RADEN WIJAYARADEN WIJAYA

Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan BudayaSabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya

Desa Dieng Kulon merupakan salah satu desa yang terletak di Kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara. Di desa ini terdapat tradisi prosesi ritual ruwatan yang telah dilakukan oleh penduduk sejak ratusan tahun lalu. Ruwatan kemudian menjadi daya tarik wisata budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak yang dirasakan oleh penduduk terkait wisata budaya di Desa Dieng Kulon. Observasi partisipan dan wawancara mendalam dilakukan terhadap penduduk lokal di Desa Dieng Kulon serta pejabat pemerintah yang mengelola sektor pariwisata di Kabupaten Banjarnegara. Data kemudian dianalisis secara komprehensif menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan persepsi penduduk, kehadiran anak-anak berambut gimbal membawa berkah atau kemakmuran. Anak-anak berambut gimbal di Dieng memiliki karakteristik khusus, yaitu harus menjalani prosesi ritual pemotongan rambut ruwatan. Beberapa penduduk setuju untuk menjadikan ruwatan publik sebagai wisata budaya dengan alasan pelestarian budaya, sementara yang lain tidak setuju karena khawatir akan penurunan kesakralan dan nilai budaya tradisi tersebut. Penghidupan mereka juga secara bertahap berubah menjadi aktivitas pariwisata.

Penduduk Desa Dieng Kulon menganggap bahwa kehadiran anak-anak berambut gimbal membawa berkah atau kemakmuran.Mereka harus menjaga dan merawat anak-anak tersebut.Anak-anak berambut gimbal di Dieng memiliki karakteristik khusus, yaitu harus menjalani prosesi ritual pemotongan rambut ruwatan, atau akan membawa bencana bagi keluarga mereka.Munculnya wisata budaya di Desa Dieng Kulon membawa dampak terhadap penghidupan penduduk, yang secara bertahap berubah menjadi aktivitas pariwisata.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan studi tentang dampak ekonomi jangka panjang dari wisata budaya terhadap penduduk Desa Dieng Kulon. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi lebih dalam pandangan penduduk terhadap perubahan nilai budaya dan kesakralan tradisi ruwatan seiring berkembangnya wisata budaya. Studi lebih lanjut juga diperlukan untuk menganalisis strategi efektif dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan pemanfaatan wisata, sehingga tradisi ruwatan tetap terjaga tanpa mengurangi nilai sakralnya.

  1. #nilai budaya#nilai budaya
  2. #daya tarik wisata#daya tarik wisata
Read online
File size200.06 KB
Pages13
Short Linkhttps://juris.id/p-2RL
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test