SCIE JOURNALSCIE JOURNAL
Studies in Philosophy of Science and EducationStudies in Philosophy of Science and EducationReformasi dan inovasi merupakan isu-isu esensial dalam bidang pendidikan. Pendidikan bersifat dinamis dan perubahannya bergantung pada tuntutan globalisasi. Selanjutnya, untuk mengimbangi perubahan tersebut, terdapat dua strategi, yaitu pendekatan top-down dan bottom-up. Kedua pendekatan ini memiliki kelebihan dan kekurangan dalam reformasi serta inovasi pendidikan. Misalnya, kekuatan pendekatan top-down adalah pemerintah memiliki kewenangan untuk membuat kebijakan, melakukan penelitian tentang kurikulum nasional, dan mengimplementasikan kebijakan tersebut di ranah pendidikan, khususnya di sekolah. Namun, pembuatan kebijakan, regulasi, penelitian, dan penerapannya oleh pemerintah seringkali memiliki banyak kelemahan seperti memakan waktu dan biaya tanpa hasil yang signifikan. Di sisi lain, manfaat pendekatan bottom-up adalah inovasi pendidikan mudah ditemukan dan berkembang karena pihak-pihak di tingkat bawah terlibat langsung dalam perubahan di sekolah. Mereka juga memahami apa yang dibutuhkan dalam pendidikan karena guru dan kepala sekolah memiliki hubungan erat dengan siswa dan secara tidak langsung mengevaluasi apakah kurikulum nasional sesuai atau tidak. Meskipun demikian, komunitas sekolah, sebagai representasi pendekatan bottom-up, tidak memiliki kekuatan untuk membawa inovasi tersebut ke tingkat atas karena tidak ada tujuan yang terhubung antara pemerintah dan sekolah. Selain itu, dampak signifikan lainnya adalah pendekatan top-down dan bottom-up memiliki sudut pandang yang berbeda dalam melihat pendidikan. Untuk mengatasi masalah tersebut, pendekatan yang menggabungkan kedua strategi, seperti kolaborasi, negosiasi, klarifikasi konseptual dan strategis, manajemen berbasis sekolah, serta dewan situs yang kuat, dapat diterapkan. Berdasarkan beberapa penelitian sebelumnya, pendekatan tersebut merupakan pilihan terbaik untuk menjembatani tujuan pendidikan antara top-down dan bottom-up.
Reformasi dan inovasi pendidikan sangat penting di era globalisasi dan kemajuan teknologi, yang menuntut perubahan terus-menerus.Pendekatan top-down (pemerintah) dan bottom-up (komunitas sekolah) memiliki kelebihan dalam implementasi reformasi, seperti kekuatan kebijakan nasional dan relevansi di tingkat praktis, namun juga memiliki keterbatasan masing-masing.Oleh karena itu, menjembatani kedua strategi ini melalui kolaborasi, klarifikasi strategis, manajemen berbasis sekolah, dan dewan situs yang kuat dianggap sebagai pendekatan terbaik untuk mencapai tujuan pendidikan yang komprehensif.
Berdasarkan analisis dokumen ini yang menguraikan tantangan dan potensi penyatuan strategi reformasi pendidikan top-down dan bottom-up, penelitian lanjutan dapat berfokus pada eksplorasi empiris dan pengembangan solusi praktis di konteks Indonesia. Pertama, sangat penting untuk melakukan studi kasus mendalam atau penelitian tindakan yang mengevaluasi efektivitas model bridging yang diusulkan—seperti kolaborasi antara pemerintah dan komunitas sekolah, manajemen berbasis sekolah, atau dewan situs yang kuat—dalam implementasi nyata kurikulum atau inovasi pendidikan di beberapa daerah di Indonesia. Pertanyaan penelitian dapat diarahkan untuk memahami sejauh mana implementasi model ini benar-benar meningkatkan relevansi pendidikan lokal, kapasitas adaptasi guru, dan motivasi semua pemangku kepentingan, serta bagaimana tantangan spesifik dalam penerapannya dapat diatasi secara efektif. Kedua, mengingat pesatnya perkembangan teknologi di abad ke-21, perlu dikaji bagaimana teknologi digital dan platform kolaboratif dapat dimanfaatkan sebagai jembatan yang lebih efisien dan partisipatif untuk memfasilitasi dialog, berbagi praktik terbaik, dan umpan balik dua arah antara pembuat kebijakan di tingkat pusat dan praktisi di tingkat sekolah. Misalnya, penelitian dapat menginvestigasi desain dan efektivitas portal inovasi pendidikan daring yang memungkinkan guru dan kepala sekolah untuk secara langsung menyumbangkan ide-ide inovatif mereka dan menerima dukungan kebijakan yang relevan. Ketiga, untuk mengatasi siklus perubahan kurikulum yang sering dan kadang tidak sinkron, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan kerangka kerja reformasi pendidikan yang lebih adaptif dan responsif. Kerangka ini harus mampu secara sistematis mengintegrasikan inovasi yang muncul dari tingkat bawah ke dalam struktur kebijakan yang lebih luas tanpa harus menunggu perubahan kebijakan makro yang radikal, sehingga menciptakan sistem pendidikan yang lebih tangguh dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika global.
- Bridging the educational researchâteaching practice gap: Curriculum development, Part 1: Components... doi.org/10.1002/bmb.20470Bridging the educational researchyAAAateaching practice gap Curriculum development Part 1 Components doi 10 1002 bmb 20470
- The Dilemmas of Educational Reform - David K. Cohen, James P. Spillane, Donald J. Peurach, 2018. dilemmas... doi.org/10.3102/0013189X17743488The Dilemmas of Educational Reform David K Cohen James P Spillane Donald J Peurach 2018 dilemmas doi 10 3102 0013189X17743488
- Studies in Philosophy of Science and Education. studies philosophy science education skip main content... scie-journal.com/index.php/SiPoSEStudies in Philosophy of Science and Education studies philosophy science education skip main content scie journal index php SiPoSE
- The Anxiety of Educational Reform and Innovation: Bridging of Top-Down and Bottom-Up Strategies within... scie-journal.com/index.php/SiPoSE/article/view/30The Anxiety of Educational Reform and Innovation Bridging of Top Down and Bottom Up Strategies within scie journal index php SiPoSE article view 30
| File size | 278.25 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
RCRSRCRS Temuan penelitian ini adalah kebijakan kurikulum mengacu pada kerangka kualifikasi nasional Indonesia merupakan produk elite dan lemah dalam sosialisasi,Temuan penelitian ini adalah kebijakan kurikulum mengacu pada kerangka kualifikasi nasional Indonesia merupakan produk elite dan lemah dalam sosialisasi,
STITMAKRIFATULILMISTITMAKRIFATULILMI Pendidikan Islam merupakan faktor strategis dalam mencetak generasi moderat. Bangsa Indonesia memiliki masyarakat yang beragam budaya dengan sifat kemajemukannya.Pendidikan Islam merupakan faktor strategis dalam mencetak generasi moderat. Bangsa Indonesia memiliki masyarakat yang beragam budaya dengan sifat kemajemukannya.
UIADUIAD Pendidikan oleh masyarakat artinya masyarakat dapat diposisiskan sebagai penyelenggara pendidikan atau pelaku pendidikan itu sendiri, masyarakat diberikanPendidikan oleh masyarakat artinya masyarakat dapat diposisiskan sebagai penyelenggara pendidikan atau pelaku pendidikan itu sendiri, masyarakat diberikan
STITALSTITAL Kurikulum Merdeka adalah langkah maju dalam reformasi Pendidikan di Indonesia. Pendidik dalam mengembangkan profesionalnya harus melewati beberapa tahapanKurikulum Merdeka adalah langkah maju dalam reformasi Pendidikan di Indonesia. Pendidik dalam mengembangkan profesionalnya harus melewati beberapa tahapan
UNYUNY Selanjutnya, artikel ini berusaha mengungkap kebenaran pahit yang dikorbankan oleh pemerintah kekaisaran demi memajukan pendidikan untuk pembangunan bangsa,Selanjutnya, artikel ini berusaha mengungkap kebenaran pahit yang dikorbankan oleh pemerintah kekaisaran demi memajukan pendidikan untuk pembangunan bangsa,
IAINAMBONIAINAMBON Pendidikan tersebut harus bersifat integral dengan menyatukan pengetahuan umum dan agama, serta tidak membedakan antara ilmu dari Barat dan Timur agarPendidikan tersebut harus bersifat integral dengan menyatukan pengetahuan umum dan agama, serta tidak membedakan antara ilmu dari Barat dan Timur agar
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Penerapan epistemologi Islam yang theo-anthropocentrik, menghargai kebenaran empiris, logika, etika, dan transendental, mampu menghasilkan paradigma pendidikanPenerapan epistemologi Islam yang theo-anthropocentrik, menghargai kebenaran empiris, logika, etika, dan transendental, mampu menghasilkan paradigma pendidikan
UNYUNY Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Gianyar, Bali, dengan sampel dua kelas XI IPA, yaitu XI IPA3 dan XI IPA4 yang masing-masingPopulasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Gianyar, Bali, dengan sampel dua kelas XI IPA, yaitu XI IPA3 dan XI IPA4 yang masing-masing
Useful /
UNYUNY Dengan integrasi notasi musik Barat dalam pengajaran titilaras, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan transkripsi serta interpretasiDengan integrasi notasi musik Barat dalam pengajaran titilaras, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan transkripsi serta interpretasi
UNYUNY Hasil menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok, dengan kelompok eksperimen mengalami peningkatan substansial pada dimensi pembelajaran konseptual,Hasil menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok, dengan kelompok eksperimen mengalami peningkatan substansial pada dimensi pembelajaran konseptual,
UNYUNY Menggunakan pendekatan fenomenologis kualitatif, wawancara semi-terstruktur dilakukan dengan lima mahasiswa tunanetra yang dipilih melalui pengambilanMenggunakan pendekatan fenomenologis kualitatif, wawancara semi-terstruktur dilakukan dengan lima mahasiswa tunanetra yang dipilih melalui pengambilan
SCIE JOURNALSCIE JOURNAL Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian diperoleh dari wawancara dan kuesioner. Partisipan dalam penelitianPenelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian diperoleh dari wawancara dan kuesioner. Partisipan dalam penelitian