MINHAJPUSTAKAMINHAJPUSTAKA

Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social SciencesMasterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam peran organisasi keagamaan Muhammadiyah dalam penguatan karakter Generasi Z di tengah tantangan era digital dan disrupsi nilai. Fenomena melemahnya internalisasi nilai keislaman di kalangan generasi muda, khususnya mereka yang lahir dalam ekosistem digital, menjadi latar belakang penting dari studi ini. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur naratif, penelitian ini menelaah narasi sosial, ideologis, dan kultural yang terkandung dalam dokumen akademik, laporan kelembagaan, dan teks dakwah Muhammadiyah yang diterbitkan dalam rentang 2020–2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumenter sistematis yang diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, pidato resmi, dan hasil penelitian relevan lainnya, yang dipilih secara purposive dan diperluas melalui teknik snowball literature tracking. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik menggunakan model Miles dan Huberman, meliputi proses reduksi data, penyajian, dan verifikasi. Temuan utama menunjukkan tiga tema kunci: (1) relevansi nilai keagamaan dengan realitas digital Generasi Z, (2) pentingnya revitalisasi pendidikan karakter berbasis komunitas, dan (3) hambatan ideologis-institusional dalam internalisasi nilai. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman teoritis tentang pentingnya pendekatan naratif-partisipatif dalam pendidikan karakter keagamaan yang kontekstual, serta menawarkan implikasi praktis bagi pengembangan kurikulum dakwah digital dan kebijakan pembinaan generasi muda di lingkungan Muhammadiyah. Studi ini juga menyarankan perlunya penelitian lanjutan dengan pendekatan etnografi digital untuk menggali lebih jauh praktik keberagamaan generasi muda di ruang virtual.

Penelitian ini menegaskan bahwa upaya revitalisasi peran Muhammadiyah dalam memperkuat karakter Generasi Z sangat ditentukan oleh kapasitas institusional untuk menyesuaikan diri dengan dinamika sosial dan kultural yang melekat pada generasi digital.Meskipun Muhammadiyah telah memiliki fondasi nilai yang kokoh, terdapat tantangan dalam mentransmisikan nilai-nilai tersebut melalui narasi keagamaan yang relevan dan menjangkau dimensi afektif generasi muda.Integrasi pendidikan karakter berbasis komunitas dan pengaitan nilai-nilai Islam dengan realitas digital menunjukkan efektivitas dalam membentuk kesadaran etis dan tanggung jawab sosial.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi etnografi digital yang mendalam untuk memahami bagaimana Generasi Z Muhammadiyah berinteraksi dengan nilai-nilai keislaman di ruang virtual dan bagaimana ruang tersebut membentuk identitas religius mereka. Kedua, penelitian komparatif antar wilayah dapat dilakukan untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dalam implementasi pendidikan karakter di berbagai institusi Muhammadiyah, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan program tersebut. Ketiga, penelitian aksi partisipatif yang melibatkan langsung Generasi Z dalam perancangan dan evaluasi program pembinaan karakter dapat dilakukan untuk memastikan relevansi dan efektivitas program tersebut. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan strategi pembinaan karakter yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan bagi Generasi Z Muhammadiyah, serta memperkuat peran organisasi dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Dengan pendekatan yang holistik dan partisipatif, Muhammadiyah dapat terus menjadi agen perubahan yang relevan dan inspiratif bagi generasi muda Indonesia.

Read online
File size228.47 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test