AKSAQILAJURNALAKSAQILAJURNAL

Aksaqila International Humanities and Social Sciences [AIHSS] JournalAksaqila International Humanities and Social Sciences [AIHSS] Journal

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi model harmoni interagama di Desa Nglinggi, Klaten, Jawa Tengah yang berakar pada kearifan lokal, serta memeriksa perannya sebagai sarana pencegahan konflik sosial. Desa Nglinggi, yang dikenal dengan keberagaman beragama, telah memperoleh pengakuan sebagai Desa Damai Budaya berkat berbagai upaya komunitas dalam membina keharmonisan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat, serta studi dokumentasi aktivitas harmoni interagama. Temuan menunjukkan bahwa tradisi budaya lokal seperti gotong royong, sadranan, dan praktik berbagi pada hari raya keagamaan berperan krusial dalam menjaga harmoni jangka panjang. Kearifan lokal di Desa Nglinggi berfungsi sebagai model efektif dalam mencegah konflik sosial pada masyarakat plural. Diharapkan penelitian ini dapat berkontribusi pada pengembangan upaya perdamaian berbasis budaya di Indonesia.

Penelitian ini menunjukkan bahwa harmoni interagama di Desa Nglinggi berhasil dicapai melalui penerapan kearifan lokal yang kuat, meliputi nilai-nilai gotong royong, musyawarah, dan solidaritas sosial.Berbagai model harmoni yang diterapkan, seperti perayaan bersama hari raya keagamaan, produksi film pendek yang mempromosikan toleransi, serta pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), terbukti efektif dalam mendorong keberlangsungan hidup damai antarumat beragama.Selain itu, tradisi kearifan lokal seperti sadranan dan jaga tonggo menjadi fondasi yang kokoh untuk mempertahankan harmoni dan mencegah potensi konflik sosial.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana media digital, termasuk film pendek dan platform media sosial, dapat memperkuat harmoni interagama di desa‑desa lain serta mengidentifikasi mekanisme penyebaran nilai toleransi melalui konten digital. Selanjutnya, perbandingan efektivitas model harmoni berbasis kearifan lokal antara berbagai wilayah budaya di Indonesia perlu dilakukan untuk mengetahui faktor‑faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan penerapan model tersebut. Selain itu, penting untuk meneliti peran partisipasi pemuda dalam mempertahankan dan memperluas praktik harmoni interagama, khususnya selama situasi krisis seperti pandemi, guna memahami kontribusi generasi muda terhadap ketahanan sosial. Penelitian‑penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif bagi pembuat kebijakan, praktisi, dan masyarakat dalam mengembangkan strategi perdamaian yang berkelanjutan. Dengan menggabungkan temuan tersebut, dapat dirumuskan rekomendasi kebijakan yang adaptif dan berbasis bukti untuk memperluas model harmoni Nglinggi ke konteks yang lebih luas.

  1. #penerapan model pembelajaran kooperatif#penerapan model pembelajaran kooperatif
  2. #faktor budaya lokal#faktor budaya lokal
Read online
File size347.7 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-3r1
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test