IPTRISAKTIIPTRISAKTI

Jurnal Ilmiah PariwisataJurnal Ilmiah Pariwisata

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi motivasi wisatawan wellness yang berkunjung ke Mayakosha Pesagi Bali dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan teori motivasi push and pull. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tujuh partisipan yang telah mengikuti empat kegiatan wellness utama di destinasi tersebut. Hasil analisis tematik menunjukkan bahwa motivasi internal (push factor) meliputi keinginan untuk pemulihan fisik dan emosional, pelepasan stres, pemeliharaan kesehatan, serta pencapaian keseimbangan spiritual. Sementara itu, daya tarik eksternal (pull factor) mencakup suasana pegunungan yang tenang, layanan wellness yang personal dan profesional, serta integrasi budaya dan spiritualitas lokal Bali. Temuan ini mengungkap bahwa wisata wellness di Mayakosha tidak hanya menawarkan relaksasi, tetapi juga pengalaman penyembuhan yang transformatif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman perilaku wisatawan wellness dan menawarkan wawasan bagi pengembangan destinasi serupa yang menekankan pada pengalaman wellness yang holistik, autentik, dan berakar pada kearifan lokal.

Penelitian ini menunjukkan bahwa wisatawan yang berkunjung ke Mayakosha Pesagi didorong oleh kebutuhan pemulihan emosional, pencarian self-healing, dan keinginan untuk menemukan makna hidup.Faktor eksternal yang menarik mereka meliputi lingkungan alami yang tenang, program retreat yang terstruktur, dan kualitas pelayanan yang profesional.Dengan demikian, Mayakosha berhasil menjembatani kebutuhan internal wisatawan dengan daya tarik eksternal yang khas, menawarkan pengalaman transformatif yang tidak hanya berfokus pada relaksasi fisik, tetapi juga pada penyembuhan emosional dan spiritual.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan memperluas cakupan partisipan, termasuk wisatawan mancanegara, untuk mendapatkan perspektif yang lebih beragam. Studi komparatif antar destinasi wellness di Bali dan kawasan Asia Tenggara dapat dilakukan untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan faktor-faktor kunci keberhasilan. Selain itu, penelitian longitudinal dapat digunakan untuk memahami bagaimana motivasi wisatawan berubah seiring waktu dan bagaimana pengalaman wellness memengaruhi perilaku dan kesejahteraan jangka panjang mereka. Pengembangan instrumen penelitian yang lebih terstandarisasi, seperti kuesioner dengan skala pengukuran yang valid, dapat meningkatkan objektivitas dan generalisasi temuan. Terakhir, penelitian kualitatif mendalam yang berfokus pada pengalaman individu dapat memberikan wawasan yang lebih kaya tentang proses transformasi yang dialami wisatawan selama mengikuti program wellness.

  1. Vol. 1 No. 2 (2022): Pesona Pariwisata Vol 1 No 2 Tahun 2022 | PETA - Jurnal Pesona Pariwisata. vol pesona... peta.upnjatim.ac.id/index.php/peta/issue/view/4Vol 1 No 2 2022 Pesona Pariwisata Vol 1 No 2 Tahun 2022 PETA Jurnal Pesona Pariwisata vol pesona peta upnjatim ac index php peta issue view 4
  2. Systematic methodological review: developing a framework for a qualitative semi‐structured... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jan.13031Systematic methodological review developing a framework for a qualitative semiyAAAastructured onlinelibrary wiley doi 10 1111 jan 13031
  1. #brand awareness#brand awareness
  2. #price perception#price perception
Read online
File size483.37 KB
Pages14
Short Linkhttps://juris.id/p-2ZK
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test