UNIFLORUNIFLOR

Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran SejarahSajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah

Tau nuwa merupakan suatu ritus inisiasi diri atau ritus pengukuhan laki-laki dewasa yang sudah berkeluarga menjadi dewasa secara adat. Dikatakan pengukuhan laki-laki dewasa yang sudah berkeluarga menjadi dewasa secara adat, karena secara biologis seorang laki-laki itu meskipun sudah dewasa dan sudah pula berkeluarga, namun bisa jadi belum dewasa secara adat, sehingga hak-hak adat yang harus diperankan oleh seorang laki-laki dewasa dan sudah pula berkeluarga, seperti menjadi pemimpin atau pemandu upacara adat tidak boleh dijalankannya.Yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah proses pelaksanaan ritus inisiasi tau nuwa pada masyarakat adat Rendu Kecamatan Aesesa Selatan Kabupaten Nagekeo? 2) Makna apa sajakah yang terdapat dalam ritus inisiasi tau nuwa pada masyarakat adat Rendu Kecamatan Aesesa Selatan Kabupaten Nagekeo? Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengungkapkan proses pelaksanaan ritus inisiasi tau nuwa pada masyarakat adat Rendu Kecamatan Aesesa Selatan Kabupaten Nagekeo. 2) Mengungkapkan makna yang terdapat dalam ritus inisiasi tau nuwa pada masyarakat adat Rendu Kecamatan Aesesa Selatan Kabupaten Nagekeo. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Tekhnik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, pemaparan data dan penarikan kesimpula Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritus tau nuwa masih tetap dilakukan oleh masyarakat adat Rendu khususnya kaum laki-laki dewasa dalam arti sudah berkeluarga supaya dapat melakukan segala kewajiban yang berhubungan dengan berbagai kegiatan adat dalam masyarakat. Ritus inisiasi tau nuwa bagi maasyarakat adat Rendu di Kecamatan Aesesa Selatan memiliki makna antara lain makna religius, makna kebersamaan dan makna persaudaraan.

Ritus inisiasi Tau Nuwa pada masyarakat adat Rendu merupakan proses komprehensif yang melibatkan tahap persiapan, upacara inti dengan berbagai ritual simbolis seperti leo dheka dan perjamuan bersama, serta upacara penutup berupa penyucian diri.Pelaksanaan ritus ini bertujuan untuk mengukuhkan status laki-laki dewasa yang sudah berkeluarga menjadi dewasa secara adat, memberikan mereka hak dan kewajiban penuh dalam memimpin serta menjalankan kegiatan adat.Di dalamnya terkandung makna religius, kebersamaan, dan persaudaraan, menegaskan pentingnya kesinambungan budaya serta peran sentral laki-laki sebagai pewaris adat dalam komunitas Rendu.

Penelitian yang telah dilakukan ini memberikan gambaran mendalam tentang proses dan makna Ritus Inisiasi Tau Nuwa bagi kaum pria dewasa di masyarakat adat Rendu. Untuk memperkaya khazanah pengetahuan dan pemahaman budaya, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, akan sangat menarik untuk melakukan studi komparatif yang lebih luas, meneliti bagaimana Ritus Tau Nuwa ini dibandingkan dengan ritus inisiasi pria dewasa di komunitas adat lain yang berdekatan atau di wilayah Nusa Tenggara Timur secara umum. Penelitian tersebut dapat mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam struktur ritual, simbolisme yang digunakan, serta nilai-nilai yang ditanamkan, sehingga mampu mengungkap pola budaya yang lebih luas mengenai transisi kedewasaan. Kedua, mengingat dinamika zaman yang terus berubah, penting untuk mengkaji bagaimana Ritus Tau Nuwa beradaptasi atau menghadapi tantangan di tengah arus modernisasi, globalisasi, serta perubahan sosial ekonomi. Studi ini dapat mengeksplorasi persepsi dan partisipasi generasi muda terhadap tradisi ini, serta upaya-upaya yang dilakukan masyarakat untuk menjaga keberlanjutannya dalam konteks kontemporer. Ketiga, karena penelitian ini secara khusus berfokus pada inisiasi laki-laki, sebuah studi yang mendalam tentang peran dan pengalaman perempuan dalam masyarakat adat Rendu terkait dengan siklus hidup mereka, atau bahkan keberadaan ritus inisiasi setara untuk perempuan, akan memberikan perspektif yang lebih holistic. Hal ini akan membantu memahami secara utuh bagaimana kedewasaan dan tanggung jawab adat dipahami serta dirayakan oleh kedua gender dalam komunitas tersebut, melengkapi gambaran struktur sosial adat secara keseluruhan.

Read online
File size348.41 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test