumbulah semangat solidaitas dan rasa kesetiakawan karena cita-cita dan tujuan bersama yang memancarkan sinar sakti persatuan dalam panji ideologi Pancasila.

Bangsa Indonesia dihadapkan pada perkembangan lingkungan strategis yang sangat cepat dan dinamis, menuntut adaptasi dan reformasi kultural melalui penguatan Pancasila serta nilai-nilai ke-Indonesiaan sebagai benteng moral dalam menghadapi arus globalisasi demi mengokohkan “Persatuan Indonesia.Ketunggalikaan dalam kebhinekaan merupakan modal utama pembangunan bangsa, sehingga Pancasila mutlak berfungsi sebagai perekat bangsa untuk mewujudkan cita-cita nasional.Oleh karena itu, demi menjaga keutuhan bangsa dan negara, masyarakat Indonesia dituntut untuk senantiasa menunjukkan sikap solidaritas, kesetiakawanan, toleransi, dan gotong-royong di tengah heterogenitas, dengan memandang kebhinekaan sebagai bagian integral dari dirinya.

Mengingat peran krusial Pancasila sebagai dasar dan pandangan hidup bangsa di tengah keanekaragaman, penelitian lanjutan sangat diperlukan untuk memahami implementasinya di era kontemporer. Pertama, studi dapat berfokus pada evaluasi mendalam tentang bagaimana nilai-nilai Pancasila dihayati dan diimplementasikan oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia saat ini, khususnya dalam menghadapi isu-isu aktual seperti korupsi, kesenjangan sosial-ekonomi, dan disintegrasi bangsa yang disinggung dalam dokumen ini. Pertanyaan penelitian bisa mencakup efektivitas kebijakan atau program yang bertujuan memperkuat Pancasila, serta mengidentifikasi hambatan-hambatan praktis dalam penerapannya di lapangan. Kedua, penting untuk mengeksplorasi secara spesifik dampak gelombang globalisasi terhadap pemahaman dan penghayatan Pancasila, terutama di kalangan generasi muda yang terpapar informasi dan budaya asing secara masif. Penelitian ini dapat mencari strategi inovatif untuk membangun ketahanan ideologi Pancasila tanpa menolak kemajuan global, mungkin dengan mengembangkan model pendidikan yang relevan. Ketiga, perlu adanya penelitian yang menggali lebih dalam potensi kearifan lokal dari beragam etnis dan budaya di Indonesia, serta bagaimana kearifan-kearifan ini dapat diintegrasikan secara efektif sebagai fondasi atau pendukung penguatan nilai-nilai Pancasila. Misalnya, studi komparatif antar wilayah untuk melihat praktik terbaik dalam melestarikan budaya lokal sekaligus memupuk semangat persatuan. Saran-saran penelitian ini akan memberikan wawasan baru bagi upaya menjaga keutuhan bangsa.

Read online
File size399.35 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test