STDIISSTDIIS
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat IslamiyahAl-Majaalis : Jurnal Dirasat IslamiyahPenelitian ini mengeksplorasi hak politik dan yudisial non‑Muslim di negara mayoritas Muslim, dengan menekankan pada kategorisasi, hak, kewajiban, dan batasan yang dibahas oleh para ulama Islam. Temuan menunjukkan bahwa non‑Muslim, khususnya ahl al‑dhimmah, memperoleh perlindungan sipil yang signifikan, kebebasan beragama, serta hak untuk memelihara sistem yudisial mereka sendiri dalam urusan pribadi. Namun, terdapat sejumlah pembatasan, seperti kewajiban membayar jizyah dan larangan memegang posisi kepemimpinan utama, yang berfungsi mempertahankan tatanan sosial, ideologis, dan hukum negara Islam. Penelitian ini memperlihatkan bahwa Islam menyeimbangkan hak minoritas dengan kerangka moral dan politik pemerintahan, memberikan pemahaman nuansa tentang koeksistensi dalam masyarakat Muslim historis dan kontemporer.
Penelitian ini menunjukkan bahwa Islam mengkategorikan non‑Muslim baik secara teologis maupun kewarganegaraan, memberikan kerangka hak dan kewajiban dalam masyarakat mayoritas Muslim.Hak ahl al‑dhimmah secara umum sejajar dengan hak Muslim, mencakup perlindungan hidup, harta, kehormatan, tempat ibadah, serta kebebasan beragama, sementara jizyah menjadi kewajiban legal yang terkait dengan perlindungan negara.pembatasan tertentu dimaksudkan menyeimbangkan kebebasan individu dengan ketertiban sosial.Meskipun klasik menolak kepemimpinan utama bagi non‑Muslim, mereka tetap dapat memegang peran administratif dan yudisial, mencerminkan pluralisme dan upaya menjaga keadilan, harmoni, serta perlindungan bagi semua warga.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana hak-hak politik dan yudisial non‑Muslim yang diatur dalam teori klasik Islam diimplementasikan dalam praktik hukum nasional di negara‑negara Muslim modern, khususnya melalui studi kasus perbandingan antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Selain itu, diperlukan analisis empiris mengenai dampak ekonomi dan sosial pembayaran jizyah terhadap komunitas non‑Muslim, dengan mengkaji data historis dan kontemporer untuk menilai apakah jizyah masih relevan atau perlu reformasi. Selanjutnya, penelitian interdisipliner yang menggabungkan perspektif hukum, sosiologi, dan ilmu politik dapat mengeksplorasi kemungkinan model pemerintahan pluralistik yang memungkinkan non‑Muslim berperan dalam jabatan kepemimpinan administratif tanpa mengganggu prinsip‑prinsip syariah, serta mengidentifikasi mekanisme pengamanan hak minoritas dalam kerangka negara hukum. Penelitian juga dapat meneliti persepsi masyarakat mayoritas Muslim terhadap partisipasi politik non‑Muslim, menggunakan survei dan wawancara mendalam untuk mengidentifikasi faktor‑faktor yang mempengaruhi toleransi atau penolakan. Akhirnya, studi longitudinal yang melacak perubahan kebijakan hak non‑Muslim selama dekade terakhir dapat mengungkap tren evolusi interpretasi normatif Islam dalam konteks globalisasi.
- HOAX DALAM TINJAUAN HADITS NABAWI | Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah. tinjauan hadits nabawi al... ejournal.stdiis.ac.id/index.php/Al-Majalis/article/view/107HOAX DALAM TINJAUAN HADITS NABAWI Al Majaalis Jurnal Dirasat Islamiyah tinjauan hadits nabawi al ejournal stdiis ac index php Al Majalis article view 107
- Embracing Diversity: The Role of Islamic Tolerance in Indonesia's Multicultural Society | Jurnal... doi.org/10.15575/jis.v5i1.43361Embracing Diversity The Role of Islamic Tolerance in Indonesias Multicultural Society Jurnal doi 10 15575 jis v5i1 43361
- KEAUTENTIKAN AKIDAH AHLUS SUNNAH: (Pembuktian Keautentikan melalui Sejarah Pembukuan Akidah Ahlus Sunnah)... doi.org/10.37397/amj.v11i1.398KEAUTENTIKAN AKIDAH AHLUS SUNNAH Pembuktian Keautentikan melalui Sejarah Pembukuan Akidah Ahlus Sunnah doi 10 37397 amj v11i1 398
| File size | 539.25 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
IAINSORONGIAINSORONG Usaha pendidikan informal di masjid berkembang menjadi sistem madrasah untuk mengembangkan ilmu agama, sementara ilmu non-agama melalui perpustakaan, observatorium,Usaha pendidikan informal di masjid berkembang menjadi sistem madrasah untuk mengembangkan ilmu agama, sementara ilmu non-agama melalui perpustakaan, observatorium,
IAINPTKIAINPTK Fenomena demikian menjadikan para pemikir Islam modern berusaha keras untuk menggali produk hukum yang menunjang kesetaraan gender, di antaranya produkFenomena demikian menjadikan para pemikir Islam modern berusaha keras untuk menggali produk hukum yang menunjang kesetaraan gender, di antaranya produk
UINSATUUINSATU Namun, kita juga dapat menyaksikan upaya konvergensi Syiah dan Sunni yang dilakukan oleh tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Muhammadiyah, serta organisasiNamun, kita juga dapat menyaksikan upaya konvergensi Syiah dan Sunni yang dilakukan oleh tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Muhammadiyah, serta organisasi
UINSAIZUUINSAIZU Kaidah usul fikih alternatif dikembangkan untuk mengakomodasi kebutuhan kontemporer sambil tetap berpijak pada nilai-nilai universal Islam. Metode istinbatKaidah usul fikih alternatif dikembangkan untuk mengakomodasi kebutuhan kontemporer sambil tetap berpijak pada nilai-nilai universal Islam. Metode istinbat
IAINSORONGIAINSORONG Tokoh-tokoh pemikir Muslim mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan yang menarik perhatian dunia Barat. Fakta sejarah tidak dapat diingkari tentang pengaruhTokoh-tokoh pemikir Muslim mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan yang menarik perhatian dunia Barat. Fakta sejarah tidak dapat diingkari tentang pengaruh
IAINSORONGIAINSORONG Selain itu, makalah ini menemukan bahwa skenario dialog antar agama di Malaysia memiliki perspektif yang khas karena sangat tertanam dengan wahyu dan relevanSelain itu, makalah ini menemukan bahwa skenario dialog antar agama di Malaysia memiliki perspektif yang khas karena sangat tertanam dengan wahyu dan relevan
UNSIQUNSIQ Perubahan politik Indonesia pasca-1998 memunculkan kebebasan berhijab, sehingga fashion muslim berkembang pesat menjadi budaya populer. Hijab bergeserPerubahan politik Indonesia pasca-1998 memunculkan kebebasan berhijab, sehingga fashion muslim berkembang pesat menjadi budaya populer. Hijab bergeser
UINUIN Bahasan murtad hampir merata di seluruh korpus mengenai hukum Islam, baik dulu maupun sekarang. Konsep murtad kini menghadapi tantangan serius di tengahBahasan murtad hampir merata di seluruh korpus mengenai hukum Islam, baik dulu maupun sekarang. Konsep murtad kini menghadapi tantangan serius di tengah
Useful /
STDIISSTDIIS Its ultimate objective is the realization of ubu>diyyah and tauhid, that is, total servitude to Allah in both body and spirit. The sources of education,Its ultimate objective is the realization of ubu>diyyah and tauhid, that is, total servitude to Allah in both body and spirit. The sources of education,
SCIE JOURNALSCIE JOURNAL Masih banyak sekolah Islam di Indonesia yang belum mempelajari sains dengan mengaitkannya dengan Al-Quran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhMasih banyak sekolah Islam di Indonesia yang belum mempelajari sains dengan mengaitkannya dengan Al-Quran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh
UINSAIZUUINSAIZU Peneliti menyoroti perlunya standar prosedur, pengakuan hukum, dan integrasi bukti DNA dengan kesaksian serta akta kelahiran dalam proses penetapan statusPeneliti menyoroti perlunya standar prosedur, pengakuan hukum, dan integrasi bukti DNA dengan kesaksian serta akta kelahiran dalam proses penetapan status
UINSAIZUUINSAIZU Konversi dilakukan dengan menghitung jumlah hari dari 1 Muharram 1 H, lalu menambahkan selisih 227.076 hari dan koreksi Gregorius 13 hari. Hasilnya diolahKonversi dilakukan dengan menghitung jumlah hari dari 1 Muharram 1 H, lalu menambahkan selisih 227.076 hari dan koreksi Gregorius 13 hari. Hasilnya diolah